<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Menguat berkat Kelonggaran AS untuk Huawei</title><description>Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 21 Mei 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/22/278/2058736/wall-street-menguat-berkat-kelonggaran-as-untuk-huawei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/22/278/2058736/wall-street-menguat-berkat-kelonggaran-as-untuk-huawei"/><item><title>Wall Street Menguat berkat Kelonggaran AS untuk Huawei</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/22/278/2058736/wall-street-menguat-berkat-kelonggaran-as-untuk-huawei</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/22/278/2058736/wall-street-menguat-berkat-kelonggaran-as-untuk-huawei</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2019 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/22/278/2058736/wall-street-menguat-berkat-kelonggaran-as-untuk-huawei-fg5m8DQN3T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/22/278/2058736/wall-street-menguat-berkat-kelonggaran-as-untuk-huawei-fg5m8DQN3T.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 21 Mei 2019. Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat karena keringanan sanksi yang diberikan pemerintah AS kepada Huawei mendorong laju saham teknologi.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 197,43 poin menjadi ditutup pada 25.877,33. S&amp;amp;P 500 menambahkan 0,9% untuk mengakhiri hari perdagangan di 2.864,36, sedangkan Nasdaq Composite ditutup 1,1% lebih tinggi pada 7,785.72, dilansir Reuters, Rabu (22/5/2019).
Baca Juga: Perang Dagang Kembali Memanas, Wall Street Tertekan
Pergerakan itu terjadi setelah AS sementara memberi kelonggaran pada raksasa telekomunikasi China Huawei.
Departemen Perdagangan mengatakan bahwa akan memungkinkan Huawei untuk membeli barang-barang buatan Amerika untuk mempertahankan jaringan yang ada dan menyediakan pembaruan peranti lunak untuk handset Huawei yang ada hingga 19 Agustus. Langkah ini berusaha untuk meminimalkan gangguan bagi pelanggan perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia. Pembatasan awal khawatir investor bahwa perang perdagangan AS-China yang sedang berlangsung semakin intensif.

Namun, ketegangan masih tetap ada di antara dua kekuatan ekonomi. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengisyaratkan tidak akan ada akhir dari perang dagang dalam waktu dekat. Duta Besar China untuk AS juga mengatakan kepada Fox News pada hari Selasa bahwa Washington &amp;ldquo;sering berubah pikiran&amp;rdquo; dalam negosiasi perdagangan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 21 Mei 2019. Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat karena keringanan sanksi yang diberikan pemerintah AS kepada Huawei mendorong laju saham teknologi.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 197,43 poin menjadi ditutup pada 25.877,33. S&amp;amp;P 500 menambahkan 0,9% untuk mengakhiri hari perdagangan di 2.864,36, sedangkan Nasdaq Composite ditutup 1,1% lebih tinggi pada 7,785.72, dilansir Reuters, Rabu (22/5/2019).
Baca Juga: Perang Dagang Kembali Memanas, Wall Street Tertekan
Pergerakan itu terjadi setelah AS sementara memberi kelonggaran pada raksasa telekomunikasi China Huawei.
Departemen Perdagangan mengatakan bahwa akan memungkinkan Huawei untuk membeli barang-barang buatan Amerika untuk mempertahankan jaringan yang ada dan menyediakan pembaruan peranti lunak untuk handset Huawei yang ada hingga 19 Agustus. Langkah ini berusaha untuk meminimalkan gangguan bagi pelanggan perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia. Pembatasan awal khawatir investor bahwa perang perdagangan AS-China yang sedang berlangsung semakin intensif.

Namun, ketegangan masih tetap ada di antara dua kekuatan ekonomi. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengisyaratkan tidak akan ada akhir dari perang dagang dalam waktu dekat. Duta Besar China untuk AS juga mengatakan kepada Fox News pada hari Selasa bahwa Washington &amp;ldquo;sering berubah pikiran&amp;rdquo; dalam negosiasi perdagangan.</content:encoded></item></channel></rss>
