<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Dagang AS-China Memanas, Wall Street Jatuh</title><description>Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh lebih dari 2% pada pembukaan perdagangan Senin (13/5/2019) waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/13/278/2055268/perang-dagang-as-china-memanas-wall-street-jatuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/13/278/2055268/perang-dagang-as-china-memanas-wall-street-jatuh"/><item><title>Perang Dagang AS-China Memanas, Wall Street Jatuh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/13/278/2055268/perang-dagang-as-china-memanas-wall-street-jatuh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/13/278/2055268/perang-dagang-as-china-memanas-wall-street-jatuh</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2019 22:46 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/13/278/2055268/perang-dagang-as-china-memanas-wall-street-jatuh-S9wmX80Yex.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/13/278/2055268/perang-dagang-as-china-memanas-wall-street-jatuh-S9wmX80Yex.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh lebih dari 2% pada pembukaan perdagangan Senin (13/5/2019) waktu setempat, setelah China mengumumkan rencana balas dendam dengan mengenakan tarif yang lebih tinggi pada barang-barang asal AS. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dapat mendorong ekonomi AS ke arah resesi.
Dow Jones Industrial Average tercatat turun dalam yakni 518,98 poin atau 2% menjadi 25.423,39. Lalu S&amp;amp;P 500 juga dibuka turun 61,03 poin atau 2,12% jadi 2.820,37. Nasdaq Composite turut turun 219,42 poin atau 2,77%, menjadi 7.697,52 pada bel pembukaan.
Melansir Reuters, Senin (13/5/2019), investor cemas karena semakin panasnya perang dagang antara AS dan China. Setelah pekan lalu, Presiden AS Trump menaikkan tarif impor atas produk China senilai USD200 miliar dari 10% menjadi 25%, kini China membalas  dengan mengenakan tarif impor baru mulai dari 5%-25% terhadap 5.140 produk AS yang bernilai USD60 miliar pada 1 Juni 2019.
&quot;Setiap kenaikan tarif adalah hambatan bagi ekonomi global dan jika itu menyeret turun ekonomi, itu akan menurunkan pendapatan, sehingga saham akan bereaksi terhadap hal itu,&quot; ujar Kepala Strategi Pasar National Securities di New York, Art Hogan.
Indeks acuan S&amp;amp;P 500 pada perdagangan Jumat lalu, mencatatkan penurunan terburuk sejak Desember 2018, pasca Washington mengumumkan kenaikan tarif bagi barang-barang China senilai USD200 juta itu.
Laporan Bank of America Merrill menunjukkan tarif baru menimbulkan risiko penurunan pada laba 2019 per saham dari 1% hingga 3% untuk perusahaan S&amp;amp;P 500 jika tidak ada resolusi.
Adapun pergerakan saham yang juga terpengaruh, seperti Boeing Co yang turun 2,9% dan Caterpillar Inc turun 4%. Indeks chip Philadelphia turun 3,8%, menambah penurunan 6% minggu lalu. Lalu Micron Technology Inc, Intel Corp dan Qualcomm Inc turun antara 2,6% dan 3,3%.
Saham Uber Technologies Inc turun 7,4%, memperpanjang kerugian dari penurunan 7,6% pada Jumat, di hari pertama perdagangan sebagai perusahaan publik. Kelompok saham &quot;FAANG&quot; - Facebook Inc, Amazon.com Inc, Apple Inc, Netflix Inc dan induk Google Alphabet Inc - turun antara 1,7% dan 5%. (yau)</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh lebih dari 2% pada pembukaan perdagangan Senin (13/5/2019) waktu setempat, setelah China mengumumkan rencana balas dendam dengan mengenakan tarif yang lebih tinggi pada barang-barang asal AS. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dapat mendorong ekonomi AS ke arah resesi.
Dow Jones Industrial Average tercatat turun dalam yakni 518,98 poin atau 2% menjadi 25.423,39. Lalu S&amp;amp;P 500 juga dibuka turun 61,03 poin atau 2,12% jadi 2.820,37. Nasdaq Composite turut turun 219,42 poin atau 2,77%, menjadi 7.697,52 pada bel pembukaan.
Melansir Reuters, Senin (13/5/2019), investor cemas karena semakin panasnya perang dagang antara AS dan China. Setelah pekan lalu, Presiden AS Trump menaikkan tarif impor atas produk China senilai USD200 miliar dari 10% menjadi 25%, kini China membalas  dengan mengenakan tarif impor baru mulai dari 5%-25% terhadap 5.140 produk AS yang bernilai USD60 miliar pada 1 Juni 2019.
&quot;Setiap kenaikan tarif adalah hambatan bagi ekonomi global dan jika itu menyeret turun ekonomi, itu akan menurunkan pendapatan, sehingga saham akan bereaksi terhadap hal itu,&quot; ujar Kepala Strategi Pasar National Securities di New York, Art Hogan.
Indeks acuan S&amp;amp;P 500 pada perdagangan Jumat lalu, mencatatkan penurunan terburuk sejak Desember 2018, pasca Washington mengumumkan kenaikan tarif bagi barang-barang China senilai USD200 juta itu.
Laporan Bank of America Merrill menunjukkan tarif baru menimbulkan risiko penurunan pada laba 2019 per saham dari 1% hingga 3% untuk perusahaan S&amp;amp;P 500 jika tidak ada resolusi.
Adapun pergerakan saham yang juga terpengaruh, seperti Boeing Co yang turun 2,9% dan Caterpillar Inc turun 4%. Indeks chip Philadelphia turun 3,8%, menambah penurunan 6% minggu lalu. Lalu Micron Technology Inc, Intel Corp dan Qualcomm Inc turun antara 2,6% dan 3,3%.
Saham Uber Technologies Inc turun 7,4%, memperpanjang kerugian dari penurunan 7,6% pada Jumat, di hari pertama perdagangan sebagai perusahaan publik. Kelompok saham &quot;FAANG&quot; - Facebook Inc, Amazon.com Inc, Apple Inc, Netflix Inc dan induk Google Alphabet Inc - turun antara 1,7% dan 5%. (yau)</content:encoded></item></channel></rss>
