<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPJT Akui Belum Terima Keluhan Mahalnya Tarif Tol Cikampek</title><description>Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) memastikan pada musim mudik lebaran ini tidak ada keluhan mengenai pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama menuju Cikampek Utama dan Kalihurip. Termasuk juga mengenai tarif tol Cikampek Utama yang baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/02/320/2063154/bpjt-akui-belum-terima-keluhan-mahalnya-tarif-tol-cikampek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/02/320/2063154/bpjt-akui-belum-terima-keluhan-mahalnya-tarif-tol-cikampek"/><item><title>BPJT Akui Belum Terima Keluhan Mahalnya Tarif Tol Cikampek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/02/320/2063154/bpjt-akui-belum-terima-keluhan-mahalnya-tarif-tol-cikampek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/02/320/2063154/bpjt-akui-belum-terima-keluhan-mahalnya-tarif-tol-cikampek</guid><pubDate>Minggu 02 Juni 2019 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/02/320/2063154/bpjt-akui-belum-terima-keluhan-mahalnya-tarif-tol-cikampek-BGXLoM0TsO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/02/320/2063154/bpjt-akui-belum-terima-keluhan-mahalnya-tarif-tol-cikampek-BGXLoM0TsO.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) memastikan pada musim mudik lebaran ini tidak ada keluhan mengenai pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama menuju Cikampek Utama dan Kalihurip. Termasuk juga mengenai tarif tol Cikampek Utama yang baru.
Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, hingga saat ini dirinya belum menerima laporan mengenai tarif yang kemahalan. Meskipun memang pada awal-awal mudik ada beberapa pengendara yang sempat mengeluh karena tarif yang mahal.
&quot;Sekarang keluhan soal tarif (tol Jakarta - Cikampek) tidak kita terima,&quot; ujarnya kepada Okezone, Minggu (6/2/2019
Asal tahu saja, pemindahan GT ini ada perubahan penyesuaian tarif. Untuk tarif jarak pendek mengalami kenaikan, sedangkan tarif jarak jauh atau jarak tertentu yang masuk ke dalam empat wilayah pentarifan masih tetap.
Adapun empat wilayah pentarifan yang dimaksud yaitu Wilayah 1 dengan tarif Rp 1.500 berlaku mulai dari GT Jakarta IC-GT Pondok Gede Barat/Timur. Wilayah 2 dengan tarif Rp 4.500 berlaku untuk GT Jakarta IC-GT Cikarang Barat.
Wilayah 3 dengan tarif Rp 12.000 berlaku mulai dari GT Jakarta IC-GT Karawang Timur. Terakhir, Wilayah 4 dengan tarif Rp 15.000 berlaku mulai dari GT Jakarta IC-GT Cikampek. Sementara untuk kenaikan tarif sendiri berlaku bagi masyarakat yang melakukan transaksi setelah Gerbang Tol Cikarang Barat.
&quot;Memang persoalannya pada zona 3, tapi itu jumlah trafiknya sangat dikit, Cikarang Barat ke Cikarang Timur itu hanya 53 kendaraan dari 250 ribu kendaraan tiap hari.Jadi memang pasti ada kelompok yang di perbatasan yang terkena dampak.Tapi itu bisa diakali, dia bisa exit sebelum zona 3,&quot; jelasnya
Justru menurut Danang, evaluasi yang akan dilakukan oleh Kementerian PUPR adalah bagaimana menyediakan mobile reader agar mereka yang kehabisan saldo tidak membuat Gerbang Tol macet. Sebab menurutnya, dari hasil laporan yang didapatkan pada musim mudik lebaran ini justru para pemudik ini masih menggunakan pembayaran tunai ataupun saldonya habis.
&quot;Pada waktu terkahir kami cek masih ada yang pake tunai, itu karena saldo kurang. Jadi mobile reader ditingkatkan biar ga terjadi kepadatan. Utamanya kurang saldo, tapi solusinya ada, disediakan kartu ekstra untuk mereka atau fasilitas top up,&quot; jelasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) memastikan pada musim mudik lebaran ini tidak ada keluhan mengenai pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama menuju Cikampek Utama dan Kalihurip. Termasuk juga mengenai tarif tol Cikampek Utama yang baru.
Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, hingga saat ini dirinya belum menerima laporan mengenai tarif yang kemahalan. Meskipun memang pada awal-awal mudik ada beberapa pengendara yang sempat mengeluh karena tarif yang mahal.
&quot;Sekarang keluhan soal tarif (tol Jakarta - Cikampek) tidak kita terima,&quot; ujarnya kepada Okezone, Minggu (6/2/2019
Asal tahu saja, pemindahan GT ini ada perubahan penyesuaian tarif. Untuk tarif jarak pendek mengalami kenaikan, sedangkan tarif jarak jauh atau jarak tertentu yang masuk ke dalam empat wilayah pentarifan masih tetap.
Adapun empat wilayah pentarifan yang dimaksud yaitu Wilayah 1 dengan tarif Rp 1.500 berlaku mulai dari GT Jakarta IC-GT Pondok Gede Barat/Timur. Wilayah 2 dengan tarif Rp 4.500 berlaku untuk GT Jakarta IC-GT Cikarang Barat.
Wilayah 3 dengan tarif Rp 12.000 berlaku mulai dari GT Jakarta IC-GT Karawang Timur. Terakhir, Wilayah 4 dengan tarif Rp 15.000 berlaku mulai dari GT Jakarta IC-GT Cikampek. Sementara untuk kenaikan tarif sendiri berlaku bagi masyarakat yang melakukan transaksi setelah Gerbang Tol Cikarang Barat.
&quot;Memang persoalannya pada zona 3, tapi itu jumlah trafiknya sangat dikit, Cikarang Barat ke Cikarang Timur itu hanya 53 kendaraan dari 250 ribu kendaraan tiap hari.Jadi memang pasti ada kelompok yang di perbatasan yang terkena dampak.Tapi itu bisa diakali, dia bisa exit sebelum zona 3,&quot; jelasnya
Justru menurut Danang, evaluasi yang akan dilakukan oleh Kementerian PUPR adalah bagaimana menyediakan mobile reader agar mereka yang kehabisan saldo tidak membuat Gerbang Tol macet. Sebab menurutnya, dari hasil laporan yang didapatkan pada musim mudik lebaran ini justru para pemudik ini masih menggunakan pembayaran tunai ataupun saldonya habis.
&quot;Pada waktu terkahir kami cek masih ada yang pake tunai, itu karena saldo kurang. Jadi mobile reader ditingkatkan biar ga terjadi kepadatan. Utamanya kurang saldo, tapi solusinya ada, disediakan kartu ekstra untuk mereka atau fasilitas top up,&quot; jelasnya</content:encoded></item></channel></rss>
