<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementan Klaim Tidak Ada Kenaikan Harga Pangan Selama Ramadan</title><description>Dari 12 komoditas seperti beras hingga daging, harga pangan selama Puasa cenderung terkendali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/13/320/2055070/kementan-klaim-tidak-ada-kenaikan-harga-pangan-selama-ramadan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/13/320/2055070/kementan-klaim-tidak-ada-kenaikan-harga-pangan-selama-ramadan"/><item><title>Kementan Klaim Tidak Ada Kenaikan Harga Pangan Selama Ramadan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/13/320/2055070/kementan-klaim-tidak-ada-kenaikan-harga-pangan-selama-ramadan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/13/320/2055070/kementan-klaim-tidak-ada-kenaikan-harga-pangan-selama-ramadan</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2019 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/13/320/2055070/kementan-klaim-tidak-ada-kenaikan-harga-pangan-selama-ramadan-d7BTf0rDd1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang Pasar. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/13/320/2055070/kementan-klaim-tidak-ada-kenaikan-harga-pangan-selama-ramadan-d7BTf0rDd1.jpg</image><title>Pedagang Pasar. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim tidak ada kenaikan harga pangan saat ini. Dari 12 komoditas seperti beras hingga daging, harga pangan selama Puasa cenderung terkendali.
&quot;Tidak ada yang naik harga. Mana yang naik,&quot; kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, dalam Forum Merdeka Barat (FMB), Senin (13/5/2019).
Agung mengakui, memang pada April, harga bawang merah dan cabai mengalami kenaikan harga. Hanya saja, sekarang sudah masuk musim panen sehingga harga bisa dikendalikan.
Baca Juga: Begini Upaya Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Bahan Pokok di Bulan Puasa
 
&quot;Kemarin April ada yang naik bawang merah, cabai karena belum panen. Bulai Mei sekarang sudah panen. Mei-Juni hampir 200.000 ton dengan konsumsi 150.000 ton. Jadi ini over. Bawang merah itu sekarang panen 250.000,&quot; tuturnya.
Sementara itu terkait lonjakan harga bawang putih, Agung mengakui, konsumsi komoditas ini 90% dipenuhi dari impor. Akan tetapi pemerintah tengah mempersiapkan segala sesuatunya supaya 2021 bisa swasembada bawang putih.

&quot;Ada mekanisme yang disiapkan, kebutuhan bawang putih 600.000 ton per tahun, bisa dipenuhi dengan 60.000 ha. Hari ini luas pertanaman baru 20.000 ha,&quot; tuturnya.
Untuk bisa swasembada, kata Agung,  dari luas lahan produksi dari 20.000 ha akan diperuntukkan untuk benih di lahan yang baru.
&quot;Jadi kita siapkan 2021 swasembada dengan penanaman. Selain itu para importir yang dapat izin juga wajib tanam 5%,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim tidak ada kenaikan harga pangan saat ini. Dari 12 komoditas seperti beras hingga daging, harga pangan selama Puasa cenderung terkendali.
&quot;Tidak ada yang naik harga. Mana yang naik,&quot; kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, dalam Forum Merdeka Barat (FMB), Senin (13/5/2019).
Agung mengakui, memang pada April, harga bawang merah dan cabai mengalami kenaikan harga. Hanya saja, sekarang sudah masuk musim panen sehingga harga bisa dikendalikan.
Baca Juga: Begini Upaya Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Bahan Pokok di Bulan Puasa
 
&quot;Kemarin April ada yang naik bawang merah, cabai karena belum panen. Bulai Mei sekarang sudah panen. Mei-Juni hampir 200.000 ton dengan konsumsi 150.000 ton. Jadi ini over. Bawang merah itu sekarang panen 250.000,&quot; tuturnya.
Sementara itu terkait lonjakan harga bawang putih, Agung mengakui, konsumsi komoditas ini 90% dipenuhi dari impor. Akan tetapi pemerintah tengah mempersiapkan segala sesuatunya supaya 2021 bisa swasembada bawang putih.

&quot;Ada mekanisme yang disiapkan, kebutuhan bawang putih 600.000 ton per tahun, bisa dipenuhi dengan 60.000 ha. Hari ini luas pertanaman baru 20.000 ha,&quot; tuturnya.
Untuk bisa swasembada, kata Agung,  dari luas lahan produksi dari 20.000 ha akan diperuntukkan untuk benih di lahan yang baru.
&quot;Jadi kita siapkan 2021 swasembada dengan penanaman. Selain itu para importir yang dapat izin juga wajib tanam 5%,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
