<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkuat Reformasi Regulasi di RI, Inggris Kucurkan Rp20 Miliar</title><description>Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Inggris sepakat untuk memperkuat reformasi dalam bidang regulasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/12/320/2065661/perkuat-reformasi-regulasi-di-ri-inggris-kucurkan-rp20-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/12/320/2065661/perkuat-reformasi-regulasi-di-ri-inggris-kucurkan-rp20-miliar"/><item><title>Perkuat Reformasi Regulasi di RI, Inggris Kucurkan Rp20 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/12/320/2065661/perkuat-reformasi-regulasi-di-ri-inggris-kucurkan-rp20-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/12/320/2065661/perkuat-reformasi-regulasi-di-ri-inggris-kucurkan-rp20-miliar</guid><pubDate>Rabu 12 Juni 2019 16:07 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/12/320/2065661/perkuat-reformasi-regulasi-di-ri-inggris-kucurkan-rp20-miliar-yW34SzBrvg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/12/320/2065661/perkuat-reformasi-regulasi-di-ri-inggris-kucurkan-rp20-miliar-yW34SzBrvg.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Inggris sepakat untuk memperkuat reformasi dalam bidang regulasi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Kesepakatan ini ditandai oleh penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai Pengembangan Reformasi Regulasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran serta Kementerian Bisnis, Energi, dan Strategi Industri Perserikatan Britania Raya dan Irlandia Utara.
Salah satu perwujudan kerja sama tersebut yaitu meliputi bantuan teknis untuk pengembangan reformasi-regulasi sebesar 1,14 juta poundsterling (setara Rp20,6 miliar) yang akan berlaku selama lima tahun hingga 31 Maret 2023.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kemenhub Akan Buat Regulasi Sistem Satu Arah Jalan Tol
Bantuan ini bersumber dari hibah Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara melalui Dana Kesejahteraan Pemerintah Inggris yang dikelola oleh Unit Pelayanan Regulasi Internasional, Kementerian Bisnis, Energi, dan Strategi Industri Perserikatan Britania Raya dan Irlandia Utara.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengharapkan komitmen ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di Indonesia yang dalam jangka panjang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan.

&quot;Kami harap program kerja sama ini dapat membawa perbaikan regulasi untuk meningkatkan iklim investasi sehingga mampu membawa pertumbuhan ekonomi inklusif, serta menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia,&quot; katanya seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Rabu (12/6/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Mendagri Dorong Regulasi Transaksi Non-Tunai
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan maupun workshop terkait post border dan product market surveillance regime di Indonesia sebagai agenda kegiatan pertama.

Selain itu, terdapat pertukaran informasi, program, pendidikan, pelatihan, seminar, dan pengembangan kapasitas ataupun bentuk kerja sama lain yang telah disepakati bersama secara tertulis oleh kedua negara.

Komitmen ini juga mencakup rencana kerja spesifik dan terperinci dalam pengimplementasian, yang akan ditinjau setiap tahunnya, dengan tujuan dan hasil produk yang jelas.

&quot;Program bantuan teknis ini bersifat fleksibel untuk merespon perkembangan isu prioritas dari pemerintah Indonesia,&quot; ujar Susiwijono.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam momentum baik  karena terjaga dalam kisaran lima persen, meski disertai ancaman global  yaitu meningkatnya tensi perang dagang yang dapat memperlambat kinerja  perdagangan internasional.

Membaiknya momentum ini didukung oleh perbaikan peringkat daya saing  maupun peringkat utang Indonesia yang dapat membantu peningkatan  realisasi investasi yang pada triwulan I-2019 tercatat tumbuh sebesar  5,3 persen.

Untuk itu, pemerintah akan melanjutkan momentum pencapaian ini dengan  melanjutkan reformasi struktural yang tidak hanya terbatas pada  peningkatan iklim investasi maupun pelaksanaan sistem layanan  terintegrasi (OSS).

Kerja sama teknis dengan Persemakmuran Perserikatan Kerajaan Britania  Raya dan Irlandia Utara ini juga sangat tergantung pada dukungan  seluruh Kementerian dan Lembaga agar pelaksanaan reformasi regulasi  dapat terwujud.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menambahkan  International Civil Service Effectiveness Index (InCisSE) saat ini telah  menobatkan Inggris sebagai negara terbaik dalam membentuk dan  mengimplementasikan regulasi.

Inggris mempunyai sistem regulasi, termasuk regulasi ekonomi, yang  sangat baik, sehingga melalui kerja sama ini, dapat berbagi keahlian  dengan mitra-mitra di Indonesia dalam bersinergi dan mengimplementasikan  regulasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

&quot;Regulasi-regulasi harus diimplementasikan guna memastikan  pasar-pasar berfungsi secara efektif demi pertumbuhan ekonomi dan  penciptaan lapangan pekerjaan. Regulasi yang baik menciptakan  pemerintahan yang mampu mendorong bisnis startup dan investasi,  sekaligus melindungi kebutuhan konsumen,&quot; kata Malik.

Untuk itu, ia mengharapkan kemitraan ini dapat membantu peningkatan  daya saing, membuka peluang bisnis bagi masyarakat, mempercepat kegiatan  investasi, serta memacu pertumbuhan ekonomi di masa depan.

&quot;Dengan kolaborasi ini, kami harap dapat mendukung kemajuan  perekonomian Indonesia. Kalau Indonesia berhasil, kesempatan pada  perekonomian dunia akan lebih besar, dan kita akan bisa menciptakan  dunia yang lebih sejahtera,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Inggris sepakat untuk memperkuat reformasi dalam bidang regulasi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Kesepakatan ini ditandai oleh penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai Pengembangan Reformasi Regulasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran serta Kementerian Bisnis, Energi, dan Strategi Industri Perserikatan Britania Raya dan Irlandia Utara.
Salah satu perwujudan kerja sama tersebut yaitu meliputi bantuan teknis untuk pengembangan reformasi-regulasi sebesar 1,14 juta poundsterling (setara Rp20,6 miliar) yang akan berlaku selama lima tahun hingga 31 Maret 2023.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kemenhub Akan Buat Regulasi Sistem Satu Arah Jalan Tol
Bantuan ini bersumber dari hibah Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara melalui Dana Kesejahteraan Pemerintah Inggris yang dikelola oleh Unit Pelayanan Regulasi Internasional, Kementerian Bisnis, Energi, dan Strategi Industri Perserikatan Britania Raya dan Irlandia Utara.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengharapkan komitmen ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di Indonesia yang dalam jangka panjang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan.

&quot;Kami harap program kerja sama ini dapat membawa perbaikan regulasi untuk meningkatkan iklim investasi sehingga mampu membawa pertumbuhan ekonomi inklusif, serta menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia,&quot; katanya seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Rabu (12/6/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Mendagri Dorong Regulasi Transaksi Non-Tunai
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan maupun workshop terkait post border dan product market surveillance regime di Indonesia sebagai agenda kegiatan pertama.

Selain itu, terdapat pertukaran informasi, program, pendidikan, pelatihan, seminar, dan pengembangan kapasitas ataupun bentuk kerja sama lain yang telah disepakati bersama secara tertulis oleh kedua negara.

Komitmen ini juga mencakup rencana kerja spesifik dan terperinci dalam pengimplementasian, yang akan ditinjau setiap tahunnya, dengan tujuan dan hasil produk yang jelas.

&quot;Program bantuan teknis ini bersifat fleksibel untuk merespon perkembangan isu prioritas dari pemerintah Indonesia,&quot; ujar Susiwijono.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam momentum baik  karena terjaga dalam kisaran lima persen, meski disertai ancaman global  yaitu meningkatnya tensi perang dagang yang dapat memperlambat kinerja  perdagangan internasional.

Membaiknya momentum ini didukung oleh perbaikan peringkat daya saing  maupun peringkat utang Indonesia yang dapat membantu peningkatan  realisasi investasi yang pada triwulan I-2019 tercatat tumbuh sebesar  5,3 persen.

Untuk itu, pemerintah akan melanjutkan momentum pencapaian ini dengan  melanjutkan reformasi struktural yang tidak hanya terbatas pada  peningkatan iklim investasi maupun pelaksanaan sistem layanan  terintegrasi (OSS).

Kerja sama teknis dengan Persemakmuran Perserikatan Kerajaan Britania  Raya dan Irlandia Utara ini juga sangat tergantung pada dukungan  seluruh Kementerian dan Lembaga agar pelaksanaan reformasi regulasi  dapat terwujud.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menambahkan  International Civil Service Effectiveness Index (InCisSE) saat ini telah  menobatkan Inggris sebagai negara terbaik dalam membentuk dan  mengimplementasikan regulasi.

Inggris mempunyai sistem regulasi, termasuk regulasi ekonomi, yang  sangat baik, sehingga melalui kerja sama ini, dapat berbagi keahlian  dengan mitra-mitra di Indonesia dalam bersinergi dan mengimplementasikan  regulasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

&quot;Regulasi-regulasi harus diimplementasikan guna memastikan  pasar-pasar berfungsi secara efektif demi pertumbuhan ekonomi dan  penciptaan lapangan pekerjaan. Regulasi yang baik menciptakan  pemerintahan yang mampu mendorong bisnis startup dan investasi,  sekaligus melindungi kebutuhan konsumen,&quot; kata Malik.

Untuk itu, ia mengharapkan kemitraan ini dapat membantu peningkatan  daya saing, membuka peluang bisnis bagi masyarakat, mempercepat kegiatan  investasi, serta memacu pertumbuhan ekonomi di masa depan.

&quot;Dengan kolaborasi ini, kami harap dapat mendukung kemajuan  perekonomian Indonesia. Kalau Indonesia berhasil, kesempatan pada  perekonomian dunia akan lebih besar, dan kita akan bisa menciptakan  dunia yang lebih sejahtera,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
