<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komoditas Hasil Laut RI Mendominasi Pasar Dunia</title><description>Komoditi hasil laut Indonesia akan semakin mendominasi pasar dunia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052060/komoditas-hasil-laut-ri-mendominasi-pasar-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052060/komoditas-hasil-laut-ri-mendominasi-pasar-dunia"/><item><title>Komoditas Hasil Laut RI Mendominasi Pasar Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052060/komoditas-hasil-laut-ri-mendominasi-pasar-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052060/komoditas-hasil-laut-ri-mendominasi-pasar-dunia</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2019 13:17 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/06/320/2052060/komoditas-hasil-laut-ri-mendominasi-pasar-dunia-t61iG5PIQ8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/06/320/2052060/komoditas-hasil-laut-ri-mendominasi-pasar-dunia-t61iG5PIQ8.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Dubes Indonesia di Oslo Todung Mulya Lubis mengatakan komoditi hasil laut Indonesia akan semakin mendominasi pasar dunia, saat ini Norwegia mengimpor beberapa produk berbagai jenis ikan laut seperti barramundi, tuna, red snapper, macarrel) dan komoditi hasil laut lainnya seperti kepiting (king crab), udang (emperor prawn/shrimp), cumi-cumi, lobster dan rumput laut.

Hal itu terungkap saat Dubes Todung Mulya Lubis saat berkunjung ke perusahaan Importir Norwegia Sletten Norge AS (sektor seafood) dan Scanesia AS (produk makanan/minuman kemasan). Demikian seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Fungsi Ekonomi KBRI Oslo, R. Wisnu Lombardwinanto yang ikut mendampingi Dubes kepada Antara London, Jumat menyebutkan pertemuan diadakan untuk mengidentifikasi hambatan dan tantangan dihadapi, khususnya proses impor, distribusi dan pemasaran komoditi hasil laut dan produk makanan/minuman kemasan dari Indonesia, sekaligus mencari solusi guna mendukung upaya peningkatan ekspor Indonesia ke Norwegia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kapal Asing Ditenggelamkan, Menteri Susi: Sekarang Mancing Sebentar Dapat Kakap Merah
Dikatakannya Dubes juga peninjauan gudang (warehouse) importir untuk melihat langsung penyimpanan produk-produk yang diimpor dari Indonesia dan proses pendistribusiannya kepada pelanggan di wilayah Norwegia, termasuk negara-negara Nordik dan Eropa lainnya.

Pada pertemuan di kantor pusat Sletten Norge AS (SN-AS) di Oslo, CEO SN-AS, Mr. Mani Sletten, meyampaikan informasi mengenai beberapa produk yang selama ini diimpor langung (direct) dari Indonesia, yaitu berbagai jenis ikan laut (barramundi, tuna, red snapper, macarrel) dan komoditi hasil laut lainnya seperti kepiting (king crab), udang (emperor prawn/shrimp), cumi-cumi, lobster dan rumput laut.

Dikatakannya proses pembersihan, pemotongan, pengepakan (vacuum) dan pendinginan/pembekuan komiditi tersebut dilakukan di Indonesia, selanjutnya dikirim ke Norwegia dengan kapal laut dengan volume rata-rata impor sekitar 10-20 ton per minggu. SN-AS mendistribusikan produk yang diimpornya kepada whole-sellers di seluruh wilayah Norwegia dan Nordik, serta negara Eropa lainnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Pasar Ikan Muara Baru Akan Jadi Contoh di Provinsi Lain
Menurut kedua importir tersebut komoditi hasil laut Indonesia umumnya masuk dalam benchmark mereka dan tropical-fish yang masih memiliki peluang besar di pasar Eropa. Namun demikian, eksportir diharapkan dapat meningkatkan dan mempertahankan kualitas produknya, yang diketahui asalnya dan mempertahankannya , sehingga dapat memenuhi prasyarat/sertifikasi ditetapkan di Eropa, khususnya di Norwegia.

Dubes Todung Mulya Lubis menyampaikan Indonesia telah menjadi eksportir terbesar tuna di dunia. Indonesia memiliki keunggulan, antara lain sebagai pemimpin dunia dalam pemberantasan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing dan pioneer dalam kerangka kerja sama The Agreement on Port State Measures (PSMA) FAO), sehingga tidak diragukan lagi dari segi legalitas dan traceability komoditi hasil laut. Dengan semakin gencarnya upaya pemberantasan IUU Fishing dan praktek penangkapan ikan (termasuk budidaya ikan) yang berkelanjutan, merupakan suatu keniscayaan komoditi hasil laut Indonesia akan semakin mendominasi pasar dunia di masa mendatang.

Dubes mendorong peran aktif SN-AS dalam meningkatkan volume dan nilai  ekspor komoditi hasil laut Indonesia di Eropa, khususnya di Norwegia.  Untuk itu dia mengundang partisipasi SN-AS dalam pameran perdagangan  Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan diadakan di ICE BSD Banten Oktober  mendatang, sekaligus pelaksanaan BtoB Meeting dan mengunjungi  sentra-sentra penangkapan/budidaya/pengolahan ikan lestari (sustainable  fisheries) di Indonesia.


Sementara itu dalam pertemuan dengan pemilik perusahaan Scanesia AS,  di gudang penyimpanan (warehouse) Scanesia AS, Oppeg&amp;aring;rd, Ski sekitar  37km selatan Oslo, Mrs. Emmy J&amp;oslash;rgensen menyampaikan perusahaanya telah  beroperasi puluhan tahun mengimpor produk makanan/minuman kemasan dari  Indonesia dipasarkan di Norwegia, dan negara Nordik.

Beberapa produk makanan/minuman kemasan Indonesia yang diimpor antara  lain beragam bumbu masak dan sambal/kecap/saus kacang KOKITA, Mie  Instan dan sambal/kecap ABC, mie/spagheti kemasan dan sambal/kecap/bumbu  sate BALI Kithcen, NU Green Tea, Exotico (minuman kemasan), Permen Jahe  (Sina &amp;ndash; Sidoarjo), Bon Cabe KOBE, jus buah (kemasan) ABC, dan  sebagainya.

Scanesia AS merupakan salah satu importir yang secara konsisten  mengimpor dan memasarkan produk yang mengandung minyak sawit Indonesia  di Norwegia, sekaligus mendukung berbagai kampanye positif sawit  Indonesia di Norwegia.</description><content:encoded>JAKARTA - Dubes Indonesia di Oslo Todung Mulya Lubis mengatakan komoditi hasil laut Indonesia akan semakin mendominasi pasar dunia, saat ini Norwegia mengimpor beberapa produk berbagai jenis ikan laut seperti barramundi, tuna, red snapper, macarrel) dan komoditi hasil laut lainnya seperti kepiting (king crab), udang (emperor prawn/shrimp), cumi-cumi, lobster dan rumput laut.

Hal itu terungkap saat Dubes Todung Mulya Lubis saat berkunjung ke perusahaan Importir Norwegia Sletten Norge AS (sektor seafood) dan Scanesia AS (produk makanan/minuman kemasan). Demikian seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Fungsi Ekonomi KBRI Oslo, R. Wisnu Lombardwinanto yang ikut mendampingi Dubes kepada Antara London, Jumat menyebutkan pertemuan diadakan untuk mengidentifikasi hambatan dan tantangan dihadapi, khususnya proses impor, distribusi dan pemasaran komoditi hasil laut dan produk makanan/minuman kemasan dari Indonesia, sekaligus mencari solusi guna mendukung upaya peningkatan ekspor Indonesia ke Norwegia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kapal Asing Ditenggelamkan, Menteri Susi: Sekarang Mancing Sebentar Dapat Kakap Merah
Dikatakannya Dubes juga peninjauan gudang (warehouse) importir untuk melihat langsung penyimpanan produk-produk yang diimpor dari Indonesia dan proses pendistribusiannya kepada pelanggan di wilayah Norwegia, termasuk negara-negara Nordik dan Eropa lainnya.

Pada pertemuan di kantor pusat Sletten Norge AS (SN-AS) di Oslo, CEO SN-AS, Mr. Mani Sletten, meyampaikan informasi mengenai beberapa produk yang selama ini diimpor langung (direct) dari Indonesia, yaitu berbagai jenis ikan laut (barramundi, tuna, red snapper, macarrel) dan komoditi hasil laut lainnya seperti kepiting (king crab), udang (emperor prawn/shrimp), cumi-cumi, lobster dan rumput laut.

Dikatakannya proses pembersihan, pemotongan, pengepakan (vacuum) dan pendinginan/pembekuan komiditi tersebut dilakukan di Indonesia, selanjutnya dikirim ke Norwegia dengan kapal laut dengan volume rata-rata impor sekitar 10-20 ton per minggu. SN-AS mendistribusikan produk yang diimpornya kepada whole-sellers di seluruh wilayah Norwegia dan Nordik, serta negara Eropa lainnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Pasar Ikan Muara Baru Akan Jadi Contoh di Provinsi Lain
Menurut kedua importir tersebut komoditi hasil laut Indonesia umumnya masuk dalam benchmark mereka dan tropical-fish yang masih memiliki peluang besar di pasar Eropa. Namun demikian, eksportir diharapkan dapat meningkatkan dan mempertahankan kualitas produknya, yang diketahui asalnya dan mempertahankannya , sehingga dapat memenuhi prasyarat/sertifikasi ditetapkan di Eropa, khususnya di Norwegia.

Dubes Todung Mulya Lubis menyampaikan Indonesia telah menjadi eksportir terbesar tuna di dunia. Indonesia memiliki keunggulan, antara lain sebagai pemimpin dunia dalam pemberantasan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing dan pioneer dalam kerangka kerja sama The Agreement on Port State Measures (PSMA) FAO), sehingga tidak diragukan lagi dari segi legalitas dan traceability komoditi hasil laut. Dengan semakin gencarnya upaya pemberantasan IUU Fishing dan praktek penangkapan ikan (termasuk budidaya ikan) yang berkelanjutan, merupakan suatu keniscayaan komoditi hasil laut Indonesia akan semakin mendominasi pasar dunia di masa mendatang.

Dubes mendorong peran aktif SN-AS dalam meningkatkan volume dan nilai  ekspor komoditi hasil laut Indonesia di Eropa, khususnya di Norwegia.  Untuk itu dia mengundang partisipasi SN-AS dalam pameran perdagangan  Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan diadakan di ICE BSD Banten Oktober  mendatang, sekaligus pelaksanaan BtoB Meeting dan mengunjungi  sentra-sentra penangkapan/budidaya/pengolahan ikan lestari (sustainable  fisheries) di Indonesia.


Sementara itu dalam pertemuan dengan pemilik perusahaan Scanesia AS,  di gudang penyimpanan (warehouse) Scanesia AS, Oppeg&amp;aring;rd, Ski sekitar  37km selatan Oslo, Mrs. Emmy J&amp;oslash;rgensen menyampaikan perusahaanya telah  beroperasi puluhan tahun mengimpor produk makanan/minuman kemasan dari  Indonesia dipasarkan di Norwegia, dan negara Nordik.

Beberapa produk makanan/minuman kemasan Indonesia yang diimpor antara  lain beragam bumbu masak dan sambal/kecap/saus kacang KOKITA, Mie  Instan dan sambal/kecap ABC, mie/spagheti kemasan dan sambal/kecap/bumbu  sate BALI Kithcen, NU Green Tea, Exotico (minuman kemasan), Permen Jahe  (Sina &amp;ndash; Sidoarjo), Bon Cabe KOBE, jus buah (kemasan) ABC, dan  sebagainya.

Scanesia AS merupakan salah satu importir yang secara konsisten  mengimpor dan memasarkan produk yang mengandung minyak sawit Indonesia  di Norwegia, sekaligus mendukung berbagai kampanye positif sawit  Indonesia di Norwegia.</content:encoded></item></channel></rss>
