<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, agar Pelanggan Loyal</title><description>Terkadang, setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cenderung memanfaatkan kesetiaan tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/25/320/2059943/jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-agar-pelanggan-loyal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/25/320/2059943/jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-agar-pelanggan-loyal"/><item><title>Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, agar Pelanggan Loyal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/25/320/2059943/jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-agar-pelanggan-loyal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/25/320/2059943/jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-agar-pelanggan-loyal</guid><pubDate>Sabtu 25 Mei 2019 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/24/320/2059943/jejak-bisnis-nabi-nabi-muhammad-saw-agar-pelanggan-loyal-wyzoKXrxdK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/24/320/2059943/jejak-bisnis-nabi-nabi-muhammad-saw-agar-pelanggan-loyal-wyzoKXrxdK.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - Terkadang, setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cenderung memanfaatkan kesetiaan tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
Pada Maret 2004 terjadi maraknya bank-bank di Indonesia yang mengeluarkan kartu kredit tanpa menghiraukan seruan Bank Indonesia mengenai pembatasan jumlah kartu kredit yang beredar. Dalam hal ini, apabila dilihat dari sisi corporate, mereka sesungguhnya telah melakukan pembodohan pada pelanggan walau dengan kerangka dasar ingin memanjakan pelanggan.
Kartu kredit yang dikemas secara menarik seperti menawarkan berbagai hadiah, kebebasan iuran yang dijanjikan, bonus-bonus sampai imbalan kembalinya uang yang menjadi senjata untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, tidak seindah yang terlihat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Rahasia Sukses Menjadi Entrepreneur
Perusahaan-perusahaan tersebut dengan dalih hendak memudahkan pelanggan bagi sebagiancustomer malah menjerat kedalam jebakanhutang. Bank-bankatauperusahaan-perusahaan tersebut tidak menghiraukan ketidaksiapan psikologis dari sebagian masyarakat yang belum mampu untuk bersikap bijak dalam membelanjakan uang.
Kalau pemegang kartu kredit bisa membayar tagihan dengan baik, perusahaan melayani dengan sangat baik. Tetapi ketika kita tidak bisa membayar dikarenakan bangkrut atau mengalami kecelakaan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit atau kesalahan perhitungan dalam menggunakan kartu kredit, apakah perusahaan masih bisa melayani dan bersikap manis dan mau menolong atau tidak mau tahu?
Kalaupun selama terjalin hubungan antar pengguna kartu kredit dan bank tidak terjadi pergesekkan maka hubungan yang terjalin pun hanya dinilai dengan uang. Ada uang abang disayang tak ada uang abang ditendang.
Sedangkan dari sisi customer, banyaknya kartu kredit yang menjanjikan kemudahan akan memengaruhi pola pikir konsumen untuk tidak dapat bersikap cermat dan menimbulkan sikap gemar berhutang. Dengan mendapatkan kepercayaan pelanggan yang didapat hanya dari penguasaan heart share tanpa didasari oleh sikap-sikap yang mengarah pada soulshare akan membuat sebuah perusahaan merasa lebih tahu akan apa-apa yang dibutuhkan oleh konsumen.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jejak Bisnis Rasullah SAW, di Usia 12 Tahun Jeli Melihat Peluang Usaha
Pelanggan yang dulunya cermat akan menjadi royal karena telah terpengaruh oleh janji-janji indah yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan dengan produk mereka yang tampak sebagai solusi pada setiap permasalahan konsumen. Customer pun tidak bermurah hati pada diri sendiri karena berbelanja menggunakan kartu kredit dengan kurang cermat walau menyadari adanya beban bunga yang harus dibayar.
Dalam hal ini, baik corporate atau customer sama-sama tidak saling bermurah hati sehingga menghancurkan hubungan yang sudah terjalin. Nabi Muhammad SAW, di sisi lain berkata, &amp;ldquo;Kamu lebih mengetahui duniamu daripada aku&amp;rdquo;. Hal tersebut menegaskan bahwa walaupun telah mendapatkan total trust dari pelanggan, Nabi Muhammad SAW  tidak pernah menawarkan semua jenis produk atau menjanjikan semua solusi untuk semua orang.
&amp;nbsp;Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Strategi Andal dan Jitu  Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono  Sudibyo, terbitan Madani Prima, Sabtu (25/5/2019), murah hati yang  membentuk marketing Nabi Muhammad SAW  menjaga siapa pun dari melakukan  sikap pembodohan dan pemanfaatan konsumen, murah hati adalah the center  of soul marketing, sebuah konsep marketing yang dilakukan oleh Nabi  Muhammad SAW.
Kejujuran menghasilkan kepercayaan, keikhlasan menghasilkan  ketenangan dalam bekerja, profesionalisme menghasilkan kesungguhan dan  dedikasi tinggi serta silaturahmi membentuk jaringan kerja dan  keuntungan moril dan materil yang tidak terbatas. Dengan didasari sikap  murah hati dan cara kerja dari keempat elemen tersebut yang  berkesinambungan akan membentuk sebuah pola pikir yang ideal, sebuah  paradigma baru yang berpusat pada sikap murah hati. Ini adalah the real  solution dalam marketing yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW .
Nabi Muhammad SAW  bersabda, &amp;ldquo;Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap  orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli dan membuat suatu  pernyataan&amp;rdquo;.
Nabi Muhammad SAW  bukanlah seorang pengusaha yang profit oriented,  tetapiialebihmementingkanpadapengikatanhubungan jangka panjang dengan  para pelanggannya. Dengan hubungan jangka panjang dengan didasari saling  menghormati dan percaya, Nabi Muhammad SAW  justru menghasilkan profit  lebih baik dibanding para pengusaha lain pada waktu itu.
Nabi Muhammad SAW  dengan formula sederhananya telah menyentuh jiwa  setiap orang yang berinteraksi dengannya sehingga dapat dikatakan bahwa  Nabi Muhammad SAW  telah menyentuh soul-share dari customer. Di luar  kapasitas Nabi Muhammad SAW  yang jauh di atas semua orang, jejak  langkahnya yang menekankan pada kejujuran, keikhlasan, profesional dan  senantiasa bermurah hati adalah sebuah konsep sederhana dengan efek yang  luar biasa.
Penambahan nilai pada produk atau jasa yang diiringi dengan  pengalaman yang menyertai ternyata tidak mencukupi untuk mempertahankan  loyalty customer. Dengan Loyalty, dari sisi customer masih ada  kecenderungan untuk berpindah ke produk lain dan dari sisi perusahaan  masih bisa timbul kecenderungan untuk melakukan pembodohan yang  ujung-ujungnya duit.
Soul marketing dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara  company dan customer yang didasari atas sikap saling menghormati, saling  mempercayai dan saling menguntungkan. Pada tahap ini bukan lagi sekadar  membentuk loyalty customer tetapi menciptakan trusly customer.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Terkadang, setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cenderung memanfaatkan kesetiaan tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
Pada Maret 2004 terjadi maraknya bank-bank di Indonesia yang mengeluarkan kartu kredit tanpa menghiraukan seruan Bank Indonesia mengenai pembatasan jumlah kartu kredit yang beredar. Dalam hal ini, apabila dilihat dari sisi corporate, mereka sesungguhnya telah melakukan pembodohan pada pelanggan walau dengan kerangka dasar ingin memanjakan pelanggan.
Kartu kredit yang dikemas secara menarik seperti menawarkan berbagai hadiah, kebebasan iuran yang dijanjikan, bonus-bonus sampai imbalan kembalinya uang yang menjadi senjata untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, tidak seindah yang terlihat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Rahasia Sukses Menjadi Entrepreneur
Perusahaan-perusahaan tersebut dengan dalih hendak memudahkan pelanggan bagi sebagiancustomer malah menjerat kedalam jebakanhutang. Bank-bankatauperusahaan-perusahaan tersebut tidak menghiraukan ketidaksiapan psikologis dari sebagian masyarakat yang belum mampu untuk bersikap bijak dalam membelanjakan uang.
Kalau pemegang kartu kredit bisa membayar tagihan dengan baik, perusahaan melayani dengan sangat baik. Tetapi ketika kita tidak bisa membayar dikarenakan bangkrut atau mengalami kecelakaan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit atau kesalahan perhitungan dalam menggunakan kartu kredit, apakah perusahaan masih bisa melayani dan bersikap manis dan mau menolong atau tidak mau tahu?
Kalaupun selama terjalin hubungan antar pengguna kartu kredit dan bank tidak terjadi pergesekkan maka hubungan yang terjalin pun hanya dinilai dengan uang. Ada uang abang disayang tak ada uang abang ditendang.
Sedangkan dari sisi customer, banyaknya kartu kredit yang menjanjikan kemudahan akan memengaruhi pola pikir konsumen untuk tidak dapat bersikap cermat dan menimbulkan sikap gemar berhutang. Dengan mendapatkan kepercayaan pelanggan yang didapat hanya dari penguasaan heart share tanpa didasari oleh sikap-sikap yang mengarah pada soulshare akan membuat sebuah perusahaan merasa lebih tahu akan apa-apa yang dibutuhkan oleh konsumen.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jejak Bisnis Rasullah SAW, di Usia 12 Tahun Jeli Melihat Peluang Usaha
Pelanggan yang dulunya cermat akan menjadi royal karena telah terpengaruh oleh janji-janji indah yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan dengan produk mereka yang tampak sebagai solusi pada setiap permasalahan konsumen. Customer pun tidak bermurah hati pada diri sendiri karena berbelanja menggunakan kartu kredit dengan kurang cermat walau menyadari adanya beban bunga yang harus dibayar.
Dalam hal ini, baik corporate atau customer sama-sama tidak saling bermurah hati sehingga menghancurkan hubungan yang sudah terjalin. Nabi Muhammad SAW, di sisi lain berkata, &amp;ldquo;Kamu lebih mengetahui duniamu daripada aku&amp;rdquo;. Hal tersebut menegaskan bahwa walaupun telah mendapatkan total trust dari pelanggan, Nabi Muhammad SAW  tidak pernah menawarkan semua jenis produk atau menjanjikan semua solusi untuk semua orang.
&amp;nbsp;Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Strategi Andal dan Jitu  Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono  Sudibyo, terbitan Madani Prima, Sabtu (25/5/2019), murah hati yang  membentuk marketing Nabi Muhammad SAW  menjaga siapa pun dari melakukan  sikap pembodohan dan pemanfaatan konsumen, murah hati adalah the center  of soul marketing, sebuah konsep marketing yang dilakukan oleh Nabi  Muhammad SAW.
Kejujuran menghasilkan kepercayaan, keikhlasan menghasilkan  ketenangan dalam bekerja, profesionalisme menghasilkan kesungguhan dan  dedikasi tinggi serta silaturahmi membentuk jaringan kerja dan  keuntungan moril dan materil yang tidak terbatas. Dengan didasari sikap  murah hati dan cara kerja dari keempat elemen tersebut yang  berkesinambungan akan membentuk sebuah pola pikir yang ideal, sebuah  paradigma baru yang berpusat pada sikap murah hati. Ini adalah the real  solution dalam marketing yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW .
Nabi Muhammad SAW  bersabda, &amp;ldquo;Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap  orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli dan membuat suatu  pernyataan&amp;rdquo;.
Nabi Muhammad SAW  bukanlah seorang pengusaha yang profit oriented,  tetapiialebihmementingkanpadapengikatanhubungan jangka panjang dengan  para pelanggannya. Dengan hubungan jangka panjang dengan didasari saling  menghormati dan percaya, Nabi Muhammad SAW  justru menghasilkan profit  lebih baik dibanding para pengusaha lain pada waktu itu.
Nabi Muhammad SAW  dengan formula sederhananya telah menyentuh jiwa  setiap orang yang berinteraksi dengannya sehingga dapat dikatakan bahwa  Nabi Muhammad SAW  telah menyentuh soul-share dari customer. Di luar  kapasitas Nabi Muhammad SAW  yang jauh di atas semua orang, jejak  langkahnya yang menekankan pada kejujuran, keikhlasan, profesional dan  senantiasa bermurah hati adalah sebuah konsep sederhana dengan efek yang  luar biasa.
Penambahan nilai pada produk atau jasa yang diiringi dengan  pengalaman yang menyertai ternyata tidak mencukupi untuk mempertahankan  loyalty customer. Dengan Loyalty, dari sisi customer masih ada  kecenderungan untuk berpindah ke produk lain dan dari sisi perusahaan  masih bisa timbul kecenderungan untuk melakukan pembodohan yang  ujung-ujungnya duit.
Soul marketing dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara  company dan customer yang didasari atas sikap saling menghormati, saling  mempercayai dan saling menguntungkan. Pada tahap ini bukan lagi sekadar  membentuk loyalty customer tetapi menciptakan trusly customer.</content:encoded></item></channel></rss>
