<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dapat THR, Milenial Hanya Anggarkan 25% untuk Beli Rumah</title><description>Generasi milenial menjadi konsumen yang paling antusias membeli rumah dalam enam bulan ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/20/2061470/dapat-thr-milenial-hanya-anggarkan-25-untuk-beli-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/20/2061470/dapat-thr-milenial-hanya-anggarkan-25-untuk-beli-rumah"/><item><title>   Dapat THR, Milenial Hanya Anggarkan 25% untuk Beli Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/20/2061470/dapat-thr-milenial-hanya-anggarkan-25-untuk-beli-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/20/2061470/dapat-thr-milenial-hanya-anggarkan-25-untuk-beli-rumah</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2019 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/28/20/2061470/dapat-thr-milenial-hanya-anggarkan-25-untuk-beli-rumah-AWde91ece6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/28/20/2061470/dapat-thr-milenial-hanya-anggarkan-25-untuk-beli-rumah-AWde91ece6.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Generasi milenial menjadi konsumen yang paling antusias membeli rumah dalam enam bulan ke depan, dengan preferensi hunian kisaran harga menengah dan dekat dengan transportasi umum. Namun, generasi ini masih belum memiliki perencanaan yang matang dalam rencana membeli rumah.

Fakta menarik tersebut terungkap dari hasil riset Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, merupakan survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Survei berkala ini dilaksanakan oleh Rumah.com sebagai pemimpin pasar properti portal di Indonesia untuk mengikuti secara langsung perkembangan yang terjadi di pasar.

Survei ini diikuti oleh 1.000 responden dari kota-kota di seluruh Indonesia dimana sebanyak 69% responden berasal dari rentang usia milenial (22-39 tahun) yang terdiri dari 34% milenial muda (kelahiran 1990-1997), sedangkan 35%-nya adalah milenial tua (kelahiran 1982-1989).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan soal Rumah Bebas PPN
Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menjelaskan bahwa mengacu pada hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, tak banyak porsi penghasilan tambahan yang dianggarkan oleh generasi milenial untuk membeli rumah, seperti saat Lebaran seperti ini di mana kebanyakan pekerja memperoleh Tunjangan Hari Raya. Sebanyak 70% responden hanya menganggarkan kurang dari 25% bonus tahunannya untuk membeli rumah.

Berdasarkan hasil riset Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, responden pencari rumah pertama baru berniat punya rumah sendiri setelah menikah. Itulah sebabnya, rencana beli rumah maupun usia saat keluar dari rumah orang tua berada pada rentang usia akhir 20an. Sementara pencari rumah pertama fokus pada rumah untuk keluarga kecil tanpa atau dengan satu anak.

Generasi milenial mempunyai strategi sendiri dalam mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Sebanyak 51% milenial menggunakan strategi menabung sebisanya, sementara yang menabung secara rutin ada 49%. Sedangkan sebanyak 12% dari total responden milenial yang berencana membeli rumah mengaku memiliki lebih dari satu pekerjaan demi mewujudkan rencana mereka tersebut.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ini Daftar Rumah Bebas PPN, Cek Aturannya di Sini
Ike juga menjelaskan bahwa berdasarkan Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, generasi milenial menjadi responden yang paling antusias untuk membeli rumah dalam enam bulan ke depan. Preferensi mereka adalah hunian dengan kisaran harga menengah dan dekat dengan transportasi umum.

&amp;ldquo;Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019 menunjukkan responden dengan rentang usia 28-30 tahun adalah yang paling banyak memiliki rencana untuk mulai tinggal sendiri dan pindah dari rumah orangtua mereka. Generasi milenial yang berencana keluar dari rumah orang tua dalam enam bulan ke depan, tidak semuanya serta-merta membeli rumah. Dua puluh lima persen diantaranya memilih untuk mengontrak daripada membeli rumah sendiri,&amp;rdquo; kata Ike dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (28/5/2019).
Saat ini sebanyak 24% responden masih tinggal dengan orang tua  mereka, di mana 82% di antaranya mempunyai rencana untuk keluar dari  rumah orang tua mereka. Dari total generasi milenial yang menjadi  responden, sebagian besar sudah tinggal sendiri. Sementara itu,  mayoritas dari mereka yang masih tinggal bersama orang tua berencana  keluar dari rumah orangtua dalam enam bulan ke depan.

Jika dilihat dari usianya, mereka yang sudah tinggal sendiri paling  banyak mulai keluar dari rumah pada usia 31-34 tahun, sementara mereka  yang masih tinggal bersama orang tua saat ini paling banyak berencana  membeli rumah sendiri pada usia 28-30 tahun. Sehingga dapat disimpulkan  pula bahwa milenial muda punya keinginan untuk keluar rumah lebih cepat  dibandingkan milenial tua.

&amp;ldquo;Generasi milenial memiliki niat yang tinggi untuk membeli rumah,  namun kurang berusaha, misalnya menabung secara rutin atau menyisihkan  pendapatan tambahan seperti bonus dan lain-lain dengan jumlah yang  signifikan,&quot; katanya.

Dia menambahkan, sebagai generasi pertama yang berinteraksi langsung  dengan internet, generasi milenial mengalami keterbukaan yang sangat  tinggi terhadap informasi online sehingga prioritas pengelolaan keuangan  mereka akan sedikit banyak dipengaruhi oleh informasi yang didapatkan.  &quot;Pemangku kepentingan properti harus bersama-sama mengedukasi generasi  milenial perihal rumah sebagai kebutuhan primer dan memberikan edukasi  mengenai pentingnya memiliki rumah sedini mungkin,&amp;rdquo; kata Ike.</description><content:encoded>JAKARTA - Generasi milenial menjadi konsumen yang paling antusias membeli rumah dalam enam bulan ke depan, dengan preferensi hunian kisaran harga menengah dan dekat dengan transportasi umum. Namun, generasi ini masih belum memiliki perencanaan yang matang dalam rencana membeli rumah.

Fakta menarik tersebut terungkap dari hasil riset Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, merupakan survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Survei berkala ini dilaksanakan oleh Rumah.com sebagai pemimpin pasar properti portal di Indonesia untuk mengikuti secara langsung perkembangan yang terjadi di pasar.

Survei ini diikuti oleh 1.000 responden dari kota-kota di seluruh Indonesia dimana sebanyak 69% responden berasal dari rentang usia milenial (22-39 tahun) yang terdiri dari 34% milenial muda (kelahiran 1990-1997), sedangkan 35%-nya adalah milenial tua (kelahiran 1982-1989).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan soal Rumah Bebas PPN
Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menjelaskan bahwa mengacu pada hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, tak banyak porsi penghasilan tambahan yang dianggarkan oleh generasi milenial untuk membeli rumah, seperti saat Lebaran seperti ini di mana kebanyakan pekerja memperoleh Tunjangan Hari Raya. Sebanyak 70% responden hanya menganggarkan kurang dari 25% bonus tahunannya untuk membeli rumah.

Berdasarkan hasil riset Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, responden pencari rumah pertama baru berniat punya rumah sendiri setelah menikah. Itulah sebabnya, rencana beli rumah maupun usia saat keluar dari rumah orang tua berada pada rentang usia akhir 20an. Sementara pencari rumah pertama fokus pada rumah untuk keluarga kecil tanpa atau dengan satu anak.

Generasi milenial mempunyai strategi sendiri dalam mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Sebanyak 51% milenial menggunakan strategi menabung sebisanya, sementara yang menabung secara rutin ada 49%. Sedangkan sebanyak 12% dari total responden milenial yang berencana membeli rumah mengaku memiliki lebih dari satu pekerjaan demi mewujudkan rencana mereka tersebut.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ini Daftar Rumah Bebas PPN, Cek Aturannya di Sini
Ike juga menjelaskan bahwa berdasarkan Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, generasi milenial menjadi responden yang paling antusias untuk membeli rumah dalam enam bulan ke depan. Preferensi mereka adalah hunian dengan kisaran harga menengah dan dekat dengan transportasi umum.

&amp;ldquo;Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019 menunjukkan responden dengan rentang usia 28-30 tahun adalah yang paling banyak memiliki rencana untuk mulai tinggal sendiri dan pindah dari rumah orangtua mereka. Generasi milenial yang berencana keluar dari rumah orang tua dalam enam bulan ke depan, tidak semuanya serta-merta membeli rumah. Dua puluh lima persen diantaranya memilih untuk mengontrak daripada membeli rumah sendiri,&amp;rdquo; kata Ike dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (28/5/2019).
Saat ini sebanyak 24% responden masih tinggal dengan orang tua  mereka, di mana 82% di antaranya mempunyai rencana untuk keluar dari  rumah orang tua mereka. Dari total generasi milenial yang menjadi  responden, sebagian besar sudah tinggal sendiri. Sementara itu,  mayoritas dari mereka yang masih tinggal bersama orang tua berencana  keluar dari rumah orangtua dalam enam bulan ke depan.

Jika dilihat dari usianya, mereka yang sudah tinggal sendiri paling  banyak mulai keluar dari rumah pada usia 31-34 tahun, sementara mereka  yang masih tinggal bersama orang tua saat ini paling banyak berencana  membeli rumah sendiri pada usia 28-30 tahun. Sehingga dapat disimpulkan  pula bahwa milenial muda punya keinginan untuk keluar rumah lebih cepat  dibandingkan milenial tua.

&amp;ldquo;Generasi milenial memiliki niat yang tinggi untuk membeli rumah,  namun kurang berusaha, misalnya menabung secara rutin atau menyisihkan  pendapatan tambahan seperti bonus dan lain-lain dengan jumlah yang  signifikan,&quot; katanya.

Dia menambahkan, sebagai generasi pertama yang berinteraksi langsung  dengan internet, generasi milenial mengalami keterbukaan yang sangat  tinggi terhadap informasi online sehingga prioritas pengelolaan keuangan  mereka akan sedikit banyak dipengaruhi oleh informasi yang didapatkan.  &quot;Pemangku kepentingan properti harus bersama-sama mengedukasi generasi  milenial perihal rumah sebagai kebutuhan primer dan memberikan edukasi  mengenai pentingnya memiliki rumah sedini mungkin,&amp;rdquo; kata Ike.</content:encoded></item></channel></rss>
