<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengangguran di Indonesia Paling Banyak Lulusan SMK</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2019 sebanyak 6,82 juta orang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052138/pengangguran-di-indonesia-paling-banyak-lulusan-smk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052138/pengangguran-di-indonesia-paling-banyak-lulusan-smk"/><item><title>Pengangguran di Indonesia Paling Banyak Lulusan SMK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052138/pengangguran-di-indonesia-paling-banyak-lulusan-smk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/06/320/2052138/pengangguran-di-indonesia-paling-banyak-lulusan-smk</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2019 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/06/320/2052138/pengangguran-di-indonesia-paling-banyak-lulusan-smk-YgTWJOosN0.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/06/320/2052138/pengangguran-di-indonesia-paling-banyak-lulusan-smk-YgTWJOosN0.jpeg</image><title>Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2019 sebanyak 6,82 juta orang. Jumlah ini menurun 50 ribu orang dari posisi Februari 2018 yang sebanyak 6,87 juta orang.
Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, jumlah pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di antara tingkat pendidikan lainnya. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.
Baca Juga: BPS: Pengangguran Berkurang 50 Ribu Orang
 
&quot;Tingkat pengangguran terbuka tertinggi pada jenjang pendidikan SMK sebesar 8,63%,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Adapun tingkat pengangguran dari penduduk berpendidikan SD ke bawah sebesar 2,56%. &quot;Karena ketika pendidikan SD ke bawah ini mencari pekerjaan tidak pilih-pilih sama sekali,&quot; imbuh dia.

Di sisi lain, tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 5,18%, kemudian lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,19%.
Lalu tingkat pengangguran dari lulusan pendidikan Diploma I/II/III sebesar 7,92%. Sedangkan dari lulusan universitas tingkat penganggurannya 6,31%.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2019 sebanyak 6,82 juta orang. Jumlah ini menurun 50 ribu orang dari posisi Februari 2018 yang sebanyak 6,87 juta orang.
Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, jumlah pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di antara tingkat pendidikan lainnya. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.
Baca Juga: BPS: Pengangguran Berkurang 50 Ribu Orang
 
&quot;Tingkat pengangguran terbuka tertinggi pada jenjang pendidikan SMK sebesar 8,63%,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Adapun tingkat pengangguran dari penduduk berpendidikan SD ke bawah sebesar 2,56%. &quot;Karena ketika pendidikan SD ke bawah ini mencari pekerjaan tidak pilih-pilih sama sekali,&quot; imbuh dia.

Di sisi lain, tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 5,18%, kemudian lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,19%.
Lalu tingkat pengangguran dari lulusan pendidikan Diploma I/II/III sebesar 7,92%. Sedangkan dari lulusan universitas tingkat penganggurannya 6,31%.</content:encoded></item></channel></rss>
