<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Dagang II, China Balas Kenakan Tarif Impor USD60 Miliar untuk Produk AS</title><description>China mengatakan, pihaknya mengenakan tarif pajak impor senilai USD60 miliar dari Amerika sebagai tindakan balasan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/14/20/2055352/perang-dagang-ii-china-balas-kenakan-tarif-impor-usd60-miliar-untuk-produk-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/14/20/2055352/perang-dagang-ii-china-balas-kenakan-tarif-impor-usd60-miliar-untuk-produk-as"/><item><title>Perang Dagang II, China Balas Kenakan Tarif Impor USD60 Miliar untuk Produk AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/14/20/2055352/perang-dagang-ii-china-balas-kenakan-tarif-impor-usd60-miliar-untuk-produk-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/14/20/2055352/perang-dagang-ii-china-balas-kenakan-tarif-impor-usd60-miliar-untuk-produk-as</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2019 07:42 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/14/20/2055352/perang-dagang-ii-china-balas-kenakan-tarif-impor-usd60-miliar-untuk-produk-as-xPH7MH7q6g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/14/20/2055352/perang-dagang-ii-china-balas-kenakan-tarif-impor-usd60-miliar-untuk-produk-as-xPH7MH7q6g.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - China mengatakan, pihaknya mengenakan tarif pajak impor senilai USD60 miliar dari Amerika sebagai tindakan balasan setelah Presiden Donald Trump menaikkan pajak terhadap barang-barang China senilai USD200 miliar yang dikirim ke Amerika dan mengenakan pajak terhadap ekspor China lainnya senilai USD300 miliar.

Kementerian Keuangan China mengatakan pajak baru sebesar lima hingga 25% yang akan diberlakukan 1 Juni dan berdampak pada 5.140 produk AS yang diekspor ke China. Beijing mengatakan tanggapannya menyasar &quot;unilateralisme dan proteksionisme perdagangan AS.&quot;

&quot;China tidak akan pernah menyerah pada tekanan asing,&quot; kata Kementerian Luar Negeri China seperti dilansir Voa Indonesia, Jakarta, Selasa (14/5/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: China Balas Dendam ke AS, Wall Street Terkapar
&quot;Kita bertekad dan mampu melindungi hak dan kepentingan kita yang sah. Kita masih berharap A.S. bersedia mencari jalan tengah,&quot; tambah pernyataan itu.

Pajak baru China itu keluar beberapa jam setelah Trump, di Twitter, mendesak China agar tidak menyerang balik dan mengklaim &quot;China sudah memanfaatkan Amerika selama bertahun-tahun, sehingga mereka jauh di depan (Presiden kita tidak bertindak). Oleh karenanya China seharusnya tidak membalas - (karena) hanya akan bertambah buruk! &quot;

Peningkatan saling balas tarif pajak itu berdampak langsung pada pasar saham AS, dengan anjloknya rata-rata saham Dow Jones Industrial lebih dari dua persen dalam perdagangan tengah hari di New York.
&amp;nbsp;Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas, Wall Street Jatuh
Pengumuman China keluar setelah dua negara ekonomi terbesar di dunia itu mengakhiri pembicaraan perdagangan terbaru pada hari Jumat (10/5) di Washington tanpa mencapai kesepakatan.

Kepala penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada Fox News, Minggu &quot;kedua pihak akan dirugikan&quot; akibat meningkatnya perang dagang.</description><content:encoded>JAKARTA - China mengatakan, pihaknya mengenakan tarif pajak impor senilai USD60 miliar dari Amerika sebagai tindakan balasan setelah Presiden Donald Trump menaikkan pajak terhadap barang-barang China senilai USD200 miliar yang dikirim ke Amerika dan mengenakan pajak terhadap ekspor China lainnya senilai USD300 miliar.

Kementerian Keuangan China mengatakan pajak baru sebesar lima hingga 25% yang akan diberlakukan 1 Juni dan berdampak pada 5.140 produk AS yang diekspor ke China. Beijing mengatakan tanggapannya menyasar &quot;unilateralisme dan proteksionisme perdagangan AS.&quot;

&quot;China tidak akan pernah menyerah pada tekanan asing,&quot; kata Kementerian Luar Negeri China seperti dilansir Voa Indonesia, Jakarta, Selasa (14/5/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: China Balas Dendam ke AS, Wall Street Terkapar
&quot;Kita bertekad dan mampu melindungi hak dan kepentingan kita yang sah. Kita masih berharap A.S. bersedia mencari jalan tengah,&quot; tambah pernyataan itu.

Pajak baru China itu keluar beberapa jam setelah Trump, di Twitter, mendesak China agar tidak menyerang balik dan mengklaim &quot;China sudah memanfaatkan Amerika selama bertahun-tahun, sehingga mereka jauh di depan (Presiden kita tidak bertindak). Oleh karenanya China seharusnya tidak membalas - (karena) hanya akan bertambah buruk! &quot;

Peningkatan saling balas tarif pajak itu berdampak langsung pada pasar saham AS, dengan anjloknya rata-rata saham Dow Jones Industrial lebih dari dua persen dalam perdagangan tengah hari di New York.
&amp;nbsp;Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas, Wall Street Jatuh
Pengumuman China keluar setelah dua negara ekonomi terbesar di dunia itu mengakhiri pembicaraan perdagangan terbaru pada hari Jumat (10/5) di Washington tanpa mencapai kesepakatan.

Kepala penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada Fox News, Minggu &quot;kedua pihak akan dirugikan&quot; akibat meningkatnya perang dagang.</content:encoded></item></channel></rss>
