<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor-Impor Turun, Sri Mulyani: Ini Mirip 2014</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai perlu meningkatkan kewaspadaan karena situasi ekonomi mirip dengan tahun 2014 dan 2015.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/16/320/2056617/ekspor-impor-turun-sri-mulyani-ini-mirip-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/16/320/2056617/ekspor-impor-turun-sri-mulyani-ini-mirip-2014"/><item><title>Ekspor-Impor Turun, Sri Mulyani: Ini Mirip 2014</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/16/320/2056617/ekspor-impor-turun-sri-mulyani-ini-mirip-2014</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/16/320/2056617/ekspor-impor-turun-sri-mulyani-ini-mirip-2014</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2019 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/16/320/2056617/ekspor-impor-turun-sri-mulyani-ini-mirip-2014-i4KTCkLTjx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/16/320/2056617/ekspor-impor-turun-sri-mulyani-ini-mirip-2014-i4KTCkLTjx.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyakini pelaksanaan APBN hingga akhir April 2019 masih aman. Namun, dia mewaspadai terjadinya 'krisis' seperti pada tahun 2014/2015 karena  ekspor dan impor mengalami penurunan.
Dia mengatakan, untuk penerimaan negara hingga akhir 2019 mencapai Rp530,7 triliun, tumbuh 24,5% dari target dalam APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun. Kemudian untuk penerimaan perpajakan tumbuh 4,7% atau lebih rendah dari tahun lalu sebesar 8,4%.
Baca Selengkapnya: 40,1% Ekspor RI Disumbang dari 3 Provinsi, BPS: Kita Masih Punya PR
&quot;Kemudian di defisit APBN dan keseimbangan primer defisit Rp18,4 triliun, sedangkan utang aman sebesar 29,65% terhadap PDB,&quot; ujarnya, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (16/5/2019).
Dari sisi ekspor dan impor, untuk ekspor negatif 2,08% dan impor negatif 7,75% impor. Menurutnya, capaian ekspor ini jauh dengan situasi tahun lalu. Di mana ekspor tumbuh 6% dan impor tumbuh di atas 12%.
&quot;Jadi ini kita harus mulai meningkatkan kewaspadaan karena situasi ini mirip dengan 2014, 2015 di mana ekspor maupun impor menurun,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyakini pelaksanaan APBN hingga akhir April 2019 masih aman. Namun, dia mewaspadai terjadinya 'krisis' seperti pada tahun 2014/2015 karena  ekspor dan impor mengalami penurunan.
Dia mengatakan, untuk penerimaan negara hingga akhir 2019 mencapai Rp530,7 triliun, tumbuh 24,5% dari target dalam APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun. Kemudian untuk penerimaan perpajakan tumbuh 4,7% atau lebih rendah dari tahun lalu sebesar 8,4%.
Baca Selengkapnya: 40,1% Ekspor RI Disumbang dari 3 Provinsi, BPS: Kita Masih Punya PR
&quot;Kemudian di defisit APBN dan keseimbangan primer defisit Rp18,4 triliun, sedangkan utang aman sebesar 29,65% terhadap PDB,&quot; ujarnya, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (16/5/2019).
Dari sisi ekspor dan impor, untuk ekspor negatif 2,08% dan impor negatif 7,75% impor. Menurutnya, capaian ekspor ini jauh dengan situasi tahun lalu. Di mana ekspor tumbuh 6% dan impor tumbuh di atas 12%.
&quot;Jadi ini kita harus mulai meningkatkan kewaspadaan karena situasi ini mirip dengan 2014, 2015 di mana ekspor maupun impor menurun,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
