<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Maskapai China Minta Ganti Rugi ke Boeing</title><description>Tiga maskapai terbesar di China menuntut Boeing Co memberi kompensasi atas kerugian akibat penghentian operasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/23/320/2059358/3-maskapai-china-minta-ganti-rugi-ke-boeing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/23/320/2059358/3-maskapai-china-minta-ganti-rugi-ke-boeing"/><item><title>3 Maskapai China Minta Ganti Rugi ke Boeing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/23/320/2059358/3-maskapai-china-minta-ganti-rugi-ke-boeing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/23/320/2059358/3-maskapai-china-minta-ganti-rugi-ke-boeing</guid><pubDate>Kamis 23 Mei 2019 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/23/320/2059358/3-maskapai-china-minta-ganti-rugi-ke-boeing-iQKRkIchKR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ilustrasi Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/23/320/2059358/3-maskapai-china-minta-ganti-rugi-ke-boeing-iQKRkIchKR.jpg</image><title>(Foto: Ilustrasi Koran Sindo)</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; Tiga maskapai terbesar di China menuntut Boeing Co memberi kompensasi atas kerugian akibat penghentian operasional dan penundaan pengiriman jet 737 Max.
Tuntutan itu muncul saat para regulator berkumpul untuk membahas perubahan desain pada pesawat bermasalah itu. Di sisi lain, hubungan Amerika Serikat (AS) dan China juga sedang memburuk akibat perang dagang. Maskapai Air China Ltd dan China Southern Airlines Co Ltd menyatakan, mereka telah menuntut kompensasi kepada Boeing. Sehari sebelumnya, China Eastern Airlines Corp Ltd telah mengajukan tuntutan ganti rugi kepada perusahaan AS tersebut. Tuntutan terbaru itu dilaporkan pertama kali oleh televisi negara China. China menjadi negara pertama yang menghentikan opera sional 737 Max dua bulan lalu, setelah kecelakaan di Etiopia yang menewaskan 157 orang pada Maret. Insiden sebelumnya dialami oleh maskapai Lion Air di Indonesia.
Baca Juga: Boeing Rampungkan Perbaikan Software Pesawat 737 Max
&amp;ldquo;China telah menghentikan operasional 96 pesawat, yang sekitar 4% dari pesawatnya. Penghentian ini mengakibatkan kerugian besar bagi maskapai-maskapai China,&amp;rdquo; ungkap pakar penerbangan China Li Xiaojin kepada Reuters . Menurut Li, kerugian per hari diperkirakan minimal 100.000 yuan per pesawat untuk setiap maskapai. &amp;ldquo;Potensi kerugian besar juga. Pertumbuhan lebih lambat dalam volume penumpang di penjuru bandara besar China pada Maret dan April sebagian besar karena penghentian operasional jet 737 Max, menurut kalkulasi saya,&amp;rdquo; tutur dia. Regulator aset negara China menyebut jumlah jet 737 Max yang dioperasikan tiga maskapai terbesar China sebanyak 53 pesawat.

Selain di China, sejumlah maskapai yang telah meminta ganti rugi termasuk Turkish Airl ines, United Air ines, Ryanair, dan Flydubai. Bloomberg pekan lalu melaporkan bahwa maskapai-maskapai besar di China mempertimbangkan bersatu meminta kompensasi kepada Boeing. Surat kabar People&amp;rsquo;s Daily menjelaskan, China Eastern tidak berkomunikasi dengan maskapai lain tentang isu itu, sebelum mengajukan tuntutannya. China Eastern mengonfirmasi isi laporan itu kepada Reuters. Meski demikian, tabloid Global Times melaporkan bahwa tindakan itu merupakan upaya yang terkoordinasi. &amp;ldquo;China tampaknya siap memberikan lebih banyak tekanan kepada Boeing karena perusahaan itu memiliki masalah keamanan murni dan konflik dagang antara AS dan China yang terus memburuk,&amp;rdquo; ujar Shen Yuxin, mitra di firma hukum Freshfields Bruckhaus Deringer.Permintaan kompensasi terbaru itu terjadi sehari sebelum Badan  Penerbangan Federal AS (FAA) menjadi tuan rumah regulator global di  Dallas untuk memeriksa ulang soft ware dan proposal pelatihan 737 Max  sebelum regulator memutuskan untuk mengakhiri penghentian operasional.  Sementara seorang janda asal Prancis Nadege Dubois-Seex yang suaminya  tewas dalam kecelakaan Boeing 737 Max di Etiopia, mengajukan gugatan  terhadap Boeing di AS. Dia meminta ganti rugi minimal USD276 juta.  Puluhan keluarga telah menggugat Boeing terkait kecelakaan Lion Air.  Beberapa gugatan juga telah diajukan terkait kecelakaan di Etiopia.

Gugatan atas nama Nadege Dubois-Seex telah diajukan ke Pengadilan  Distrik Chicago AS. Suami Dubois-Seex adalah warga Swedia dan Kenya  bernama Jonathan Seex yang merupakan eksekutif di Tamarind Group of  Companies. Gugatan yang diajukan pada Senin (20/5) itu menuduh Boeing  gagal menginformasikan kepada para pilot dengan tepat tentang berbagai  risiko yang dimiliki software untuk mencegah 737 Max mengalami stall  yang justru berulang kali membuat hidung pesawat menukik turun akibat  data sensor yang salah. Jaksa AS Nomaan Husain menjelaskan dalam  konferensi pers di Paris bahwa kliennya meminta ganti rugi minimal  USD276 juta.
&amp;ldquo;Kami telah mempelajari bahwa Boeing bergantung pada sensor tunggal  yang sebelumnya telah dilaporkan dalam lebih 200 laporan insiden yang  diajukan ke FAA,&amp;rdquo; ujar Husain. Dua juru bicara Boeing di Eropa tidak  membalas pesan untuk memberikan komentar. Adapun juru bicara Boeing di  AS tidak merespons permintaan komentar terkait gugatan itu. &amp;ldquo;Keluarga  kami telah kehilangan ksatria yang bersinar dan dunia telah kehilangan  entrepreneur brilian,&amp;rdquo; ungkap Dubois- Seex.
(Syarifudin)</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; Tiga maskapai terbesar di China menuntut Boeing Co memberi kompensasi atas kerugian akibat penghentian operasional dan penundaan pengiriman jet 737 Max.
Tuntutan itu muncul saat para regulator berkumpul untuk membahas perubahan desain pada pesawat bermasalah itu. Di sisi lain, hubungan Amerika Serikat (AS) dan China juga sedang memburuk akibat perang dagang. Maskapai Air China Ltd dan China Southern Airlines Co Ltd menyatakan, mereka telah menuntut kompensasi kepada Boeing. Sehari sebelumnya, China Eastern Airlines Corp Ltd telah mengajukan tuntutan ganti rugi kepada perusahaan AS tersebut. Tuntutan terbaru itu dilaporkan pertama kali oleh televisi negara China. China menjadi negara pertama yang menghentikan opera sional 737 Max dua bulan lalu, setelah kecelakaan di Etiopia yang menewaskan 157 orang pada Maret. Insiden sebelumnya dialami oleh maskapai Lion Air di Indonesia.
Baca Juga: Boeing Rampungkan Perbaikan Software Pesawat 737 Max
&amp;ldquo;China telah menghentikan operasional 96 pesawat, yang sekitar 4% dari pesawatnya. Penghentian ini mengakibatkan kerugian besar bagi maskapai-maskapai China,&amp;rdquo; ungkap pakar penerbangan China Li Xiaojin kepada Reuters . Menurut Li, kerugian per hari diperkirakan minimal 100.000 yuan per pesawat untuk setiap maskapai. &amp;ldquo;Potensi kerugian besar juga. Pertumbuhan lebih lambat dalam volume penumpang di penjuru bandara besar China pada Maret dan April sebagian besar karena penghentian operasional jet 737 Max, menurut kalkulasi saya,&amp;rdquo; tutur dia. Regulator aset negara China menyebut jumlah jet 737 Max yang dioperasikan tiga maskapai terbesar China sebanyak 53 pesawat.

Selain di China, sejumlah maskapai yang telah meminta ganti rugi termasuk Turkish Airl ines, United Air ines, Ryanair, dan Flydubai. Bloomberg pekan lalu melaporkan bahwa maskapai-maskapai besar di China mempertimbangkan bersatu meminta kompensasi kepada Boeing. Surat kabar People&amp;rsquo;s Daily menjelaskan, China Eastern tidak berkomunikasi dengan maskapai lain tentang isu itu, sebelum mengajukan tuntutannya. China Eastern mengonfirmasi isi laporan itu kepada Reuters. Meski demikian, tabloid Global Times melaporkan bahwa tindakan itu merupakan upaya yang terkoordinasi. &amp;ldquo;China tampaknya siap memberikan lebih banyak tekanan kepada Boeing karena perusahaan itu memiliki masalah keamanan murni dan konflik dagang antara AS dan China yang terus memburuk,&amp;rdquo; ujar Shen Yuxin, mitra di firma hukum Freshfields Bruckhaus Deringer.Permintaan kompensasi terbaru itu terjadi sehari sebelum Badan  Penerbangan Federal AS (FAA) menjadi tuan rumah regulator global di  Dallas untuk memeriksa ulang soft ware dan proposal pelatihan 737 Max  sebelum regulator memutuskan untuk mengakhiri penghentian operasional.  Sementara seorang janda asal Prancis Nadege Dubois-Seex yang suaminya  tewas dalam kecelakaan Boeing 737 Max di Etiopia, mengajukan gugatan  terhadap Boeing di AS. Dia meminta ganti rugi minimal USD276 juta.  Puluhan keluarga telah menggugat Boeing terkait kecelakaan Lion Air.  Beberapa gugatan juga telah diajukan terkait kecelakaan di Etiopia.

Gugatan atas nama Nadege Dubois-Seex telah diajukan ke Pengadilan  Distrik Chicago AS. Suami Dubois-Seex adalah warga Swedia dan Kenya  bernama Jonathan Seex yang merupakan eksekutif di Tamarind Group of  Companies. Gugatan yang diajukan pada Senin (20/5) itu menuduh Boeing  gagal menginformasikan kepada para pilot dengan tepat tentang berbagai  risiko yang dimiliki software untuk mencegah 737 Max mengalami stall  yang justru berulang kali membuat hidung pesawat menukik turun akibat  data sensor yang salah. Jaksa AS Nomaan Husain menjelaskan dalam  konferensi pers di Paris bahwa kliennya meminta ganti rugi minimal  USD276 juta.
&amp;ldquo;Kami telah mempelajari bahwa Boeing bergantung pada sensor tunggal  yang sebelumnya telah dilaporkan dalam lebih 200 laporan insiden yang  diajukan ke FAA,&amp;rdquo; ujar Husain. Dua juru bicara Boeing di Eropa tidak  membalas pesan untuk memberikan komentar. Adapun juru bicara Boeing di  AS tidak merespons permintaan komentar terkait gugatan itu. &amp;ldquo;Keluarga  kami telah kehilangan ksatria yang bersinar dan dunia telah kehilangan  entrepreneur brilian,&amp;rdquo; ungkap Dubois- Seex.
(Syarifudin)</content:encoded></item></channel></rss>
