<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selain Ganjil-Genap, Tarif Penyeberangan Siang Hari di Pelabuhan Merak Lebih Murah</title><description>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mencoba sistem ganjil-genap untuk angkutan penyeberangan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/21/320/2058416/selain-ganjil-genap-tarif-penyeberangan-siang-hari-di-pelabuhan-merak-lebih-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/21/320/2058416/selain-ganjil-genap-tarif-penyeberangan-siang-hari-di-pelabuhan-merak-lebih-murah"/><item><title>Selain Ganjil-Genap, Tarif Penyeberangan Siang Hari di Pelabuhan Merak Lebih Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/21/320/2058416/selain-ganjil-genap-tarif-penyeberangan-siang-hari-di-pelabuhan-merak-lebih-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/21/320/2058416/selain-ganjil-genap-tarif-penyeberangan-siang-hari-di-pelabuhan-merak-lebih-murah</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2019 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/21/320/2058416/selain-ganjil-genap-tarif-penyeberangan-siang-hari-di-pelabuhan-merak-lebih-murah-hfgPlKXtfv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/21/320/2058416/selain-ganjil-genap-tarif-penyeberangan-siang-hari-di-pelabuhan-merak-lebih-murah-hfgPlKXtfv.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description> 
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mencoba sistem ganjil-genap untuk angkutan penyeberangan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Prinsip kebijakan untuk mengurai kepadatan antrian kendaraan yang akan menyeberang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Pelabuhan Merak menjadi satu perhatian khusus karena jumlah pemudik  yang sangat besar. Untuk itu, pertama kalinya akan diterapkan sistem ganjil-genap.

&quot;Kita akan mencoba ganjil-genap. Kemudian akan kita tetapkan juga perbedaan harga malam dan siang, karena pemudik itu lebih senang jalan malam,&quot; ujarnya, di Komisi V DPR, Jakarta, Selasa (21/5/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sah! Mudik Lebaran 2019 Ada Diskon Tarif Tol
Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memprediksi akan terjadi potensi antrian saat mudik menuju ke Pelabuhan Merak hingga 80 kilometer (Km).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, skema ini berbeda dengan sistem ganjil-genap yang sudah diterapkan sebelumnya.

&quot;Sifat ganjil-genap itu imbauan. Ini berbeda dengan sistem sebelumnya di mana saat kendaaran ganjil, yang genap tidak boleh masuk begitu sebaliknya. Jadi tidak seperti itu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Mudik Lebaran, Merak-Bakauheni Terapkan Sistem Ganjil Genap
Skema ini akan diterapkan pada pukul 08.00-20.00 seluruh kendaraan baik plat nomor ganjil atau genap dipersilahkan menyeberang. Untuk pukul 20.00-08.00 baru sistem ganjil genap diberlakukan.

&quot;Misalnya nanti tanggal 30 itu yang genap, 31 kendaraan dengan plat ganjil, tanggal 1 genap, 2 ganjil. Ada pengecualian juga, karena banyak yang menyebrang itu kendaraanya rombongan atau satu sampai empat mobil keluarga, jadi saat malam harusnya ganjil, kendaraan genap masih diperbolehkan,&quot; ujarnya.

Untuk mengurai antrean, direncanakan akan ada diskon tarif di siang hari. Hal ini supaya pemudik yang sedang jalan malam hari mau beralih ke siang.

&quot;Malam hari tarif akan ditingkatkan, sehingga mereka yang milih malam beralih ke siang karena ada diskon.  Ini masih wacana bisa dijalankan bisa tidak,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded> 
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mencoba sistem ganjil-genap untuk angkutan penyeberangan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Prinsip kebijakan untuk mengurai kepadatan antrian kendaraan yang akan menyeberang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Pelabuhan Merak menjadi satu perhatian khusus karena jumlah pemudik  yang sangat besar. Untuk itu, pertama kalinya akan diterapkan sistem ganjil-genap.

&quot;Kita akan mencoba ganjil-genap. Kemudian akan kita tetapkan juga perbedaan harga malam dan siang, karena pemudik itu lebih senang jalan malam,&quot; ujarnya, di Komisi V DPR, Jakarta, Selasa (21/5/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sah! Mudik Lebaran 2019 Ada Diskon Tarif Tol
Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memprediksi akan terjadi potensi antrian saat mudik menuju ke Pelabuhan Merak hingga 80 kilometer (Km).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, skema ini berbeda dengan sistem ganjil-genap yang sudah diterapkan sebelumnya.

&quot;Sifat ganjil-genap itu imbauan. Ini berbeda dengan sistem sebelumnya di mana saat kendaaran ganjil, yang genap tidak boleh masuk begitu sebaliknya. Jadi tidak seperti itu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Mudik Lebaran, Merak-Bakauheni Terapkan Sistem Ganjil Genap
Skema ini akan diterapkan pada pukul 08.00-20.00 seluruh kendaraan baik plat nomor ganjil atau genap dipersilahkan menyeberang. Untuk pukul 20.00-08.00 baru sistem ganjil genap diberlakukan.

&quot;Misalnya nanti tanggal 30 itu yang genap, 31 kendaraan dengan plat ganjil, tanggal 1 genap, 2 ganjil. Ada pengecualian juga, karena banyak yang menyebrang itu kendaraanya rombongan atau satu sampai empat mobil keluarga, jadi saat malam harusnya ganjil, kendaraan genap masih diperbolehkan,&quot; ujarnya.

Untuk mengurai antrean, direncanakan akan ada diskon tarif di siang hari. Hal ini supaya pemudik yang sedang jalan malam hari mau beralih ke siang.

&quot;Malam hari tarif akan ditingkatkan, sehingga mereka yang milih malam beralih ke siang karena ada diskon.  Ini masih wacana bisa dijalankan bisa tidak,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
