<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibayar Rp33,11 Triliun, Elon Musk Jadi CEO Bergaji Tertinggi</title><description>Elon Musk mencatatkan diri sebagai CEO dengan gaji tertinggi di dunia. Seberapa besar gajinya?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/320/2061150/dibayar-rp33-11-triliun-elon-musk-jadi-ceo-bergaji-tertinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/320/2061150/dibayar-rp33-11-triliun-elon-musk-jadi-ceo-bergaji-tertinggi"/><item><title>Dibayar Rp33,11 Triliun, Elon Musk Jadi CEO Bergaji Tertinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/320/2061150/dibayar-rp33-11-triliun-elon-musk-jadi-ceo-bergaji-tertinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/28/320/2061150/dibayar-rp33-11-triliun-elon-musk-jadi-ceo-bergaji-tertinggi</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2019 08:25 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/28/320/2061150/dibayar-rp33-11-triliun-elon-musk-jadi-ceo-bergaji-tertinggi-av5l53GYqd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/28/320/2061150/dibayar-rp33-11-triliun-elon-musk-jadi-ceo-bergaji-tertinggi-av5l53GYqd.jpg</image><title>Foto: Koran Sindo</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Elon Musk mencatatkan diri sebagai CEO dengan gaji tertinggi di dunia. Seberapa besar gajinya? Sangat fantastis, mencapai USD2,3 miliar (Rp33,11 triliun), termasuk dalam bentuk saham dan berbagai penghargaan.
Gaji yang diterima Musk itu disebut-sebut merupakan kombinasi dari gaji tertinggi 65 CEO. Nilai gaji Musk tersebut terungkap dalam sebuah penelitian yang dilaksanakan The New York Times. Penelitian dimaksud dikerjakan bersama konsultan kompensasi eksekutif Equilar dengan mengamati kompensasi bagi CEO di 200 perusahaan publik tahun lalu. Gaji tersebut diberikan setelah para pemegang saham Tesla menyepakati proposal gaji khusus untuk Musk yang juga komisaris Tesla pada 2018 lalu. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan USD2,3 miliar, gaji Musk tersebut naik 4,6 juta. Bila dibandingkan dengan gaji rata-rata karyawan Tesla yang mencapai USD56.163 (Rp808 juta), nominal gaji yang diperoleh Musk itu jumlahnya 40.668 kalinya.
Baca Juga: Perempuan Ini Mendadak Jadi Miliarder Gara-Gara IPO 
Umumnya CEO mengalami ke naikan gaji 16,4% atau naik 9% pada 2016. Adapun rasio gaji CEO mengalami peningkatan mencapai 277 kali bila di bandingkan dengan rata-rata gaji karyawannya. Sebagai perbandingan, CEO dengan gaji tertinggi, CEO Discovery David M Zaslav, hanya mendapatkan USD129 juta. Tapi kompensasi yang didapatkan Musk yang memang tidak lazim di antara para eksekutif tersebut secara bulat disepakati para pemegang saham Tesla pada Maret 2018. Mereka sepakat menggelontorkan gaji fantastis untuk Musk sebagai paket hadiah atas perjuangannya membesarkan Tesla selama satu dekade hingga menjadi perusahaan terkemuka di dunia.

Pemegang saham juga menjanjikan akan menggaji Musk lebih tinggi jika bisa mewujudkan mendongkrak kapitalisasi Tesla dari USD52 miliar (Rp748 triliun) menjadi lebih dari USD650 miliar (Rp9.354 triliun). Kendati demikian, kenaikan gaji tak wajar Musk tetap saja menimbulkan guncangan karena sempat memicu fluktuasi nilai saham Tesla yang cukup tajam tahun lalu. Nilai sahamnya juga mengalami penurunan drastis sejak awal 2019. Perusahaan mobil listrik juga mengalami keuangan yang kacau balau. Masa depan Tesla kini bergantung pada Model 3, mobil sedan dengan harga terendah yang diharapkan bisa diterima publik secara umum. Masalahnya Tesla tidak menjual mobil tipe tersebut dalam jumlah besar.Mereka juga memiliki reputasi yang buruk untuk bisa memenuhi target  penjualan dan produksi. Tesla juga dilaporkan mengalami kerugian USD700  juta pada kuartal pertama tahun ini. Tapi mereka masih memiliki dana  cadangan tunai senilai USD2,2 miliar dengan margin error yang cenderung  turun. Para pemegang saham dan analis meminta Musk untuk meningkatkan  modal. Tapi dia bergeming. &amp;ldquo;Saya tidak berpikir meningkatkan modal bisa  membuat perusahaan bisa beroperasi lebih efektif,&amp;rdquo; ujar Musk. &amp;ldquo;Saya  pikir, yang penting adalah memiliki disiplin finansial perusahaan dan  membuat yakin bahwa kita tidak memiliki pengeluaran besar dan kita harus  hemat terhadap modal,&amp;rdquo; jelasnya.

Dalam pandangan analis Business Insider Trory Wolverton, Musk telah  mengontrol sebagian besar saham Tesla. Insentif yang didapatkan Musk  bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Namun juru bicara Tesla  yang dimintai konfirmasi membantah kabar tentang gaji yang diperoleh  Musk. &amp;ldquo;Elon Musk sebenarnya hanya mendapatkan USD0 dalam total  kompensasi dari Tesla pada 2018. Laporan yang menunjukkan sebaliknya  adalah tidak benar dan salah,&amp;rdquo; ujar juru bicara Tesla seperti dilansir  Business Insider. Juru bicara Tesla yang tidak di sebutkan namanya  menuturkan, tidak seperti CEO lainnya, Musk tidak mendapatkan gaji  ataupun bonus secara tunai.
&amp;ldquo;Itu kompensasi dari adanya dia berhasil menyelesaikan performa yang  berisiko dan mendesain fondasi ambisi seperti meningkatkan kapitalisasi  pasar Tesla dari USD40 miliar menjadi USD100 miliar,&amp;rdquo; ujarnya.  Sebelumnya ketika Tesla mengumumkan rencana gajinya itu, Andrew Ross  Sorkin dari harian The New York Times menyebut itu sebagai &amp;ldquo;rencana gaji  terbesar dalam sejarah korporasi&amp;rdquo;. Para pendukung kebijakan tersebut  menyatakan, rencana itu bertujuan mengharmoniskan hubungan Musk dan para  pemegang saham sehingga bisa meningkatkan nilai perusahaan.
(Andika Hendra M)</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Elon Musk mencatatkan diri sebagai CEO dengan gaji tertinggi di dunia. Seberapa besar gajinya? Sangat fantastis, mencapai USD2,3 miliar (Rp33,11 triliun), termasuk dalam bentuk saham dan berbagai penghargaan.
Gaji yang diterima Musk itu disebut-sebut merupakan kombinasi dari gaji tertinggi 65 CEO. Nilai gaji Musk tersebut terungkap dalam sebuah penelitian yang dilaksanakan The New York Times. Penelitian dimaksud dikerjakan bersama konsultan kompensasi eksekutif Equilar dengan mengamati kompensasi bagi CEO di 200 perusahaan publik tahun lalu. Gaji tersebut diberikan setelah para pemegang saham Tesla menyepakati proposal gaji khusus untuk Musk yang juga komisaris Tesla pada 2018 lalu. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan USD2,3 miliar, gaji Musk tersebut naik 4,6 juta. Bila dibandingkan dengan gaji rata-rata karyawan Tesla yang mencapai USD56.163 (Rp808 juta), nominal gaji yang diperoleh Musk itu jumlahnya 40.668 kalinya.
Baca Juga: Perempuan Ini Mendadak Jadi Miliarder Gara-Gara IPO 
Umumnya CEO mengalami ke naikan gaji 16,4% atau naik 9% pada 2016. Adapun rasio gaji CEO mengalami peningkatan mencapai 277 kali bila di bandingkan dengan rata-rata gaji karyawannya. Sebagai perbandingan, CEO dengan gaji tertinggi, CEO Discovery David M Zaslav, hanya mendapatkan USD129 juta. Tapi kompensasi yang didapatkan Musk yang memang tidak lazim di antara para eksekutif tersebut secara bulat disepakati para pemegang saham Tesla pada Maret 2018. Mereka sepakat menggelontorkan gaji fantastis untuk Musk sebagai paket hadiah atas perjuangannya membesarkan Tesla selama satu dekade hingga menjadi perusahaan terkemuka di dunia.

Pemegang saham juga menjanjikan akan menggaji Musk lebih tinggi jika bisa mewujudkan mendongkrak kapitalisasi Tesla dari USD52 miliar (Rp748 triliun) menjadi lebih dari USD650 miliar (Rp9.354 triliun). Kendati demikian, kenaikan gaji tak wajar Musk tetap saja menimbulkan guncangan karena sempat memicu fluktuasi nilai saham Tesla yang cukup tajam tahun lalu. Nilai sahamnya juga mengalami penurunan drastis sejak awal 2019. Perusahaan mobil listrik juga mengalami keuangan yang kacau balau. Masa depan Tesla kini bergantung pada Model 3, mobil sedan dengan harga terendah yang diharapkan bisa diterima publik secara umum. Masalahnya Tesla tidak menjual mobil tipe tersebut dalam jumlah besar.Mereka juga memiliki reputasi yang buruk untuk bisa memenuhi target  penjualan dan produksi. Tesla juga dilaporkan mengalami kerugian USD700  juta pada kuartal pertama tahun ini. Tapi mereka masih memiliki dana  cadangan tunai senilai USD2,2 miliar dengan margin error yang cenderung  turun. Para pemegang saham dan analis meminta Musk untuk meningkatkan  modal. Tapi dia bergeming. &amp;ldquo;Saya tidak berpikir meningkatkan modal bisa  membuat perusahaan bisa beroperasi lebih efektif,&amp;rdquo; ujar Musk. &amp;ldquo;Saya  pikir, yang penting adalah memiliki disiplin finansial perusahaan dan  membuat yakin bahwa kita tidak memiliki pengeluaran besar dan kita harus  hemat terhadap modal,&amp;rdquo; jelasnya.

Dalam pandangan analis Business Insider Trory Wolverton, Musk telah  mengontrol sebagian besar saham Tesla. Insentif yang didapatkan Musk  bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Namun juru bicara Tesla  yang dimintai konfirmasi membantah kabar tentang gaji yang diperoleh  Musk. &amp;ldquo;Elon Musk sebenarnya hanya mendapatkan USD0 dalam total  kompensasi dari Tesla pada 2018. Laporan yang menunjukkan sebaliknya  adalah tidak benar dan salah,&amp;rdquo; ujar juru bicara Tesla seperti dilansir  Business Insider. Juru bicara Tesla yang tidak di sebutkan namanya  menuturkan, tidak seperti CEO lainnya, Musk tidak mendapatkan gaji  ataupun bonus secara tunai.
&amp;ldquo;Itu kompensasi dari adanya dia berhasil menyelesaikan performa yang  berisiko dan mendesain fondasi ambisi seperti meningkatkan kapitalisasi  pasar Tesla dari USD40 miliar menjadi USD100 miliar,&amp;rdquo; ujarnya.  Sebelumnya ketika Tesla mengumumkan rencana gajinya itu, Andrew Ross  Sorkin dari harian The New York Times menyebut itu sebagai &amp;ldquo;rencana gaji  terbesar dalam sejarah korporasi&amp;rdquo;. Para pendukung kebijakan tersebut  menyatakan, rencana itu bertujuan mengharmoniskan hubungan Musk dan para  pemegang saham sehingga bisa meningkatkan nilai perusahaan.
(Andika Hendra M)</content:encoded></item></channel></rss>
