<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspadai Dampak Memanasnya Perang Dagang AS-China</title><description>Memanasnya kembali perang dagang antara Amerika Serikat (AS) versus China telah berdampak pada pasar keuangan seluruh dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/10/20/2053880/waspadai-dampak-memanasnya-perang-dagang-as-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/10/20/2053880/waspadai-dampak-memanasnya-perang-dagang-as-china"/><item><title>Waspadai Dampak Memanasnya Perang Dagang AS-China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/10/20/2053880/waspadai-dampak-memanasnya-perang-dagang-as-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/10/20/2053880/waspadai-dampak-memanasnya-perang-dagang-as-china</guid><pubDate>Jum'at 10 Mei 2019 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/10/20/2053880/waspadai-dampak-memanasnya-perang-dagang-as-china-JvCT1eeQuA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/10/20/2053880/waspadai-dampak-memanasnya-perang-dagang-as-china-JvCT1eeQuA.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Koran Sindo</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Memanasnya kembali perang dagang antara Amerika Serikat (AS) versus China telah berdampak pada pasar keuangan seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak seminggu terakhir telah turun drastis ke level di bawah 6.200. Jika pada 30 April 2019 IHSG masih bertengger di level 6.455, namun pada penutupan perdagangan saham kemarin IHSG terpuruk ke level 6.198.

&amp;rdquo;Kalau soal Trump dan China, itu urusannya dunia, bukan cuma Indonesia. Artinya, kalau Trump kan kadangkadang enggak bisa diduga, tapi intinya kalau mereka bisa menyelesaikan perang dagang ini, semua akan lebih baik, dunia akan normal. Kalau tidak, ya akan ada tekanan bagi dunia, tidak hanya bagi Indonesia,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Dampak Perang Dagang, Harga Sepatu hingga iPhone Naik di AS
Dia menyatakan, akan masih menunggu perundingan yang akan dilakukan oleh beberapa negara mengenai kenaikan tarif impor. Sebelumnya AS mengancam bakal kembali menerapkan tarif tinggi bea impor terbaru terhadap produk-produk asal China senilai USD200 miliar yang bakal berlaku Jumat (10/5) ini apabila negosiasi AS dan China menemui titik buntu.

&amp;rdquo;Orang kita belum tahu seperti apa persisnya ini semua. Kita tunggu aja dulu. Jangan ditebak- tebak deh. Yang jelas, sekarang ini ekonomi dunia sedang melambat dan bisa melambat lagi kalau dia (Trump) menaikkan tarif ke China,&amp;rdquo; jelasnya.

Menurut Darmin, pemerintah tetap konsisten membenahi perekonomian dari sisi suplai dalam kerangka perencanaan pembangunan. Gagasan tersebut ditempuh melalui upaya pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM, dan perbaikan tata kelola pertanahan.

&amp;rdquo;Ketiganya adalah persoalan yang perlu dibenahi dari dulu. Kita bukan sekadar mengejar pertumbuhan, tapi juga mendorong pemerataan,&amp;rdquo; ujarnya. Darmin menjelaskan, negara yang membangun infrastruktur secara besar-besaran pasti memiliki capital outflow ratio yang tinggi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Perang Dagang AS-China Kembali Memanas, Dolar Keok
Artinya, diperlukan modal atau dana yang lebih besar untuk mendorong 1% pertumbuhan. Namun, biaya yang mahal itu akan terbayar dengan pembangunan jangka panjang hingga 30-40 tahun.

Selain dengan terus membangun infrastruktur, pemerintah akan menyandingkannya dengan persoalan SDM dan pertanahan untuk menaikkan angka pertumbuhan. Hal tersebut diyakini dapat melahirkan capital outflow ratio yang lebih rendah.

&amp;rdquo;Jadi dengan saving yang sama, mobilisasi dana asing yang sama, tapi dengan capital outflow ratio yang lebih rendah, kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.
Untuk mengimbangi pembangunan fisik, soft infrastructure dikembangkan  melalui peningkatan kualitas SDM dengan merumuskan pendidikan dan  pelatihan vokasi.

Pemerintah pun telah menyusun Roadmap Kebijakan Pengembangan Vokasi  untuk menghadapi era Industri 4.0 dan ekonomi digital. Sementara Menteri  Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan, Indonesia selalu  mewaspadai perkembangan ekonomi global imbas kelanjutan konflik dagang  AS dengan China, yang bisa memengaruhi ekonomi dalam negeri.

&amp;rdquo;Kita melihat perekonomian Amerika Serikat positif dan di sisi lain  terjadi pelemahan di negara-negara lain (emerging markets ) semakin  terlihat, kita harus semakin waspada,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani.

Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Capai 6%

Di sisi lain, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan  Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) menargetkan pertumbuhan  ekonomi Indonesia mencapai 5,4% hingga 6% per tahun pada Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Agenda pembangunan RPJMN 2020-2024 difokuskan pada peningkatan sumber  daya manusia (SDM) dan berdaya saing. Adapun lima prioritas nasional  dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2020 adalah pembangunan manusia  dan pengentasan kemiskinan, infrastruktur dan pemerataan wilayah, nilai  tambah sektor riil, industrialisasi dan kesempatan kerja, ketahanan air  dan lingkungan hidup, serta kestabilan pertahanan dan keamanan negara.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk  mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 6% diperlukan transformasi  ekonomi, terutama peningkatan produktivitas di sektor pertanian,  industri, dan jasa.

Di sisi lain, defisit transaksi berjalan juga harus dikurangi untuk  mendukung pertumbuhan yang lebih tinggi. &amp;rdquo;Untuk mencapai pertumbuhan  ekonomi 5,4-6% ada tiga skenario. Baseline 5,4% ratarata per tahun  selama lima tahun ke depan.

Skenario moderat 5,7% rata-rata per tahun dan skenario tinggi 6%  pertahun. Tentunya ini masih teknokratik akan ditetapkan jadi target,&amp;rdquo;  ujarnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional  (Musrenbangnas) dalam rangka penyusunan RKP 2020 di Jakarta kemarin.

Bambang melanjutkan, investasi ditargetkan tumbuh 7% per tahun.  Sementara ekspor harus dialihkan dari komoditas ke manufaktur. &amp;rdquo;Potensi  ekspor sekarang didominasi pengolahan makanan.

Kita harus perkuat ekspor tekstil, automotif, elektronik, dan  farmasi,&amp;rdquo; imbuhnya. Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memindahkan  ibu kota negara dengan memasukannya dalam RPJMN 2020-2024.

Pemindahan ibu kota negara menjadi rencana jangka panjang pemerintah  yang bertujuan mengurangi beban Kota Jakarta. Di sisi lain, juga  memberikan kesempatan di luar daerah untuk lebih berkembang.

&amp;rdquo;Nanti ketika sudah jelas kapan pelaksanaannya, akan kita lakukan  penyesuaian untuk masuk RKP pada tahun bersangkutan. Namun, ini sudah  masuk dalam RPJMN lima tahun ke depan,&amp;rdquo; kata Bambang.

Pemerintah juga telah membuat rencana pembangunan jangka panjang  hingga 2045. Pada 2045, Indonesia ditargetkan menjadi negara dengan  ekonomi terbesar kelima di dunia.

Bambang menuturkan, visi Indonesia 2045 menjadi panduan mengenai arah  pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas, yaitu 100 tahun Indonesia.  Pada 2045, Indonesia akan menuju negara berpendapatan tinggi dan produk  domestik bruto (PDB) Indonesia terbesar kelima di dunia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Memanasnya kembali perang dagang antara Amerika Serikat (AS) versus China telah berdampak pada pasar keuangan seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak seminggu terakhir telah turun drastis ke level di bawah 6.200. Jika pada 30 April 2019 IHSG masih bertengger di level 6.455, namun pada penutupan perdagangan saham kemarin IHSG terpuruk ke level 6.198.

&amp;rdquo;Kalau soal Trump dan China, itu urusannya dunia, bukan cuma Indonesia. Artinya, kalau Trump kan kadangkadang enggak bisa diduga, tapi intinya kalau mereka bisa menyelesaikan perang dagang ini, semua akan lebih baik, dunia akan normal. Kalau tidak, ya akan ada tekanan bagi dunia, tidak hanya bagi Indonesia,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Dampak Perang Dagang, Harga Sepatu hingga iPhone Naik di AS
Dia menyatakan, akan masih menunggu perundingan yang akan dilakukan oleh beberapa negara mengenai kenaikan tarif impor. Sebelumnya AS mengancam bakal kembali menerapkan tarif tinggi bea impor terbaru terhadap produk-produk asal China senilai USD200 miliar yang bakal berlaku Jumat (10/5) ini apabila negosiasi AS dan China menemui titik buntu.

&amp;rdquo;Orang kita belum tahu seperti apa persisnya ini semua. Kita tunggu aja dulu. Jangan ditebak- tebak deh. Yang jelas, sekarang ini ekonomi dunia sedang melambat dan bisa melambat lagi kalau dia (Trump) menaikkan tarif ke China,&amp;rdquo; jelasnya.

Menurut Darmin, pemerintah tetap konsisten membenahi perekonomian dari sisi suplai dalam kerangka perencanaan pembangunan. Gagasan tersebut ditempuh melalui upaya pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM, dan perbaikan tata kelola pertanahan.

&amp;rdquo;Ketiganya adalah persoalan yang perlu dibenahi dari dulu. Kita bukan sekadar mengejar pertumbuhan, tapi juga mendorong pemerataan,&amp;rdquo; ujarnya. Darmin menjelaskan, negara yang membangun infrastruktur secara besar-besaran pasti memiliki capital outflow ratio yang tinggi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Perang Dagang AS-China Kembali Memanas, Dolar Keok
Artinya, diperlukan modal atau dana yang lebih besar untuk mendorong 1% pertumbuhan. Namun, biaya yang mahal itu akan terbayar dengan pembangunan jangka panjang hingga 30-40 tahun.

Selain dengan terus membangun infrastruktur, pemerintah akan menyandingkannya dengan persoalan SDM dan pertanahan untuk menaikkan angka pertumbuhan. Hal tersebut diyakini dapat melahirkan capital outflow ratio yang lebih rendah.

&amp;rdquo;Jadi dengan saving yang sama, mobilisasi dana asing yang sama, tapi dengan capital outflow ratio yang lebih rendah, kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.
Untuk mengimbangi pembangunan fisik, soft infrastructure dikembangkan  melalui peningkatan kualitas SDM dengan merumuskan pendidikan dan  pelatihan vokasi.

Pemerintah pun telah menyusun Roadmap Kebijakan Pengembangan Vokasi  untuk menghadapi era Industri 4.0 dan ekonomi digital. Sementara Menteri  Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan, Indonesia selalu  mewaspadai perkembangan ekonomi global imbas kelanjutan konflik dagang  AS dengan China, yang bisa memengaruhi ekonomi dalam negeri.

&amp;rdquo;Kita melihat perekonomian Amerika Serikat positif dan di sisi lain  terjadi pelemahan di negara-negara lain (emerging markets ) semakin  terlihat, kita harus semakin waspada,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani.

Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Capai 6%

Di sisi lain, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan  Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) menargetkan pertumbuhan  ekonomi Indonesia mencapai 5,4% hingga 6% per tahun pada Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Agenda pembangunan RPJMN 2020-2024 difokuskan pada peningkatan sumber  daya manusia (SDM) dan berdaya saing. Adapun lima prioritas nasional  dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2020 adalah pembangunan manusia  dan pengentasan kemiskinan, infrastruktur dan pemerataan wilayah, nilai  tambah sektor riil, industrialisasi dan kesempatan kerja, ketahanan air  dan lingkungan hidup, serta kestabilan pertahanan dan keamanan negara.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk  mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 6% diperlukan transformasi  ekonomi, terutama peningkatan produktivitas di sektor pertanian,  industri, dan jasa.

Di sisi lain, defisit transaksi berjalan juga harus dikurangi untuk  mendukung pertumbuhan yang lebih tinggi. &amp;rdquo;Untuk mencapai pertumbuhan  ekonomi 5,4-6% ada tiga skenario. Baseline 5,4% ratarata per tahun  selama lima tahun ke depan.

Skenario moderat 5,7% rata-rata per tahun dan skenario tinggi 6%  pertahun. Tentunya ini masih teknokratik akan ditetapkan jadi target,&amp;rdquo;  ujarnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional  (Musrenbangnas) dalam rangka penyusunan RKP 2020 di Jakarta kemarin.

Bambang melanjutkan, investasi ditargetkan tumbuh 7% per tahun.  Sementara ekspor harus dialihkan dari komoditas ke manufaktur. &amp;rdquo;Potensi  ekspor sekarang didominasi pengolahan makanan.

Kita harus perkuat ekspor tekstil, automotif, elektronik, dan  farmasi,&amp;rdquo; imbuhnya. Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memindahkan  ibu kota negara dengan memasukannya dalam RPJMN 2020-2024.

Pemindahan ibu kota negara menjadi rencana jangka panjang pemerintah  yang bertujuan mengurangi beban Kota Jakarta. Di sisi lain, juga  memberikan kesempatan di luar daerah untuk lebih berkembang.

&amp;rdquo;Nanti ketika sudah jelas kapan pelaksanaannya, akan kita lakukan  penyesuaian untuk masuk RKP pada tahun bersangkutan. Namun, ini sudah  masuk dalam RPJMN lima tahun ke depan,&amp;rdquo; kata Bambang.

Pemerintah juga telah membuat rencana pembangunan jangka panjang  hingga 2045. Pada 2045, Indonesia ditargetkan menjadi negara dengan  ekonomi terbesar kelima di dunia.

Bambang menuturkan, visi Indonesia 2045 menjadi panduan mengenai arah  pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas, yaitu 100 tahun Indonesia.  Pada 2045, Indonesia akan menuju negara berpendapatan tinggi dan produk  domestik bruto (PDB) Indonesia terbesar kelima di dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
