<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Setor Dividen Rp7,95 Triliun ke Pemerintah</title><description>Pertamina dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019 memutuskan pembagian dividen sebesar Rp7,95 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/31/320/2062452/pertamina-setor-dividen-rp7-95-triliun-ke-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/05/31/320/2062452/pertamina-setor-dividen-rp7-95-triliun-ke-pemerintah"/><item><title>Pertamina Setor Dividen Rp7,95 Triliun ke Pemerintah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/05/31/320/2062452/pertamina-setor-dividen-rp7-95-triliun-ke-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/05/31/320/2062452/pertamina-setor-dividen-rp7-95-triliun-ke-pemerintah</guid><pubDate>Jum'at 31 Mei 2019 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/31/320/2062452/pertamina-setor-dividen-rp7-95-triliun-ke-pemerintah-iZC1HMycpg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/31/320/2062452/pertamina-setor-dividen-rp7-95-triliun-ke-pemerintah-iZC1HMycpg.jpg</image><title>Pertamina (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019 memutuskan pembagian dividen sebesar Rp7,95 triliun dari laba bersih tahun buku 2018 kepada pemerintah. Jumlah ini setara 22% dari laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp35,99 triliun.
Baca Juga: Bocoran BUMN: Laba Pertamina Lebih dari Rp20 Triliun
&quot;Dalam agenda RUPST juga mendapat persetujuan terkait pembagian dividen sebesar Rp7,95 triliun, sehingga ini menambahkan kontribusi pertamina kepada negara, selain dari kontribusi pajak,&quot; ujar Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (31/5/2019).
Dia menjelaskan, rasio pembayaran dividen atau dividen payout ratio Pertamina memang selalu berkisar 22%-25% setiap tahunnya, oleh sebab itu dividen yang dibagikan saat ini masih sesuai dengan kisaran. Kendati demikian, memang jumlah dividen tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,56 triliun.
&amp;nbsp;
Pahala menyatakan, tahun ini kebutuhan belanja modal (capex) perseroan cukup tinggi, oleh sebab itu sebagian besar laba bersih dialokasikan untuk kebutuhan kegiatan operasional dan pengembangan perusahaan.
&quot;Kebutuhan investasi Pertamina itu cukup besar, kita targetkan capex USD5,2 miliar hingga USD5,7 miliar, itu sekitar Rp80 triliun. Dengan capex sebesar itu di 2019, tentunya butuh cashflow yang kuat,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019 memutuskan pembagian dividen sebesar Rp7,95 triliun dari laba bersih tahun buku 2018 kepada pemerintah. Jumlah ini setara 22% dari laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp35,99 triliun.
Baca Juga: Bocoran BUMN: Laba Pertamina Lebih dari Rp20 Triliun
&quot;Dalam agenda RUPST juga mendapat persetujuan terkait pembagian dividen sebesar Rp7,95 triliun, sehingga ini menambahkan kontribusi pertamina kepada negara, selain dari kontribusi pajak,&quot; ujar Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (31/5/2019).
Dia menjelaskan, rasio pembayaran dividen atau dividen payout ratio Pertamina memang selalu berkisar 22%-25% setiap tahunnya, oleh sebab itu dividen yang dibagikan saat ini masih sesuai dengan kisaran. Kendati demikian, memang jumlah dividen tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,56 triliun.
&amp;nbsp;
Pahala menyatakan, tahun ini kebutuhan belanja modal (capex) perseroan cukup tinggi, oleh sebab itu sebagian besar laba bersih dialokasikan untuk kebutuhan kegiatan operasional dan pengembangan perusahaan.
&quot;Kebutuhan investasi Pertamina itu cukup besar, kita targetkan capex USD5,2 miliar hingga USD5,7 miliar, itu sekitar Rp80 triliun. Dengan capex sebesar itu di 2019, tentunya butuh cashflow yang kuat,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
