<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mencari Cuan di Tengah Perlambatan Ekonomi Global</title><description>Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,9% menjadi 2,6%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/07/20/2064162/mencari-cuan-di-tengah-perlambatan-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/07/20/2064162/mencari-cuan-di-tengah-perlambatan-ekonomi-global"/><item><title>Mencari Cuan di Tengah Perlambatan Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/07/20/2064162/mencari-cuan-di-tengah-perlambatan-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/07/20/2064162/mencari-cuan-di-tengah-perlambatan-ekonomi-global</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2019 07:29 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/06/20/2064162/mencari-cuan-di-tengah-perlambatan-ekonomi-global-t25010KuOS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/06/20/2064162/mencari-cuan-di-tengah-perlambatan-ekonomi-global-t25010KuOS.jpg</image><title>foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,9% menjadi 2,6%. Hal ini pun menjadi kekhawatiran bagi pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani menilai, pemerintah harus membuat regulasi yang betul-betul dapat meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri. Pasalnya, saat ini negara-negara maju atau tempat tujuan ekspor Indonesia tengah membuat proteksi pasar masing-masing.
&quot;Pemerintah harus memberikan perhatian khusus terkait insentif fiskal untuk sektor-sektor usaha yang memiliki potensi nilai ekspor besar dan dalam jumlah besar,&quot; ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong pendanaan ekspor melalui instrumen keuangan yang sudah ada seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Baca Selengkapnya: Pengusaha Minta Pemerintah Antisipasi Penurunan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,9% menjadi 2,6%. Hal ini pun menjadi kekhawatiran bagi pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani menilai, pemerintah harus membuat regulasi yang betul-betul dapat meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri. Pasalnya, saat ini negara-negara maju atau tempat tujuan ekspor Indonesia tengah membuat proteksi pasar masing-masing.
&quot;Pemerintah harus memberikan perhatian khusus terkait insentif fiskal untuk sektor-sektor usaha yang memiliki potensi nilai ekspor besar dan dalam jumlah besar,&quot; ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong pendanaan ekspor melalui instrumen keuangan yang sudah ada seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Baca Selengkapnya: Pengusaha Minta Pemerintah Antisipasi Penurunan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

</content:encoded></item></channel></rss>
