<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Jumlah Turis Asing ke RI Turun</title><description>Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2019 mencapai 1,303 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/12/320/2065352/penyebab-jumlah-turis-asing-ke-ri-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/12/320/2065352/penyebab-jumlah-turis-asing-ke-ri-turun"/><item><title>Penyebab Jumlah Turis Asing ke RI Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/12/320/2065352/penyebab-jumlah-turis-asing-ke-ri-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/12/320/2065352/penyebab-jumlah-turis-asing-ke-ri-turun</guid><pubDate>Rabu 12 Juni 2019 05:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/11/320/2065352/penyebab-jumlah-turis-asing-ke-ri-turun-W6x1m9w2pf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/11/320/2065352/penyebab-jumlah-turis-asing-ke-ri-turun-W6x1m9w2pf.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description> 
JAKARTA - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2019 mencapai 1,303 juta kunjungan atau naik tipis 0,11% dibanding April 2018 yang sebanyak 1,302 juta.

Jika dibandingkan dengan Maret 2019, kunjungan wisman pada April 2019 menurun 2,74%. Penurunan jumlah wisman pada April 2019 terjadi karena pola musiman.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat pada 2015, 2016, setiap April terjadi penurunan, kecuali yang agak tidak biasa di bulan April 2017. Penurunan terbesar terjadi di pintu masuk Tanjung Benoa karena jumlah kapar pesiar yang berlabuh jauh lebih kecil,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada April 2019 menurun 8,82% dibanding April tahun lalu. Penurunan ini terjadi di tujuh pintu masuk udara dengan persentase penurunan tertinggi di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mencapai 51,42%, diikuti Bandara Juan da, Jawa Timur (29,10%), dan Bandara Ahmad Yani, Jawa Tengah (26,08%).

Sedangkan penurunan terendah terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali sebe sar 7,75%. Sementara kenaikan jumlah kunjungan wisman terjadi di delapan pintu masuk udara dengan persentase kenaikan paling tinggi di Bandara Sultan Badarudin II, Sumatera Selatan sebesar 65,51%.

 
Baca Selengkapnya: BPS Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Belum Optimal

</description><content:encoded> 
JAKARTA - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2019 mencapai 1,303 juta kunjungan atau naik tipis 0,11% dibanding April 2018 yang sebanyak 1,302 juta.

Jika dibandingkan dengan Maret 2019, kunjungan wisman pada April 2019 menurun 2,74%. Penurunan jumlah wisman pada April 2019 terjadi karena pola musiman.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat pada 2015, 2016, setiap April terjadi penurunan, kecuali yang agak tidak biasa di bulan April 2017. Penurunan terbesar terjadi di pintu masuk Tanjung Benoa karena jumlah kapar pesiar yang berlabuh jauh lebih kecil,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada April 2019 menurun 8,82% dibanding April tahun lalu. Penurunan ini terjadi di tujuh pintu masuk udara dengan persentase penurunan tertinggi di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mencapai 51,42%, diikuti Bandara Juan da, Jawa Timur (29,10%), dan Bandara Ahmad Yani, Jawa Tengah (26,08%).

Sedangkan penurunan terendah terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali sebe sar 7,75%. Sementara kenaikan jumlah kunjungan wisman terjadi di delapan pintu masuk udara dengan persentase kenaikan paling tinggi di Bandara Sultan Badarudin II, Sumatera Selatan sebesar 65,51%.

 
Baca Selengkapnya: BPS Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Belum Optimal

</content:encoded></item></channel></rss>
