<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rampung 2020, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2021</title><description>Pembangunan proyek kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung akhir 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/15/320/2055835/rampung-2020-kereta-api-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/15/320/2055835/rampung-2020-kereta-api-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-2021"/><item><title>Rampung 2020, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/15/320/2055835/rampung-2020-kereta-api-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/15/320/2055835/rampung-2020-kereta-api-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-2021</guid><pubDate>Rabu 15 Mei 2019 08:41 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/15/320/2055835/rampung-2020-kereta-api-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-2021-6AO6shJKas.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/15/320/2055835/rampung-2020-kereta-api-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-2021-6AO6shJKas.jpg</image><title>Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Pembangunan proyek kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung akhir 2020. Proyek tersebut nantinya bakal terintegrasi dengan infrastruktur transportasi lain di Bandung dan sekitarnya sehingga membantu tumbuhnya kawasan ekonomi baru.

Setelah rampung akhir tahun depan, KA cepat yang pertama di kawasan Asia Tenggara itu diharapkan dapat beroperasi pada 2021. Target tersebut optimistis tercapai setelah melihat progres pembangunan hingga kemarin yang telah mencapai 17,8%.

&amp;ldquo;Akhir 2019 kami harap progresnya bisa mencapai 60%. Saya akan terus mengawal dan memastikan proyek berjalan baik. Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan dari semua pihak, baik Pemda Jawa Barat, stakeholder dan masyarakat,&amp;rdquo; ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno saat menyaksikan pengerjaan penembusan tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati, Desa Kanagasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Rini: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Akhir 2020

Pengerjaan terowongan sepanjang 608 meter itu dilaksanakan selama 15 bulan. Ini adalah tunnel pertama dari 13 tunnel jalur kereta cepat Jakarta-Bandung lainnya yang berhasil ditembus.

Selain Rini, detik-detik penembusan Tunnel Walini yang dikemas dalam seremonial bertajuk &amp;ldquo;Tunnel Walini Breakthrough&amp;rdquo; itu juga turut disaksikan Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian, Direktur Jendral Pengadaaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Arie Yuriwin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna serta sejumlah Direksi BUMN.

Pada kesempatan tersebut, Rini menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian BUMN terus mendorong penyelesaian proyek Kereta Cepat sehingga nantinya kehadiran proyek ini mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian baru.

&amp;ldquo;Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, keberadaan proyek ini bertujuan mengurai kepadatan baik di Jakarta maupun di Bandung sehingga mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian yang baru dan mendorong pemerataan ekonomi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Rini Targetkan Pembangunan Kereta Cepat Capai 59% Tahun Ini
Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra menyampaikan apresiasi kepada para kontraktor atas keberhasilannya menembus Tunnel Walini. Pengerjaan tunnel menjadi salah satu prioritas dalam proyek kereta cepat Jakarta Bandung dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan durasi kerja yang lama. Dengan demikian, Chandra meyakini bahwa titik-titik pembangunan lainnya yang kini sedang dikerjakan akan segera rampung.

Apresiasi yang sama juga ditujukan kepada Pemerintah Indonesia yang selama ini terus memberikan dukungan dan berperan aktif dalam menyelesaikan sejumlah hambatan yang dihadapi saat mengerjakan proyek kereta cepat.

&quot;Berkat dukungan dari seluruh pihak, kini, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung telah mencapai progress 17,38%. Pembangunannya sedang digelar secara masif dan merata di berbagai titik guna mencapai target progress pada akhir tahun ini 59,78%,&amp;rdquo; ujarnya.

&quot;Milestone ini akan semakin menumbuhkan keyakinan dalam diri masyarakat Indonesia bahwa memiliki kereta cepat di Indonesia bukan lagi menjadi impian yang tidak bisa diwujudkan,&quot; ungkap Chandra.
Sebagai tunnel pertama yang berhasil ditembus, Tunnel Walini memiliki  lebar diameter dalam mencapai 12,6 meter dan lebar diameter luar  mencapai 14,3 meter. Terowongan ini memiliki wesel di dalamnya serta dua  jalur kereta cepat dengan posisi DK95+472 pada inlet dan DK96+080 pada  outlet. Sisi outlet dari tunnel ini akan langsung terhubung dengan  Stasiun Walini.

Proses konstruksi Tunnel Walini dilakukan pada sisi inlet dan outlet  secara bersamaan dengan menggunakan metode open-cut dengan menggali  permukaan tanah hingga ke dasar galian dengan sudut lereng galian  tertentu (slope angle). Tunnel Walini sendiri merupakan tunnel garis  lurus dengan kemiringan satu per mil dan memiliki klasifikasi tingkat  batuan yang cukup tinggi (grade V) serta kedalaman maksimum 37 meter.

Dengan metode ini, sisi inlet tunnel memiliki total panjang galian  228 meter sedangkan sisi outlet sepanjang 380 meter. Pengerjaannya  sendiri melibatkan lebih dari 120 pekerja konstruksi dengan penggalian  tunnel mencapai rata&amp;ndash;rata 35 meter dan pengecoran secondary lining  rata-rata 36 meter setiap bulannya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik progres pembangunan  kereta cepat Jakarta-Bandung yang dinilai luar biasa. Emil, sapaan akrab  Ridwan Kamil berharap, di akhir 2019, konstruksi KCJB bisa mencapai  progres yang lebih mendekati target sehingga kereta cepat tersebut  beroperasi pada 2021.

Dengan kewenangannya sebagai Gubernur, Emil menyatakan, Pemprov Jabar  telah menyelesaikan berbagai dinamika yang mengemuka selama proyek  berlangsung. &quot;Terakhir kita bahas yang melewati Purwakarta, melewati  tambang-tambang yang juga bagian dari jalur. Kemudian, kita juga sudah  putuskan koneksi dari Tegalluar ke Kota Bandung dengan LRT adalah dua  kilometer. Dari situ nyambung ke eksisting jalur kereta ke Kebonkawung,  pusat Kota Bandung,&quot; papar Emil.

Selain itu, ujar Emil, akan dibangun stasiun transit yang berlokasi  di kawasan sekitar Masjid Raya Al-Jabbar, tepatnya di Gedebage, Kota  Bandung.

Menurut Emil, proyek kereta api cepat ini akan menjadi kebanggaan  nasional. Selain mendukung pergerakan ekonomi, kehadiran kereta cepat  juga diyakini melahirkan kota-kota baru.

&quot;Penduduk Jawa Barat ini hampir 50 juta. Dengan lahirnya kota-kota  baru akan menjadi titik pemerataan pertumbuhan. Suatu saat, bukan tidak  mungkin ada warga Walini kerjanya di Jakarta,&quot; katanya.

Dia berharap, model percepatan transportasi ini bisa menjadi  penghubung di daerah strategis lain dengan pertumbuhan industrinya yang  cepat.

Sementara itu, Rini mengatakan, terkait pembebasan lahan sudah hampir  rampung 100%. Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 4% pembebasan lahan  yang sedang dirampungkan dan diharapkan tak mendapati masalah berarti.
Dalam rancangannya ke depan, stasiun kereta cepat Walini akan   terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnnya guna meningkatkan   aksesibilitas dan mobilitas masyarakat pada kawasan tersebut.

&quot;Dengan lahan seluas 1.278 hektare, Walini merupakan salah satu titik   proyek kereta cepat yang diproyeksikan sebagai kawasan TOD (Transit   Oriented Development),&quot; kata Chandra.

Adapun sistem integrasi dan pembangunan infrastruktur transportasi   umum yang baik pada kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan   produktivitas masyarakat, sehingga dapat menstimulasi daya saing dan   penumbuhan ekonomi secara efektif.

Di bagian lain, proyek pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya   hingga saat ini masih menunggu selesainya studi kelayakan yang   dikerjakan Japan International Cooperation Agency (JICA). Study tersebut   baru akan dimulai pada Juni mendatang.

Terkait hal ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan,   pemerintah akan memyerahkan studi kelayakan sepenuhnya kepada JICA   selaku pengembang proyek. &amp;ldquo;Selanjutnya setelah studi kelayakan   pemerintah akan memfasilitasi,&amp;rdquo; kata Budi di Palembang, pekan lalu.

Dia menambahkan FS akan memakan waktu sekitar setahun. Adapun pengerja annyasekitar 3-4 tahun ke depan.</description><content:encoded>BANDUNG - Pembangunan proyek kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung akhir 2020. Proyek tersebut nantinya bakal terintegrasi dengan infrastruktur transportasi lain di Bandung dan sekitarnya sehingga membantu tumbuhnya kawasan ekonomi baru.

Setelah rampung akhir tahun depan, KA cepat yang pertama di kawasan Asia Tenggara itu diharapkan dapat beroperasi pada 2021. Target tersebut optimistis tercapai setelah melihat progres pembangunan hingga kemarin yang telah mencapai 17,8%.

&amp;ldquo;Akhir 2019 kami harap progresnya bisa mencapai 60%. Saya akan terus mengawal dan memastikan proyek berjalan baik. Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan dari semua pihak, baik Pemda Jawa Barat, stakeholder dan masyarakat,&amp;rdquo; ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno saat menyaksikan pengerjaan penembusan tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati, Desa Kanagasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Rini: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Akhir 2020

Pengerjaan terowongan sepanjang 608 meter itu dilaksanakan selama 15 bulan. Ini adalah tunnel pertama dari 13 tunnel jalur kereta cepat Jakarta-Bandung lainnya yang berhasil ditembus.

Selain Rini, detik-detik penembusan Tunnel Walini yang dikemas dalam seremonial bertajuk &amp;ldquo;Tunnel Walini Breakthrough&amp;rdquo; itu juga turut disaksikan Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian, Direktur Jendral Pengadaaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Arie Yuriwin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna serta sejumlah Direksi BUMN.

Pada kesempatan tersebut, Rini menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian BUMN terus mendorong penyelesaian proyek Kereta Cepat sehingga nantinya kehadiran proyek ini mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian baru.

&amp;ldquo;Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, keberadaan proyek ini bertujuan mengurai kepadatan baik di Jakarta maupun di Bandung sehingga mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian yang baru dan mendorong pemerataan ekonomi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Rini Targetkan Pembangunan Kereta Cepat Capai 59% Tahun Ini
Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra menyampaikan apresiasi kepada para kontraktor atas keberhasilannya menembus Tunnel Walini. Pengerjaan tunnel menjadi salah satu prioritas dalam proyek kereta cepat Jakarta Bandung dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan durasi kerja yang lama. Dengan demikian, Chandra meyakini bahwa titik-titik pembangunan lainnya yang kini sedang dikerjakan akan segera rampung.

Apresiasi yang sama juga ditujukan kepada Pemerintah Indonesia yang selama ini terus memberikan dukungan dan berperan aktif dalam menyelesaikan sejumlah hambatan yang dihadapi saat mengerjakan proyek kereta cepat.

&quot;Berkat dukungan dari seluruh pihak, kini, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung telah mencapai progress 17,38%. Pembangunannya sedang digelar secara masif dan merata di berbagai titik guna mencapai target progress pada akhir tahun ini 59,78%,&amp;rdquo; ujarnya.

&quot;Milestone ini akan semakin menumbuhkan keyakinan dalam diri masyarakat Indonesia bahwa memiliki kereta cepat di Indonesia bukan lagi menjadi impian yang tidak bisa diwujudkan,&quot; ungkap Chandra.
Sebagai tunnel pertama yang berhasil ditembus, Tunnel Walini memiliki  lebar diameter dalam mencapai 12,6 meter dan lebar diameter luar  mencapai 14,3 meter. Terowongan ini memiliki wesel di dalamnya serta dua  jalur kereta cepat dengan posisi DK95+472 pada inlet dan DK96+080 pada  outlet. Sisi outlet dari tunnel ini akan langsung terhubung dengan  Stasiun Walini.

Proses konstruksi Tunnel Walini dilakukan pada sisi inlet dan outlet  secara bersamaan dengan menggunakan metode open-cut dengan menggali  permukaan tanah hingga ke dasar galian dengan sudut lereng galian  tertentu (slope angle). Tunnel Walini sendiri merupakan tunnel garis  lurus dengan kemiringan satu per mil dan memiliki klasifikasi tingkat  batuan yang cukup tinggi (grade V) serta kedalaman maksimum 37 meter.

Dengan metode ini, sisi inlet tunnel memiliki total panjang galian  228 meter sedangkan sisi outlet sepanjang 380 meter. Pengerjaannya  sendiri melibatkan lebih dari 120 pekerja konstruksi dengan penggalian  tunnel mencapai rata&amp;ndash;rata 35 meter dan pengecoran secondary lining  rata-rata 36 meter setiap bulannya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik progres pembangunan  kereta cepat Jakarta-Bandung yang dinilai luar biasa. Emil, sapaan akrab  Ridwan Kamil berharap, di akhir 2019, konstruksi KCJB bisa mencapai  progres yang lebih mendekati target sehingga kereta cepat tersebut  beroperasi pada 2021.

Dengan kewenangannya sebagai Gubernur, Emil menyatakan, Pemprov Jabar  telah menyelesaikan berbagai dinamika yang mengemuka selama proyek  berlangsung. &quot;Terakhir kita bahas yang melewati Purwakarta, melewati  tambang-tambang yang juga bagian dari jalur. Kemudian, kita juga sudah  putuskan koneksi dari Tegalluar ke Kota Bandung dengan LRT adalah dua  kilometer. Dari situ nyambung ke eksisting jalur kereta ke Kebonkawung,  pusat Kota Bandung,&quot; papar Emil.

Selain itu, ujar Emil, akan dibangun stasiun transit yang berlokasi  di kawasan sekitar Masjid Raya Al-Jabbar, tepatnya di Gedebage, Kota  Bandung.

Menurut Emil, proyek kereta api cepat ini akan menjadi kebanggaan  nasional. Selain mendukung pergerakan ekonomi, kehadiran kereta cepat  juga diyakini melahirkan kota-kota baru.

&quot;Penduduk Jawa Barat ini hampir 50 juta. Dengan lahirnya kota-kota  baru akan menjadi titik pemerataan pertumbuhan. Suatu saat, bukan tidak  mungkin ada warga Walini kerjanya di Jakarta,&quot; katanya.

Dia berharap, model percepatan transportasi ini bisa menjadi  penghubung di daerah strategis lain dengan pertumbuhan industrinya yang  cepat.

Sementara itu, Rini mengatakan, terkait pembebasan lahan sudah hampir  rampung 100%. Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 4% pembebasan lahan  yang sedang dirampungkan dan diharapkan tak mendapati masalah berarti.
Dalam rancangannya ke depan, stasiun kereta cepat Walini akan   terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnnya guna meningkatkan   aksesibilitas dan mobilitas masyarakat pada kawasan tersebut.

&quot;Dengan lahan seluas 1.278 hektare, Walini merupakan salah satu titik   proyek kereta cepat yang diproyeksikan sebagai kawasan TOD (Transit   Oriented Development),&quot; kata Chandra.

Adapun sistem integrasi dan pembangunan infrastruktur transportasi   umum yang baik pada kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan   produktivitas masyarakat, sehingga dapat menstimulasi daya saing dan   penumbuhan ekonomi secara efektif.

Di bagian lain, proyek pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya   hingga saat ini masih menunggu selesainya studi kelayakan yang   dikerjakan Japan International Cooperation Agency (JICA). Study tersebut   baru akan dimulai pada Juni mendatang.

Terkait hal ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan,   pemerintah akan memyerahkan studi kelayakan sepenuhnya kepada JICA   selaku pengembang proyek. &amp;ldquo;Selanjutnya setelah studi kelayakan   pemerintah akan memfasilitasi,&amp;rdquo; kata Budi di Palembang, pekan lalu.

Dia menambahkan FS akan memakan waktu sekitar setahun. Adapun pengerja annyasekitar 3-4 tahun ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
