<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berbisnis Kopi, Perempuan Ini Kantongi USD4 Miliar dalam 18 Bulan</title><description>Bagi Jenny Qian Zhiya, butuh waktu 18 bulan untuk bisa mencapai valuasi USD4 miliar di bisnis kopi yang ia rintis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/320/2061149/berbisnis-kopi-perempuan-ini-kantongi-usd4-miliar-dalam-18-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/320/2061149/berbisnis-kopi-perempuan-ini-kantongi-usd4-miliar-dalam-18-bulan"/><item><title>Berbisnis Kopi, Perempuan Ini Kantongi USD4 Miliar dalam 18 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/320/2061149/berbisnis-kopi-perempuan-ini-kantongi-usd4-miliar-dalam-18-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/320/2061149/berbisnis-kopi-perempuan-ini-kantongi-usd4-miliar-dalam-18-bulan</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2019 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/28/320/2061149/berbisnis-kopi-perempuan-ini-kantongi-usd4-miliar-dalam-18-bulan-UW3vFQP8mC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/28/320/2061149/berbisnis-kopi-perempuan-ini-kantongi-usd4-miliar-dalam-18-bulan-UW3vFQP8mC.jpg</image><title>Foto: Koran Sindo</title></images><description>SEBERAPA cepat Anda membangun bisnis bernilai lebih dari USD1 miliar (disebut unicorn) saat ini? Bagi Jenny Qian Zhiya, butuh waktu 18 bulan untuk bisa mencapai valuasi USD4 miliar di bisnis kopi yang ia rintis.
Baca Juga: Perempuan Ini Mendadak Jadi Miliarder Gara-Gara IPO
Sekarang, setiap gerai sedang dibangun dalam hitungan jam. Pada akhir 2019 dia berharap bisa lebih besar dari Starbuck. Pada akhir 2017 Jenny masih bekerja di UCAR, aplikasi rental mobil. Lalu, dia sedang mengantre di gerai kopi di Beijing. Saat itulah ia berkata, &amp;ldquo;Saya bisa melakukan lebih baik daripada ini.&amp;rdquo; Saat itu Jenny memang penggila kopi. Sebab, dengan kesibukannya, dia acap bekerja over time dan meminum kopi untuk menjaganya tidak mengantuk. Setelah itu, ia mulai mendirikan Luckin Coffee. Tujuannya simpel, yakni memesan kopi semudah memesan Uber. Gerai kopinya terbilang kecil. Hanya memiliki beberapa staf. Tanpa ada tempat duduk. Semuanya pesan, datang, dan pergi.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267077_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Order dan pembayaran juga dilakukan lewat aplikasi. Sehingga harga kopi mereka lebih murah 25% dibandingkan Starbucks yang menguasai 80% pasar di China sebelum Luckin berdiri. Pada akhir 2017 Qian Zhiya hanya memiliki 9 toko. Lalu, pada akhir 2018 menjadi 2.073 toko. Dan pada akhir 2019 ditargetkan bisa mencapai 4.500 gerai atau lebih banyak dibandingkan Starbucks. Siapa yang mengira pengusaha tanpa pengalaman bisnis kopi bisa berubah dari nol menjadi lebih besar dari Starbucks dalam waktu kurang dari dua tahun?
Belum lama, Luckin Coffee melakukan IPO di Nasdaq, mengumpulkan USD561 juta dan valuasi bisnisnya mencapai USD4 miliar. Sahamnya ditutup hari 20% di atas harga perdana. Qian Zhiya menjadi generasi baru wirausaha yang mengubah bisnis tradisional menjadi bisnis eksponensial dengan menam - bahkan lapisan digital. Dia mengalahkan skala ekonomis dengan kecepatan ekonomis. Melalui toko mikronya, Luckin Coffee menjadi sangat besar dengan strategi kecil. Ini adalah konsep Jepang &amp;ldquo;Masyarakat 5.0&amp;rdquo;, di mana lambat menjadi cepat, cepat menjadi lebih cepat, besar menjadi kecil dan kecil menjadi lebih kecil.Banjir bisnis eksponensial baru bermunculan, mengubah model bisnis  tradisional menjadi model eksponensial dengan menambahkan lapisan  digital, mendisrupsi industri dari ritel ke pendidikan ke perawatan  kesehatan ke pabrik-pabrik. Saat ini Luckin Coffee memang masih membakar  uang. Tujuannya tidak lain menjadi puncak rantai kopi top di China.  Pada 2018 mereka merugi USD241 juta dan mendapatkan USD125 juta. Pada  Januari 2019 Luckin Coffee telah menyajikan sekitar 90 juta cangkir kopi  dan mengumumkan rencana untuk mencapai 4.500 toko pada akhir tahun,  melampaui Starbucks sebagai rantai kopi terbesar di China.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/04/52949/267078_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Starbucks membuka toko pertamanya di Beijing pada 1999, memiliki  3.600 lokasi di negara itu; berencana untuk membuka 600 toko baru setiap  tahun hingga tahun 2022 dan telah memperluas layanan pengirimannya.  Tidak seperti kafe Starbucks yang ekspansif, yang mendorong Anda untuk  bersantai, lebih dari 90% toko Luckin Coffee adalah toko penjemputan  yang terletak di kawasan dengan lalu lintas tinggi seperti gedung  perkantoran dan kampus. Toko tanpa uang tunai (pelanggan membayar  menggunakan aplikasi Luckin) biasanya memiliki tempat duduk terbatas dan  interior sederhana, memungkinkan Luckin Coffee menggunakan penghematan  biaya.
Pesanan dalam aplikasi juga mengedepankan waktu pengiriman 18 menit  atau kurang di kota-kota besar, dan perusahaan telah bermitra dengan  perusahaan pengiriman makanan terbesar di China, Meituan Dianping, untuk  menawarkan produk-produknya pada aplikasi. Jenny Zhiya Qian memiliki  20% kepemilikan di Luckin.
(Danang Arradian)</description><content:encoded>SEBERAPA cepat Anda membangun bisnis bernilai lebih dari USD1 miliar (disebut unicorn) saat ini? Bagi Jenny Qian Zhiya, butuh waktu 18 bulan untuk bisa mencapai valuasi USD4 miliar di bisnis kopi yang ia rintis.
Baca Juga: Perempuan Ini Mendadak Jadi Miliarder Gara-Gara IPO
Sekarang, setiap gerai sedang dibangun dalam hitungan jam. Pada akhir 2019 dia berharap bisa lebih besar dari Starbuck. Pada akhir 2017 Jenny masih bekerja di UCAR, aplikasi rental mobil. Lalu, dia sedang mengantre di gerai kopi di Beijing. Saat itulah ia berkata, &amp;ldquo;Saya bisa melakukan lebih baik daripada ini.&amp;rdquo; Saat itu Jenny memang penggila kopi. Sebab, dengan kesibukannya, dia acap bekerja over time dan meminum kopi untuk menjaganya tidak mengantuk. Setelah itu, ia mulai mendirikan Luckin Coffee. Tujuannya simpel, yakni memesan kopi semudah memesan Uber. Gerai kopinya terbilang kecil. Hanya memiliki beberapa staf. Tanpa ada tempat duduk. Semuanya pesan, datang, dan pergi.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267077_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Order dan pembayaran juga dilakukan lewat aplikasi. Sehingga harga kopi mereka lebih murah 25% dibandingkan Starbucks yang menguasai 80% pasar di China sebelum Luckin berdiri. Pada akhir 2017 Qian Zhiya hanya memiliki 9 toko. Lalu, pada akhir 2018 menjadi 2.073 toko. Dan pada akhir 2019 ditargetkan bisa mencapai 4.500 gerai atau lebih banyak dibandingkan Starbucks. Siapa yang mengira pengusaha tanpa pengalaman bisnis kopi bisa berubah dari nol menjadi lebih besar dari Starbucks dalam waktu kurang dari dua tahun?
Belum lama, Luckin Coffee melakukan IPO di Nasdaq, mengumpulkan USD561 juta dan valuasi bisnisnya mencapai USD4 miliar. Sahamnya ditutup hari 20% di atas harga perdana. Qian Zhiya menjadi generasi baru wirausaha yang mengubah bisnis tradisional menjadi bisnis eksponensial dengan menam - bahkan lapisan digital. Dia mengalahkan skala ekonomis dengan kecepatan ekonomis. Melalui toko mikronya, Luckin Coffee menjadi sangat besar dengan strategi kecil. Ini adalah konsep Jepang &amp;ldquo;Masyarakat 5.0&amp;rdquo;, di mana lambat menjadi cepat, cepat menjadi lebih cepat, besar menjadi kecil dan kecil menjadi lebih kecil.Banjir bisnis eksponensial baru bermunculan, mengubah model bisnis  tradisional menjadi model eksponensial dengan menambahkan lapisan  digital, mendisrupsi industri dari ritel ke pendidikan ke perawatan  kesehatan ke pabrik-pabrik. Saat ini Luckin Coffee memang masih membakar  uang. Tujuannya tidak lain menjadi puncak rantai kopi top di China.  Pada 2018 mereka merugi USD241 juta dan mendapatkan USD125 juta. Pada  Januari 2019 Luckin Coffee telah menyajikan sekitar 90 juta cangkir kopi  dan mengumumkan rencana untuk mencapai 4.500 toko pada akhir tahun,  melampaui Starbucks sebagai rantai kopi terbesar di China.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/04/52949/267078_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Starbucks membuka toko pertamanya di Beijing pada 1999, memiliki  3.600 lokasi di negara itu; berencana untuk membuka 600 toko baru setiap  tahun hingga tahun 2022 dan telah memperluas layanan pengirimannya.  Tidak seperti kafe Starbucks yang ekspansif, yang mendorong Anda untuk  bersantai, lebih dari 90% toko Luckin Coffee adalah toko penjemputan  yang terletak di kawasan dengan lalu lintas tinggi seperti gedung  perkantoran dan kampus. Toko tanpa uang tunai (pelanggan membayar  menggunakan aplikasi Luckin) biasanya memiliki tempat duduk terbatas dan  interior sederhana, memungkinkan Luckin Coffee menggunakan penghematan  biaya.
Pesanan dalam aplikasi juga mengedepankan waktu pengiriman 18 menit  atau kurang di kota-kota besar, dan perusahaan telah bermitra dengan  perusahaan pengiriman makanan terbesar di China, Meituan Dianping, untuk  menawarkan produk-produknya pada aplikasi. Jenny Zhiya Qian memiliki  20% kepemilikan di Luckin.
(Danang Arradian)</content:encoded></item></channel></rss>
