<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Surplus, BI: Positif ke Transaksi Berjalan</title><description>Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 mencatat surplus USD210 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/20/2070397/neraca-dagang-surplus-bi-positif-ke-transaksi-berjalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/20/2070397/neraca-dagang-surplus-bi-positif-ke-transaksi-berjalan"/><item><title>Neraca Dagang Surplus, BI: Positif ke Transaksi Berjalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/20/2070397/neraca-dagang-surplus-bi-positif-ke-transaksi-berjalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/20/2070397/neraca-dagang-surplus-bi-positif-ke-transaksi-berjalan</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2019 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/24/20/2070397/neraca-dagang-surplus-bi-positif-ke-transaksi-berjalan-EK6TjJxJit.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/24/20/2070397/neraca-dagang-surplus-bi-positif-ke-transaksi-berjalan-EK6TjJxJit.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description> 
JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 mencatat surplus USD210 juta, membaik dari kondisi bulan sebelumnya yang mencatat defisit USD2,28 miliar.

Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan pada Mei 2019 berdampak positif terhadap prospek neraca transaksi berjalan 2019, yang diperkirakan defisit dalam kisaran 2,5%&amp;ndash;3,0% terhadap PDB.

&quot;Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat menjaga stabilitas eksternal, termasuk prospek neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan,&quot; kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (24/6/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Perdagangan Mei 2019 Surplus USD210 Juta
Surplus neraca perdagangan tersebut terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas. Surplus neraca perdagangan nonmigas ditopang oleh ekspor nonmigas yang meningkat dan impor nonmigas yang menurun. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas yang menurun dipengaruhi meningkatnya ekspor migas dan menurunnya impor migas.

Neraca perdagangan nonmigas Mei 2019 mengalami surplus USD1,19 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit USD0,79 miliar. Pada satu sisi, perkembangan positif tersebut dipengaruhi oleh peningkatan ekspor nonmigas yakni dari USD12,37 miliar pada April 2019 menjadi USD13,63 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Perdagangan Mei 2019 Surplus, BPS: Belum IdealPeningkatan terutama terjadi pada komponen lemak dan minyak  hewani/nabati, perhiasan/permata, serta bahan bakar mineral. Di sisi  lain, impor nonmigas tercatat sebesar USD12,44 miliar, menurun USD0,72  miliar (mtm) dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya. Penurunan  impor nonmigas terutama terjadi pada komponen mesin dan peralatan  listrik, besi dan baja, serta mesin/pesawat mekanik.

Neraca perdagangan migas tercatat defisit USD0,98 miliar pada Mei  2019, membaik dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar  USD1,49 miliar.

Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor migas, dari  USD0,74 miliar pada April 2019 menjadi USD1,11 miliar pada Mei 2019.  Peningkatan terutama didorong oleh komponen ekspor gas sejalan  peningkatan volume ekspor, di tengah penurunan harga ekspor gas.

Sementara itu, impor migas menurun dari USD2,24 miliar menjadi  USD2,09 miliar pada Mei 2019. Penurunan impor migas terutama terjadi  pada komponen hasil minyak dan gas, sejalan dengan menurunnya volume  ekspor kedua komponen tersebut.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 mencatat surplus USD210 juta, membaik dari kondisi bulan sebelumnya yang mencatat defisit USD2,28 miliar.

Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan pada Mei 2019 berdampak positif terhadap prospek neraca transaksi berjalan 2019, yang diperkirakan defisit dalam kisaran 2,5%&amp;ndash;3,0% terhadap PDB.

&quot;Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat menjaga stabilitas eksternal, termasuk prospek neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan,&quot; kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (24/6/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Perdagangan Mei 2019 Surplus USD210 Juta
Surplus neraca perdagangan tersebut terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas. Surplus neraca perdagangan nonmigas ditopang oleh ekspor nonmigas yang meningkat dan impor nonmigas yang menurun. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas yang menurun dipengaruhi meningkatnya ekspor migas dan menurunnya impor migas.

Neraca perdagangan nonmigas Mei 2019 mengalami surplus USD1,19 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit USD0,79 miliar. Pada satu sisi, perkembangan positif tersebut dipengaruhi oleh peningkatan ekspor nonmigas yakni dari USD12,37 miliar pada April 2019 menjadi USD13,63 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Perdagangan Mei 2019 Surplus, BPS: Belum IdealPeningkatan terutama terjadi pada komponen lemak dan minyak  hewani/nabati, perhiasan/permata, serta bahan bakar mineral. Di sisi  lain, impor nonmigas tercatat sebesar USD12,44 miliar, menurun USD0,72  miliar (mtm) dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya. Penurunan  impor nonmigas terutama terjadi pada komponen mesin dan peralatan  listrik, besi dan baja, serta mesin/pesawat mekanik.

Neraca perdagangan migas tercatat defisit USD0,98 miliar pada Mei  2019, membaik dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar  USD1,49 miliar.

Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor migas, dari  USD0,74 miliar pada April 2019 menjadi USD1,11 miliar pada Mei 2019.  Peningkatan terutama didorong oleh komponen ekspor gas sejalan  peningkatan volume ekspor, di tengah penurunan harga ekspor gas.

Sementara itu, impor migas menurun dari USD2,24 miliar menjadi  USD2,09 miliar pada Mei 2019. Penurunan impor migas terutama terjadi  pada komponen hasil minyak dan gas, sejalan dengan menurunnya volume  ekspor kedua komponen tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
