<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Lebaran, Pasar Tanah Abang Kembali Semrawut</title><description>Aktivitas pusat grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali normal pascakerusuhan 22 Mei lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/29/320/2061645/jelang-lebaran-pasar-tanah-abang-kembali-semrawut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/29/320/2061645/jelang-lebaran-pasar-tanah-abang-kembali-semrawut"/><item><title>Jelang Lebaran, Pasar Tanah Abang Kembali Semrawut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/29/320/2061645/jelang-lebaran-pasar-tanah-abang-kembali-semrawut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/29/320/2061645/jelang-lebaran-pasar-tanah-abang-kembali-semrawut</guid><pubDate>Rabu 29 Mei 2019 08:38 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/29/320/2061645/jelang-lebaran-pasar-tanah-abang-kembali-semrawut-7ru7Rnz9AM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Tanah Abang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/29/320/2061645/jelang-lebaran-pasar-tanah-abang-kembali-semrawut-7ru7Rnz9AM.jpeg</image><title>Pasar Tanah Abang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aktivitas pusat grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali normal pascakerusuhan 22 Mei lalu. Kawasan pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara itu semakin semrawut menjelang Lebaran. Banyak kendaraan terparkir sembarangan, pedagang kaki lima (PKL) tumplek ke jalan, dan angkutan perkotaan (angkot) berhenti sembarang/ngetem.
Imbasnya, kemacetan tak terhindarkan. Meski banyak petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP, tak banyak membantu. Mereka kewalahan melihat kawasan Tanah Abang yang kian tak teratur.
Kesemrawutan di kawasan Tanah Abang terpantau hingga depan RS Pelni, Jalan KS Tubun. Kemacetan di lokasi sekitar dua kilometer. Kemacetan parah juga terkonsentrasi di Museum Tekstil mendekati Pasar Tanah Abang.
Baca Juga: Pasar Tanah Abang Kembali Buka Hari Ini
Keberadaan PKL membuat jalanan menyempit sehingga kendaraan sulit bergerak, ditambah banyaknya pengendara sepeda motor melawan arah. &amp;rdquo;Sudah ada pedagang ini malah ada yang lawan arah,&amp;rdquo; keluh Mulyono, 29, pengendara motor saat melintas Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin.
KORAN SINDO menjajal melewati Tanah Abang dari Jalan KS Tubun menuju Blok A dan G kemudian melintasi Jalan MH Thamrin dan kembali ke Jalan Jatibaru. Melintasi jalanan sepanjang dua kilometer itu waktu tempuh mencapai dua jam.
Beberapa pengendara yang kesal kemudian turun dari kendaraan. Mereka memilih berbincang dengan pengendara lain membahas kawasan Tanah Abang yang kian semrawut. &amp;rdquo;Mana ini petugasnya. Pada diam saja enggak bisa ngatur kesemrawutan di sini,&amp;rdquo; kata Joko, 35, salah satu pengendara. Di sekitar Jalan Jatibaru Raya pedagang menjajakan barang dagangan di bahu jalan dan trotoar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/05/23/57424/292512_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Tutup, Begini Suasana Pasar Tanah Abang Pascakerusuhan Aksi 22 Mei&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Keberadaan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge tak berdampak signifikan di kawasan tersebut. Imbasnya, pejalan kaki dan porter atau kurir yang membawa troli terpaksa menggunakan bahu jalan sehingga mengakibatkan kemacetan.
Titik kesemrawutan juga terpantau di Stasiun Tanah Abang. Pengalihan orang agar menggunakan skybridge tak berjalan baik. &amp;rdquo;Coba kalau lewat skybridge enggak akan semacet ini,&amp;rdquo; ucapnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi berjanji akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi kesemrawutan di kawasan Tanah Abang. Pemkot Jakarta Pusat tak bisa melakukan sendiri mengatasi persoalan itu.Karenanya dibutuhkan komitmen berbagai pihak mulai dari Satpol PP,  Dishub, dan pedagang. Dia juga akan turun langsung mencari tahu akar  masalah ini. Sebelumnya, sebagai imbas kerusuhan 22 Mei, Pasar Tanah  Abang tutup sementara hingga Sabtu (25/5).
Kemudian esoknya pertokoan di Pasar Tanah Abang buka seperti biasa.  Masyarakat terus berdatangan untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Mereka  bukan hanya dari Jakarta, melainkan juga dari luar Jakarta.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/05/23/57424/292513_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Tutup, Begini Suasana Pasar Tanah Abang Pascakerusuhan Aksi 22 Mei&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Fitri, warga Cibinong, Kabupaten Bogor, mengaku setiap tahun  berbelanja kebutuhan Lebaran di Tanah Abang. Alasannya tentu saja harga  barang di Pasar Tanah Abang lebih murah. Dia sempat khawatir tidak bisa  berbelanja ke Tanah Abang lantaran sempat terjadi kerusuhan. Kini  situasi kembali normal, dia pun lega. Dia memberanikan diri ke Tanah  Abang setelah memastikan keadaan sudah kondusif.
&amp;rdquo;Saya nanya dulu sama saudara, terus katanya (Pasar Tanah Abang)  sudah buka. Kan kemarin sempat tutup, makanya bingung juga kalau tutup,&amp;rdquo;  ujar Fitri.
Idil, pedagang kurma dan barang-barang ala Timur Tengah di Pasar  Tanah Abang, berharap jangan ada lagi kerusuhan supaya bisa leluasa  mencari rezeki. Idil yang berjualan di depan Blok B Pasar Tanah Abang  bersyukur dagangannya tidak kena jarah para perusuh.
(Yan Yusuf)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aktivitas pusat grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali normal pascakerusuhan 22 Mei lalu. Kawasan pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara itu semakin semrawut menjelang Lebaran. Banyak kendaraan terparkir sembarangan, pedagang kaki lima (PKL) tumplek ke jalan, dan angkutan perkotaan (angkot) berhenti sembarang/ngetem.
Imbasnya, kemacetan tak terhindarkan. Meski banyak petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP, tak banyak membantu. Mereka kewalahan melihat kawasan Tanah Abang yang kian tak teratur.
Kesemrawutan di kawasan Tanah Abang terpantau hingga depan RS Pelni, Jalan KS Tubun. Kemacetan di lokasi sekitar dua kilometer. Kemacetan parah juga terkonsentrasi di Museum Tekstil mendekati Pasar Tanah Abang.
Baca Juga: Pasar Tanah Abang Kembali Buka Hari Ini
Keberadaan PKL membuat jalanan menyempit sehingga kendaraan sulit bergerak, ditambah banyaknya pengendara sepeda motor melawan arah. &amp;rdquo;Sudah ada pedagang ini malah ada yang lawan arah,&amp;rdquo; keluh Mulyono, 29, pengendara motor saat melintas Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin.
KORAN SINDO menjajal melewati Tanah Abang dari Jalan KS Tubun menuju Blok A dan G kemudian melintasi Jalan MH Thamrin dan kembali ke Jalan Jatibaru. Melintasi jalanan sepanjang dua kilometer itu waktu tempuh mencapai dua jam.
Beberapa pengendara yang kesal kemudian turun dari kendaraan. Mereka memilih berbincang dengan pengendara lain membahas kawasan Tanah Abang yang kian semrawut. &amp;rdquo;Mana ini petugasnya. Pada diam saja enggak bisa ngatur kesemrawutan di sini,&amp;rdquo; kata Joko, 35, salah satu pengendara. Di sekitar Jalan Jatibaru Raya pedagang menjajakan barang dagangan di bahu jalan dan trotoar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/05/23/57424/292512_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Tutup, Begini Suasana Pasar Tanah Abang Pascakerusuhan Aksi 22 Mei&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Keberadaan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge tak berdampak signifikan di kawasan tersebut. Imbasnya, pejalan kaki dan porter atau kurir yang membawa troli terpaksa menggunakan bahu jalan sehingga mengakibatkan kemacetan.
Titik kesemrawutan juga terpantau di Stasiun Tanah Abang. Pengalihan orang agar menggunakan skybridge tak berjalan baik. &amp;rdquo;Coba kalau lewat skybridge enggak akan semacet ini,&amp;rdquo; ucapnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi berjanji akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi kesemrawutan di kawasan Tanah Abang. Pemkot Jakarta Pusat tak bisa melakukan sendiri mengatasi persoalan itu.Karenanya dibutuhkan komitmen berbagai pihak mulai dari Satpol PP,  Dishub, dan pedagang. Dia juga akan turun langsung mencari tahu akar  masalah ini. Sebelumnya, sebagai imbas kerusuhan 22 Mei, Pasar Tanah  Abang tutup sementara hingga Sabtu (25/5).
Kemudian esoknya pertokoan di Pasar Tanah Abang buka seperti biasa.  Masyarakat terus berdatangan untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Mereka  bukan hanya dari Jakarta, melainkan juga dari luar Jakarta.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/05/23/57424/292513_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Tutup, Begini Suasana Pasar Tanah Abang Pascakerusuhan Aksi 22 Mei&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Fitri, warga Cibinong, Kabupaten Bogor, mengaku setiap tahun  berbelanja kebutuhan Lebaran di Tanah Abang. Alasannya tentu saja harga  barang di Pasar Tanah Abang lebih murah. Dia sempat khawatir tidak bisa  berbelanja ke Tanah Abang lantaran sempat terjadi kerusuhan. Kini  situasi kembali normal, dia pun lega. Dia memberanikan diri ke Tanah  Abang setelah memastikan keadaan sudah kondusif.
&amp;rdquo;Saya nanya dulu sama saudara, terus katanya (Pasar Tanah Abang)  sudah buka. Kan kemarin sempat tutup, makanya bingung juga kalau tutup,&amp;rdquo;  ujar Fitri.
Idil, pedagang kurma dan barang-barang ala Timur Tengah di Pasar  Tanah Abang, berharap jangan ada lagi kerusuhan supaya bisa leluasa  mencari rezeki. Idil yang berjualan di depan Blok B Pasar Tanah Abang  bersyukur dagangannya tidak kena jarah para perusuh.
(Yan Yusuf)</content:encoded></item></channel></rss>
