<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Transformasi Digital, Pengembangan SDM Jangan Dilupakan</title><description>Para pemimpin bisnis memandang kemajuan dan kemampuan transformasi digital dalam organisasi mereka menjadi salah satu yang terbaik di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/27/320/2061046/transformasi-digital-pengembangan-sdm-jangan-dilupakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/27/320/2061046/transformasi-digital-pengembangan-sdm-jangan-dilupakan"/><item><title>   Transformasi Digital, Pengembangan SDM Jangan Dilupakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/27/320/2061046/transformasi-digital-pengembangan-sdm-jangan-dilupakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/27/320/2061046/transformasi-digital-pengembangan-sdm-jangan-dilupakan</guid><pubDate>Senin 27 Mei 2019 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/27/320/2061046/transformasi-digital-pengembangan-sdm-jangan-dilupakan-0ckq7kViOV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/27/320/2061046/transformasi-digital-pengembangan-sdm-jangan-dilupakan-0ckq7kViOV.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - Para pemimpin bisnis di Indonesia memandang kemajuan dan kemampuan transformasi digital dalam organisasi mereka menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Namun, optimisme tersebut masih menyisakan tantangan terkait kualitas sumber daya manusia (SDM) pendukung teknologi transformasi digital.

Ada peluang dan tantangan dalam optimisme menyikapi transformasi digital di Indonesia. Ketika pesatnya perkembangan digital berakselerasi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, cara perusahaan Indonesia bertindak menjadi sangat penting bagi masa depan mereka.

&amp;ldquo;Transformasi digital merupakan suatu keharusan. Karena itu, diskusi telah bergeser dari 'mengapa' digitalisasi itu penting, ke 'bagaimana' itu bisa dilaksanakan dengan sukses,&quot; kata President Director Telkomtelstra Erik Meijer dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (27/5/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Ungkap Syarat bagi Indonesia agar Jadi Negara Maju
Menurut Erik, tingginya optimisme para pemimpin bisnis di Indonesia ini akan membantu mendorong investasi dan keterlibatan perusahaan untuk program-program penting transformasi digital. Namun, kepercayaan ini harus diimbangi dengan realitas ekosistem digital Indonesia.

&amp;ldquo;Sebagai contoh, Telstra dan The Economist Intelligence Unit (EIU) dalam Indeks Transformasi Digital Asia tahun lalu menempatkan Indonesia di peringkat 11 dari 11 pasar untuk kemampuan dan ekosistem bisnis digital. Untuk memastikan daya saing regional dan domestik, perusahaan di Indonesia harus mewaspadai ekspektasi kemajuan yang melampaui kenyataan dan mengabaikan kompleksitas proyek transformasi, &amp;rdquo; paparnya.

Kondisi tersebut terungkap dalam penelitian bertajuk &amp;ldquo;Disruptive Decision Making&amp;rdquo;. Penelitian ini mensurvei 3.810 pengambil keputusan senior dari 12 industri di 14 pasar di seluruh dunia, termasuk 350 di antaranya dari Indonesia, mengenai kekuatan dan kelemahan di sekitar inisiatif dan pengambilan keputusan transformasi digital.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan tingkat kepercayaan tinggi dari pemimpin bisnis di Indonesia percaya dalam kemajuan transformasi digital yang telah dicapai, dengan responden survei menempatkan Indonesia di urutan ketiga secara global. Lebih dari seperempat (26%) dari pemimpin bisnis di Indonesia menggambarkan perusahaan mereka 'sangat matang' secara digital, dibandingkan dengan rata-rata 21% secara global.

Sekitar 27% pemimpin bisnis di Indonesia juga mengemukakan organisasi mereka telah membuat keputusan transformasi digital 'sangat baik', di atas rata-rata global (23%).
&amp;nbsp;Baca Juga: Masih Banyak Tenaga Kerja Lulusan SD, Jokowi Ingin Pembangunan SDM Bisa Segera Diselesaikan
Lebih dari sepertiga (33%) perusahaan lokal di Indonesia telah menginvestasikan lebih dari USD500.000 dalam produk dan layanan transformasi digital selama setahun terakhir. Sementara hampir satu dari 10 (8%) perusahaan Indonesia menghabiskan investasi lebih dari USD5 juta.

Optimisme para pemimpin bisnis di Indonesia juga tercermin dari ekspektasi peningkatan investasi transformasi digital ke depan. Penelitian Telstra menemukan bahwa empat dari sepuluh (40%) perusahaan di Indonesia mengharapkan total pengeluaran perusahaan untuk transformasi digital meningkat lebih dari 10% dalam tiga tahun ke depan, di atas level global (32%).
Walaupun demikian berdasarkan penelitian tersebut, para pemimpin  bisnis di Indonesia belum mendapatkan hasil atau kesuksesan yang ingin  dicapai dari investasi transformasi digital yang telah dilakukan. Tidak  bisa dipungkiri adanya kesulitan dalam mengukur dampak transformasi  digital terhadap pengembalian finansial dari investasi.

Bahkan, dalam pemeringkatan efektivitas hasil transformasi digital,  responden penelitian menyatakan bahwa peningkatan margin laba dan  pemangkasan biaya bisnis hanya berada di peringkat kedua dan ketiga  terbawah.

Untuk memahami bagaimana mengukur kesuksesan dari investasi  transformasi digital yang telah dilakukan, penelitian ini meminta  responden untuk menilai kemampuan pengambilan keputusan digital mereka  di empat faktor yakni orang, proses, pemahaman teknologi, dan kemitraan.

Terkait empat faktor sukses itu, pemimpin bisnis di Indonesia  menempatkan 'pemahaman teknologi' sebagai area di mana mereka memiliki  kemampuan paling besar dalam transformasi digital. Akan tetapi  penelitian ini menunjukkan organisasi global paling sukses mengambil  pendekatan yang berbeda. Perusahaan-perusahaan paling maju secara  digital di seluruh dunia menunjukkan fokus yang lebih besar pada orang  dan proses daripada teknologi sebagai kunci utama.

&quot;Transformasi digital dimungkinkan oleh teknologi, tetapi harus  dipimpin oleh SDM andal. Namun laporan penelitian kami menunjukkan bahwa  karyawan di Indonesia tidak diberi perhatian yang cukup,&amp;rdquo; kata Erik.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Para pemimpin bisnis di Indonesia memandang kemajuan dan kemampuan transformasi digital dalam organisasi mereka menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Namun, optimisme tersebut masih menyisakan tantangan terkait kualitas sumber daya manusia (SDM) pendukung teknologi transformasi digital.

Ada peluang dan tantangan dalam optimisme menyikapi transformasi digital di Indonesia. Ketika pesatnya perkembangan digital berakselerasi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, cara perusahaan Indonesia bertindak menjadi sangat penting bagi masa depan mereka.

&amp;ldquo;Transformasi digital merupakan suatu keharusan. Karena itu, diskusi telah bergeser dari 'mengapa' digitalisasi itu penting, ke 'bagaimana' itu bisa dilaksanakan dengan sukses,&quot; kata President Director Telkomtelstra Erik Meijer dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (27/5/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Ungkap Syarat bagi Indonesia agar Jadi Negara Maju
Menurut Erik, tingginya optimisme para pemimpin bisnis di Indonesia ini akan membantu mendorong investasi dan keterlibatan perusahaan untuk program-program penting transformasi digital. Namun, kepercayaan ini harus diimbangi dengan realitas ekosistem digital Indonesia.

&amp;ldquo;Sebagai contoh, Telstra dan The Economist Intelligence Unit (EIU) dalam Indeks Transformasi Digital Asia tahun lalu menempatkan Indonesia di peringkat 11 dari 11 pasar untuk kemampuan dan ekosistem bisnis digital. Untuk memastikan daya saing regional dan domestik, perusahaan di Indonesia harus mewaspadai ekspektasi kemajuan yang melampaui kenyataan dan mengabaikan kompleksitas proyek transformasi, &amp;rdquo; paparnya.

Kondisi tersebut terungkap dalam penelitian bertajuk &amp;ldquo;Disruptive Decision Making&amp;rdquo;. Penelitian ini mensurvei 3.810 pengambil keputusan senior dari 12 industri di 14 pasar di seluruh dunia, termasuk 350 di antaranya dari Indonesia, mengenai kekuatan dan kelemahan di sekitar inisiatif dan pengambilan keputusan transformasi digital.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan tingkat kepercayaan tinggi dari pemimpin bisnis di Indonesia percaya dalam kemajuan transformasi digital yang telah dicapai, dengan responden survei menempatkan Indonesia di urutan ketiga secara global. Lebih dari seperempat (26%) dari pemimpin bisnis di Indonesia menggambarkan perusahaan mereka 'sangat matang' secara digital, dibandingkan dengan rata-rata 21% secara global.

Sekitar 27% pemimpin bisnis di Indonesia juga mengemukakan organisasi mereka telah membuat keputusan transformasi digital 'sangat baik', di atas rata-rata global (23%).
&amp;nbsp;Baca Juga: Masih Banyak Tenaga Kerja Lulusan SD, Jokowi Ingin Pembangunan SDM Bisa Segera Diselesaikan
Lebih dari sepertiga (33%) perusahaan lokal di Indonesia telah menginvestasikan lebih dari USD500.000 dalam produk dan layanan transformasi digital selama setahun terakhir. Sementara hampir satu dari 10 (8%) perusahaan Indonesia menghabiskan investasi lebih dari USD5 juta.

Optimisme para pemimpin bisnis di Indonesia juga tercermin dari ekspektasi peningkatan investasi transformasi digital ke depan. Penelitian Telstra menemukan bahwa empat dari sepuluh (40%) perusahaan di Indonesia mengharapkan total pengeluaran perusahaan untuk transformasi digital meningkat lebih dari 10% dalam tiga tahun ke depan, di atas level global (32%).
Walaupun demikian berdasarkan penelitian tersebut, para pemimpin  bisnis di Indonesia belum mendapatkan hasil atau kesuksesan yang ingin  dicapai dari investasi transformasi digital yang telah dilakukan. Tidak  bisa dipungkiri adanya kesulitan dalam mengukur dampak transformasi  digital terhadap pengembalian finansial dari investasi.

Bahkan, dalam pemeringkatan efektivitas hasil transformasi digital,  responden penelitian menyatakan bahwa peningkatan margin laba dan  pemangkasan biaya bisnis hanya berada di peringkat kedua dan ketiga  terbawah.

Untuk memahami bagaimana mengukur kesuksesan dari investasi  transformasi digital yang telah dilakukan, penelitian ini meminta  responden untuk menilai kemampuan pengambilan keputusan digital mereka  di empat faktor yakni orang, proses, pemahaman teknologi, dan kemitraan.

Terkait empat faktor sukses itu, pemimpin bisnis di Indonesia  menempatkan 'pemahaman teknologi' sebagai area di mana mereka memiliki  kemampuan paling besar dalam transformasi digital. Akan tetapi  penelitian ini menunjukkan organisasi global paling sukses mengambil  pendekatan yang berbeda. Perusahaan-perusahaan paling maju secara  digital di seluruh dunia menunjukkan fokus yang lebih besar pada orang  dan proses daripada teknologi sebagai kunci utama.

&quot;Transformasi digital dimungkinkan oleh teknologi, tetapi harus  dipimpin oleh SDM andal. Namun laporan penelitian kami menunjukkan bahwa  karyawan di Indonesia tidak diberi perhatian yang cukup,&amp;rdquo; kata Erik.
</content:encoded></item></channel></rss>
