<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerjasama Kehutanan Indonesia-Korsel Bakal Libatkan Kaum Milenial</title><description>Kerjasama bidang kehutanan dan lingkungan  hidup antara Indonesia dengan Republik Korea sudah saatnya melibatkan kaum milenial</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/19/320/2068193/kerjasama-kehutanan-indonesia-korsel-bakal-libatkan-kaum-milenial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/19/320/2068193/kerjasama-kehutanan-indonesia-korsel-bakal-libatkan-kaum-milenial"/><item><title>Kerjasama Kehutanan Indonesia-Korsel Bakal Libatkan Kaum Milenial</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/19/320/2068193/kerjasama-kehutanan-indonesia-korsel-bakal-libatkan-kaum-milenial</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/19/320/2068193/kerjasama-kehutanan-indonesia-korsel-bakal-libatkan-kaum-milenial</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2019 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/19/320/2068193/kerjasama-kehutanan-indonesia-korsel-bakal-libatkan-kaum-milenial-70ArCQbB1n.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama. Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/19/320/2068193/kerjasama-kehutanan-indonesia-korsel-bakal-libatkan-kaum-milenial-70ArCQbB1n.jpeg</image><title>Kerjasama. Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kerjasama bidang kehutanan dan lingkungan  hidup antara Indonesia dengan Republik Korea sudah saatnya melibatkan kaum milenial dan memanfaatkan ketenaran K-Pop untuk menarik minat generasi muda menjaga hutan dan lingkungan.
Selain  itu juga karena  sudah banyak tokoh publik dari musik yang sudah terjun dan aktif dalam urusan hutan. Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Kehutanan Korea (Korea Forest Service/KFS), Kim Jae-Hyun, di sela-sela acara Asia Pacific Forestry Week (APFW) 2019 di Incheon, Korea Selatan.
Baca Juga: Di Korsel, Menteri LHK Tegaskan Komitmen Moratorium Lahan Gambut
Dalam diskusi sepanjang hari pada Panel  Asia Pasific Forest Comission FAO  hari pertama kata Menteri Siti Nurbaya, muncul aspek  terkait  tema generasi muda dan hutan. Saya kira ini penting.  Selain itu juga karena di Indonesia beberapa tokoh   musik  kita juga cukup menonjol aktivis dan kampanye nya tentang hutan seperti kelompok Hutan  Itu  Indonesia, Opie Andaresta, Glenn Fredly, Nicolas Saputra, Nugie, Melanie dan masih banyak lagi,
&amp;ldquo;Maka kami mengusulkan agenda  gaya milenial ajak anak muda concern hutan. Agendanya nanti tentu bisa macam-macam, seperti Festival Milenial untuk Hutan, adanya pertukaran generasi muda Korea dan Indonesia terutama terkait dengan aspek pendidikan, budaya dan ilmu pengetahuan untuk menyiapkan pemimpin kehutanan dan lingkungan hidup masa depan dengan menggunakan jalur kultural antara lain mempertimbangkan kegandrungan generasi muda Indonesia dan Korea pada K-Pop,&amp;rdquo; papar Menteri Siti dalam keterangan tertulis, Rabu (19/6/2019).
Baca Juga: 12,7 Juta Ha Disiapkan, 2,53 Juta Lahan Sudah Diserahkan ke Rakyat
Menteri Kehutanan Korsel (KFS), Kim Jae-Hyun pun menyambut baik usulan Menteri LHK Siti Nurbaya  dan akan segera menindaklanjutinya dengan Kedutaan Besar Korea Selatandi Jakarta. Diharapkan nantinya kerja sama untuk kaum milenial ini akan melibatkan figur publik Indonesia yang selama ini sudah banyak bergelut dengan isu kehutanan dan lingkungan seperti Glenn Fredly, Opie Andaresta, Nugi, Nicolas Saputra dan Melanie Subono, sedangkan pihak Korea Selatan akan mendekati bintang-bintang K-Pop.
Untuk kerja sama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kehutanan, lanjut Menteri Siti, Indonesia juga mengusulkan adanya kerja sama yang lebih erat antar universitas di Indonesia dan Republik Korea. Disepakati bahwa akan ada tindak lanjut kerja sama antara universitas di Republik Korea dengan universitas-universitas yang bergerak di bidang kehutanan di Indonesia, antara lain Universitas Jambi dan Universitas Lancang Kuning.APFW Sangat Penting
Lebih lanjut Menteri LHK menjelaskan bahwa delegasi Indonesia yang  datang ke acara APFW ini merupakan delegasi besar yang terdiri dari  perwakilan pemerintah, parlemen, swasta, lembaga swasta masyarakat dan  generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia menganggap acara ini  sangat penting bagi pengembangan kehutanan Indonesia dan Asia Pasifik.  Acara ini juga dapat dijadikan ajang konsolidasi bagi para pemangku  kehutanan Indonesia sekaligus meningkatkan jejaring internasional,  terutama dengan Republik Korea.
Menteri LHK mengapresiasi kerja sama yang erat antara Korea Selatan  dan Indonesia seperti kerja sama antar taman nasional, pengembangan wood  pellet, dan pengelolaan gambut. Lebih lanjut Menteri Siti juga  mengapresiasi inisiatif kerja sama baru di bidang pengendalian kebakaran  hutan dan lahan. Terkait dengan kerja sama pengembangan wood pellet,  proyek tersebut sudah berakhir tahun 2017 silam dan semua barang milik  negara telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Banjar di  Provinsi Kalimantan Selatan.
Menteri Kehutanan Korsel sebagai tuan rumah pertemuan bilateral  menyatakan bahwa Korsel  akan senantiasa mendorong kerja sama bidang  kehutanan yang telah lama terjalin dengan Indonesia. Pemerintah Republik  Korea juga mengapresiasi langkah-langkah Indonesia dalam mengelola  hutan dan kehutanan, terutama sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Tak lupa Menteri Kehutanan Korsel  berterima kasih atas kunjungan  Menteri LHK ke Korea dan mengapresiasi terjadinya pertemuan bilateral  antar kedua negara. Lebih lanjut Menteri KFS menyatakan bahwa untuk  menindaklanjuti pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia dan  Menteri Luar Negeri Republik Korea baru-baru ini, maka perlu segera  ditindak lanjuti dengan proyek pengembangan produk biomasa hutan yang  selama ini telah dirintis.  Indonesia mendukung proyek kerja sama dalam  pemanfaatan biomasa ini karena ini akan mendorong berkembangnya hutan  tanaman, baik berupa hutan rakyat atau pun hutan tanaman rakyat.
Pembicaraan lain dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain  menyangkut perlunya peningkatan kerja sama perdagangan produk-produk  kehutanan dan peningkatan investasi Republik Korea di Indonesia. Di  samping itu juga dibahas peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang  dapat dilakukan dalam kerangka kerja sama multilateral dengan FAO.  Peningkatan kerja sama bisnis to bisnis serta kerja sama multilateral  dalam kerangka Asian Forest Cooperation Organization (AFOCO) juga  dibahas pada pertemuan bilateral tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Kerjasama bidang kehutanan dan lingkungan  hidup antara Indonesia dengan Republik Korea sudah saatnya melibatkan kaum milenial dan memanfaatkan ketenaran K-Pop untuk menarik minat generasi muda menjaga hutan dan lingkungan.
Selain  itu juga karena  sudah banyak tokoh publik dari musik yang sudah terjun dan aktif dalam urusan hutan. Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Kehutanan Korea (Korea Forest Service/KFS), Kim Jae-Hyun, di sela-sela acara Asia Pacific Forestry Week (APFW) 2019 di Incheon, Korea Selatan.
Baca Juga: Di Korsel, Menteri LHK Tegaskan Komitmen Moratorium Lahan Gambut
Dalam diskusi sepanjang hari pada Panel  Asia Pasific Forest Comission FAO  hari pertama kata Menteri Siti Nurbaya, muncul aspek  terkait  tema generasi muda dan hutan. Saya kira ini penting.  Selain itu juga karena di Indonesia beberapa tokoh   musik  kita juga cukup menonjol aktivis dan kampanye nya tentang hutan seperti kelompok Hutan  Itu  Indonesia, Opie Andaresta, Glenn Fredly, Nicolas Saputra, Nugie, Melanie dan masih banyak lagi,
&amp;ldquo;Maka kami mengusulkan agenda  gaya milenial ajak anak muda concern hutan. Agendanya nanti tentu bisa macam-macam, seperti Festival Milenial untuk Hutan, adanya pertukaran generasi muda Korea dan Indonesia terutama terkait dengan aspek pendidikan, budaya dan ilmu pengetahuan untuk menyiapkan pemimpin kehutanan dan lingkungan hidup masa depan dengan menggunakan jalur kultural antara lain mempertimbangkan kegandrungan generasi muda Indonesia dan Korea pada K-Pop,&amp;rdquo; papar Menteri Siti dalam keterangan tertulis, Rabu (19/6/2019).
Baca Juga: 12,7 Juta Ha Disiapkan, 2,53 Juta Lahan Sudah Diserahkan ke Rakyat
Menteri Kehutanan Korsel (KFS), Kim Jae-Hyun pun menyambut baik usulan Menteri LHK Siti Nurbaya  dan akan segera menindaklanjutinya dengan Kedutaan Besar Korea Selatandi Jakarta. Diharapkan nantinya kerja sama untuk kaum milenial ini akan melibatkan figur publik Indonesia yang selama ini sudah banyak bergelut dengan isu kehutanan dan lingkungan seperti Glenn Fredly, Opie Andaresta, Nugi, Nicolas Saputra dan Melanie Subono, sedangkan pihak Korea Selatan akan mendekati bintang-bintang K-Pop.
Untuk kerja sama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kehutanan, lanjut Menteri Siti, Indonesia juga mengusulkan adanya kerja sama yang lebih erat antar universitas di Indonesia dan Republik Korea. Disepakati bahwa akan ada tindak lanjut kerja sama antara universitas di Republik Korea dengan universitas-universitas yang bergerak di bidang kehutanan di Indonesia, antara lain Universitas Jambi dan Universitas Lancang Kuning.APFW Sangat Penting
Lebih lanjut Menteri LHK menjelaskan bahwa delegasi Indonesia yang  datang ke acara APFW ini merupakan delegasi besar yang terdiri dari  perwakilan pemerintah, parlemen, swasta, lembaga swasta masyarakat dan  generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia menganggap acara ini  sangat penting bagi pengembangan kehutanan Indonesia dan Asia Pasifik.  Acara ini juga dapat dijadikan ajang konsolidasi bagi para pemangku  kehutanan Indonesia sekaligus meningkatkan jejaring internasional,  terutama dengan Republik Korea.
Menteri LHK mengapresiasi kerja sama yang erat antara Korea Selatan  dan Indonesia seperti kerja sama antar taman nasional, pengembangan wood  pellet, dan pengelolaan gambut. Lebih lanjut Menteri Siti juga  mengapresiasi inisiatif kerja sama baru di bidang pengendalian kebakaran  hutan dan lahan. Terkait dengan kerja sama pengembangan wood pellet,  proyek tersebut sudah berakhir tahun 2017 silam dan semua barang milik  negara telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Banjar di  Provinsi Kalimantan Selatan.
Menteri Kehutanan Korsel sebagai tuan rumah pertemuan bilateral  menyatakan bahwa Korsel  akan senantiasa mendorong kerja sama bidang  kehutanan yang telah lama terjalin dengan Indonesia. Pemerintah Republik  Korea juga mengapresiasi langkah-langkah Indonesia dalam mengelola  hutan dan kehutanan, terutama sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Tak lupa Menteri Kehutanan Korsel  berterima kasih atas kunjungan  Menteri LHK ke Korea dan mengapresiasi terjadinya pertemuan bilateral  antar kedua negara. Lebih lanjut Menteri KFS menyatakan bahwa untuk  menindaklanjuti pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia dan  Menteri Luar Negeri Republik Korea baru-baru ini, maka perlu segera  ditindak lanjuti dengan proyek pengembangan produk biomasa hutan yang  selama ini telah dirintis.  Indonesia mendukung proyek kerja sama dalam  pemanfaatan biomasa ini karena ini akan mendorong berkembangnya hutan  tanaman, baik berupa hutan rakyat atau pun hutan tanaman rakyat.
Pembicaraan lain dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain  menyangkut perlunya peningkatan kerja sama perdagangan produk-produk  kehutanan dan peningkatan investasi Republik Korea di Indonesia. Di  samping itu juga dibahas peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang  dapat dilakukan dalam kerangka kerja sama multilateral dengan FAO.  Peningkatan kerja sama bisnis to bisnis serta kerja sama multilateral  dalam kerangka Asian Forest Cooperation Organization (AFOCO) juga  dibahas pada pertemuan bilateral tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
