<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebaran Tahun Depan, Penggunaan Angkutan Massal Lebih Diutamakan</title><description>Mengintensifkan angkutan massal baik itu angkutan darat, laut, udara maupun kereta api, pada mudik tahun depan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/16/320/2066982/lebaran-tahun-depan-penggunaan-angkutan-massal-lebih-diutamakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/16/320/2066982/lebaran-tahun-depan-penggunaan-angkutan-massal-lebih-diutamakan"/><item><title>Lebaran Tahun Depan, Penggunaan Angkutan Massal Lebih Diutamakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/16/320/2066982/lebaran-tahun-depan-penggunaan-angkutan-massal-lebih-diutamakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/16/320/2066982/lebaran-tahun-depan-penggunaan-angkutan-massal-lebih-diutamakan</guid><pubDate>Minggu 16 Juni 2019 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/16/320/2066982/lebaran-tahun-depan-penggunaan-angkutan-massal-lebih-diutamakan-kCiBRreU9h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mudik Lebaran dengan Bus (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/16/320/2066982/lebaran-tahun-depan-penggunaan-angkutan-massal-lebih-diutamakan-kCiBRreU9h.jpg</image><title>Mudik Lebaran dengan Bus (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan sejumlah poin hasil evaluasi untuk meningkatkan pelayanan mudik Lebaran tahun depan agar lebih baik lagi. Salah satunya mengintensifkan angkutan massal baik itu angkutan darat, laut, udara maupun kereta api.
Hal ini karena di masa mendatang ada kecenderungan penggunaan kendaraan pribadi yang lebih masif oleh para pemudik sebagai imbas dari selesainya pembangunan jalan tol di sejumlah daerah.
&amp;ldquo;Ke depan kita memang masih banyak tugas dan harus kita koordinasikan dengan baik,&amp;rdquo; ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menutup Posko Mudik Terpadu Angkutan Lebaran 2019 di Jakarta, Jumat (14/6).
Baca Juga: Penumpang Pesawat Turun 27% Selama Masa Angkutan Lebaran 2019
Dia menambahkan, pemerintah akan lebih berkoordinasi lagi soal mudik demi kenyamanan bersama. Pada kesempatan tersebut, Budi menyampaikan bahwa pihaknya juga akan mengusulkan untuk mengatur waktu cuti yang sama panjangnya antara arus mudik dan arus balik.
&amp;ldquo;Akan juga diusulkan agar pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) lebih awal,&amp;rdquo; kata Budi Karya. Mengenai kegiatan angkutan Lebaran, Budi menyampaikan apresiasi kepada semua pemangku kepentingan karena tahun ini dapat dilaksanakan secara baik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/06/08/57624/293645_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kendaraan Pemudik Terjebak Kemacetan di Tol Semarang-Solo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal ini terlihat dari turunnya angka kecelakaan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2018. &amp;ldquo;Saya secara pribadi serta atas nama Kementerian Perhubungan menyampaikan terima kasih kepada para stakeholders.
Hendaknya hal ini menjadi suatu contoh dalam keseharian kita untuk menjaga kekompakan, solidaritas dalam melayani masyarakat agar masyarakat mendapatkan yang terbaik,&amp;rdquo; tutur Menhub Budi.
Baca Juga: Macet Panjang saat Arus Balik, Menhub &quot;Salahkan&quot; Waktu Cuti Lebaran
Berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan per Jumat (14/6), angka kecelakaan yang terjadi di tahun 2019 turun sebesar 75%. Dari sebelumnya terjadi 2.234 kecelakaan menjadi 563 kejadian pada tahun ini.
Secara umum hingga akhir pekan ini atau Sabtu (15/6), total penumpang yang melakukan perjalanan mudik Angkutan Lebaran 2019 pada periode H-7 (29 Mei 2019) sampai dengan H+7 (13 Juni 2019) adalah 18.377.538 penumpang.
Pada moda angkutan jalan, jumlah penumpang naik sebesar 11,19% dari sebelumnya 3.741.741 menjadi 4.434.321 penumpang. Jumlah penumpang dengan moda kereta api juga mengalami peningkatan sebanyak 6,62% dari 5.087.342 menjadi 5.113.801 di tahun ini.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/06/09/57626/293655_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Saja Terjadi! Pemudik Sepeda Motor Bawa Anak Kecil&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu sektor angkutan udara mengalami penurunan jumlah pemudik sebesar 27,37% dengan total jumlah pemudik 3.522.585 orang bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 4.850.028 orang.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai pemerintah perlu mengintensifkan interkoneksi transportasi umum di daerah. Menurutnya pemerintah daerah perlu melihat kondisi tersebut supaya akses mudik lebih mudah.
&amp;ldquo;Percuma mengintensifkan angkutan umum apabila interkoneksinya tidak diperbaiki. Untuk angkutan darat harus diperbaiki,&amp;rdquo; ujar dia saat dihubungi tadi malam. Di sisi lain dia tidak setuju adanya penambahan cuti Lebaran karena tidak efektif bagi pekerja.Sementara itu mengenai kemungkinan pemberian THR lebih awal,  menurutnya, hal itu tidak akan berpengaruh banyak karena kebutuhan  Lebaran. &amp;ldquo;Pencairan THR lebih awal sama saja. Jadi ini tidak efektif,&amp;rdquo;  tandas dia.
Sementara itu pengamat infrastruktur Hisar Sirait menilai kesiapan  sarana infrastruktur menjadi salah satu faktor keberhasilan pengaturan  arus mudik dan baik selama Lebaran pada tahun ini. &amp;ldquo;Kalau saya melihat  yang pertama memang kesiapan dari infrastruktur.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/06/04/57593/293454_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pantau Arus Mudik dan Balik Lebaran lewat CCTV&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Itu harus kita akui bahwa dengan terselesaikannya jalur tol secara  baik, hal tersebut memang sangat membantu,&amp;rdquo; ujar Rektor Institut Bisnis  dan Informatika Kwik Kian Gie itu. Hisar menjelaskan, faktor kedua yang  mendukung keberhasilan arus mudik tahun ini ialah kesiapan dari sisi  antisipasi jikalau terdapat hal-hal biasa yang terjadi pada tahun-tahun  sebelumnya, yakni kemacetan di mana-mana.
Selain itu, menurut dia, masyarakat terbantu dengan pilihan mudik  karena hari libur sebelum Lebaran yang panjang. Pada kesempatan berbeda,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  menyebut kondisi prasarana pendukung arus mudik dan balik Lebaran 2019  cukup baik dan tidak mengalami masalah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/06/09/57626/293654_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Saja Terjadi! Pemudik Sepeda Motor Bawa Anak Kecil&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menyinggung kelancaran arus mudik yang berbanding terbalik dengan  arus balik, Basuki menyebut hal itu terkait dengan manajemen waktu.  Menurutnya, waktu mudik yang lebih panjang dibanding waktu arus balik  yang pendek, menyebabkan banyak pemudik kembali di waktu yang hampir  bersamaan.
Kendati demikian, sebelumnya Basuki mengkritisi penumpukan pemudik  pada lokasi rest area atau tempat istirahat di jalan tol. Menurut  Basuki, ke depan perlu ada manajemen yang baik dalam pengelolaan tempat  peristirahatan, terutama di musim puncak seperti arus mudik dan balik  Lebaran yang selalu padat dan menimbulkan kemacetan akibat banyaknya  pemudik yang memarkir kendaraan di bahu jalan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan sejumlah poin hasil evaluasi untuk meningkatkan pelayanan mudik Lebaran tahun depan agar lebih baik lagi. Salah satunya mengintensifkan angkutan massal baik itu angkutan darat, laut, udara maupun kereta api.
Hal ini karena di masa mendatang ada kecenderungan penggunaan kendaraan pribadi yang lebih masif oleh para pemudik sebagai imbas dari selesainya pembangunan jalan tol di sejumlah daerah.
&amp;ldquo;Ke depan kita memang masih banyak tugas dan harus kita koordinasikan dengan baik,&amp;rdquo; ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menutup Posko Mudik Terpadu Angkutan Lebaran 2019 di Jakarta, Jumat (14/6).
Baca Juga: Penumpang Pesawat Turun 27% Selama Masa Angkutan Lebaran 2019
Dia menambahkan, pemerintah akan lebih berkoordinasi lagi soal mudik demi kenyamanan bersama. Pada kesempatan tersebut, Budi menyampaikan bahwa pihaknya juga akan mengusulkan untuk mengatur waktu cuti yang sama panjangnya antara arus mudik dan arus balik.
&amp;ldquo;Akan juga diusulkan agar pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) lebih awal,&amp;rdquo; kata Budi Karya. Mengenai kegiatan angkutan Lebaran, Budi menyampaikan apresiasi kepada semua pemangku kepentingan karena tahun ini dapat dilaksanakan secara baik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/06/08/57624/293645_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kendaraan Pemudik Terjebak Kemacetan di Tol Semarang-Solo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal ini terlihat dari turunnya angka kecelakaan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2018. &amp;ldquo;Saya secara pribadi serta atas nama Kementerian Perhubungan menyampaikan terima kasih kepada para stakeholders.
Hendaknya hal ini menjadi suatu contoh dalam keseharian kita untuk menjaga kekompakan, solidaritas dalam melayani masyarakat agar masyarakat mendapatkan yang terbaik,&amp;rdquo; tutur Menhub Budi.
Baca Juga: Macet Panjang saat Arus Balik, Menhub &quot;Salahkan&quot; Waktu Cuti Lebaran
Berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan per Jumat (14/6), angka kecelakaan yang terjadi di tahun 2019 turun sebesar 75%. Dari sebelumnya terjadi 2.234 kecelakaan menjadi 563 kejadian pada tahun ini.
Secara umum hingga akhir pekan ini atau Sabtu (15/6), total penumpang yang melakukan perjalanan mudik Angkutan Lebaran 2019 pada periode H-7 (29 Mei 2019) sampai dengan H+7 (13 Juni 2019) adalah 18.377.538 penumpang.
Pada moda angkutan jalan, jumlah penumpang naik sebesar 11,19% dari sebelumnya 3.741.741 menjadi 4.434.321 penumpang. Jumlah penumpang dengan moda kereta api juga mengalami peningkatan sebanyak 6,62% dari 5.087.342 menjadi 5.113.801 di tahun ini.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/06/09/57626/293655_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Saja Terjadi! Pemudik Sepeda Motor Bawa Anak Kecil&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu sektor angkutan udara mengalami penurunan jumlah pemudik sebesar 27,37% dengan total jumlah pemudik 3.522.585 orang bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 4.850.028 orang.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai pemerintah perlu mengintensifkan interkoneksi transportasi umum di daerah. Menurutnya pemerintah daerah perlu melihat kondisi tersebut supaya akses mudik lebih mudah.
&amp;ldquo;Percuma mengintensifkan angkutan umum apabila interkoneksinya tidak diperbaiki. Untuk angkutan darat harus diperbaiki,&amp;rdquo; ujar dia saat dihubungi tadi malam. Di sisi lain dia tidak setuju adanya penambahan cuti Lebaran karena tidak efektif bagi pekerja.Sementara itu mengenai kemungkinan pemberian THR lebih awal,  menurutnya, hal itu tidak akan berpengaruh banyak karena kebutuhan  Lebaran. &amp;ldquo;Pencairan THR lebih awal sama saja. Jadi ini tidak efektif,&amp;rdquo;  tandas dia.
Sementara itu pengamat infrastruktur Hisar Sirait menilai kesiapan  sarana infrastruktur menjadi salah satu faktor keberhasilan pengaturan  arus mudik dan baik selama Lebaran pada tahun ini. &amp;ldquo;Kalau saya melihat  yang pertama memang kesiapan dari infrastruktur.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/06/04/57593/293454_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pantau Arus Mudik dan Balik Lebaran lewat CCTV&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Itu harus kita akui bahwa dengan terselesaikannya jalur tol secara  baik, hal tersebut memang sangat membantu,&amp;rdquo; ujar Rektor Institut Bisnis  dan Informatika Kwik Kian Gie itu. Hisar menjelaskan, faktor kedua yang  mendukung keberhasilan arus mudik tahun ini ialah kesiapan dari sisi  antisipasi jikalau terdapat hal-hal biasa yang terjadi pada tahun-tahun  sebelumnya, yakni kemacetan di mana-mana.
Selain itu, menurut dia, masyarakat terbantu dengan pilihan mudik  karena hari libur sebelum Lebaran yang panjang. Pada kesempatan berbeda,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  menyebut kondisi prasarana pendukung arus mudik dan balik Lebaran 2019  cukup baik dan tidak mengalami masalah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/06/09/57626/293654_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masih Saja Terjadi! Pemudik Sepeda Motor Bawa Anak Kecil&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menyinggung kelancaran arus mudik yang berbanding terbalik dengan  arus balik, Basuki menyebut hal itu terkait dengan manajemen waktu.  Menurutnya, waktu mudik yang lebih panjang dibanding waktu arus balik  yang pendek, menyebabkan banyak pemudik kembali di waktu yang hampir  bersamaan.
Kendati demikian, sebelumnya Basuki mengkritisi penumpukan pemudik  pada lokasi rest area atau tempat istirahat di jalan tol. Menurut  Basuki, ke depan perlu ada manajemen yang baik dalam pengelolaan tempat  peristirahatan, terutama di musim puncak seperti arus mudik dan balik  Lebaran yang selalu padat dan menimbulkan kemacetan akibat banyaknya  pemudik yang memarkir kendaraan di bahu jalan.</content:encoded></item></channel></rss>
