<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Akui Ekonomi RI Tengah Tertekan</title><description>Bank Indonesia (BI) mengatakan perekonomian Indonesia mendapat tekanan khususnya di pasar keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/17/20/2056868/bi-akui-ekonomi-ri-tengah-tertekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/17/20/2056868/bi-akui-ekonomi-ri-tengah-tertekan"/><item><title>BI Akui Ekonomi RI Tengah Tertekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/17/20/2056868/bi-akui-ekonomi-ri-tengah-tertekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/17/20/2056868/bi-akui-ekonomi-ri-tengah-tertekan</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2019 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/17/20/2056868/bi-akui-ekonomi-ri-tengah-tertekan-yW89px05hK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Deputi Gubernur Bank Indonesia. Foto: Feby/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/17/20/2056868/bi-akui-ekonomi-ri-tengah-tertekan-yW89px05hK.jpeg</image><title>Deputi Gubernur Bank Indonesia. Foto: Feby/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan perekonomian Indonesia mendapat tekanan khususnya di pasar keuangan. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kian memanas menjadi penyebabnya.
&quot;Sampai hari ini di kondisi global, seperti perlambatan di Amerika Serikat, perekonomian kita memang dapat tekanan. Perang dagang AS-China juga langsung mengena utamanya pada negara berkembang,&quot; ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (17/6/2019).
Baca Juga: BI Revisi Target Defisit Transaksi Berjalan Jadi 2,5%-3%
Menurutnya, kondisi ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal I-2019 perekonomian tumbuh sebesar 5,07% atau masih di bawah perkiraan.
&quot;Itu semua dampak pada asumsi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.  Kita juga tidak menyangka investasi cukup rendah, namun konsumsi baik,&quot; ujarnya.
Baca Juga: BI Bicara soal Perang Dagang: Modal Asing Mulai Pulang Kampung
Dari pertumbuhan kredit perbankan, Dody mengatakan,perkembangan saat ini masih berada di 11%. Pada bulan lalu memang terjadi tekanan, namun pertumbuhannya masih di 10%-12%.
&quot;Kita jamin asumsi di 10%-12%. Karena pembiayaan ini supaya bisa membiayai ekonomi kita yang diharapkan bisa di kisaran 5,1%,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan perekonomian Indonesia mendapat tekanan khususnya di pasar keuangan. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kian memanas menjadi penyebabnya.
&quot;Sampai hari ini di kondisi global, seperti perlambatan di Amerika Serikat, perekonomian kita memang dapat tekanan. Perang dagang AS-China juga langsung mengena utamanya pada negara berkembang,&quot; ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (17/6/2019).
Baca Juga: BI Revisi Target Defisit Transaksi Berjalan Jadi 2,5%-3%
Menurutnya, kondisi ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal I-2019 perekonomian tumbuh sebesar 5,07% atau masih di bawah perkiraan.
&quot;Itu semua dampak pada asumsi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.  Kita juga tidak menyangka investasi cukup rendah, namun konsumsi baik,&quot; ujarnya.
Baca Juga: BI Bicara soal Perang Dagang: Modal Asing Mulai Pulang Kampung
Dari pertumbuhan kredit perbankan, Dody mengatakan,perkembangan saat ini masih berada di 11%. Pada bulan lalu memang terjadi tekanan, namun pertumbuhannya masih di 10%-12%.
&quot;Kita jamin asumsi di 10%-12%. Karena pembiayaan ini supaya bisa membiayai ekonomi kita yang diharapkan bisa di kisaran 5,1%,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
