<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor RI Meningkat 12,42% Setara USD14,74 Miliar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Mei 2019 mencapai USD14,74 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/320/2070106/ekspor-ri-meningkat-12-42-setara-usd14-74-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/320/2070106/ekspor-ri-meningkat-12-42-setara-usd14-74-miliar"/><item><title>Ekspor RI Meningkat 12,42% Setara USD14,74 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/320/2070106/ekspor-ri-meningkat-12-42-setara-usd14-74-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/320/2070106/ekspor-ri-meningkat-12-42-setara-usd14-74-miliar</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2019 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/24/320/2070106/ekspor-ri-meningkat-12-42-setara-usd14-74-miliar-iwas33axUk.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pelabuhan (Foto: Pelindo I)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/24/320/2070106/ekspor-ri-meningkat-12-42-setara-usd14-74-miliar-iwas33axUk.JPG</image><title>Ilustrasi Pelabuhan (Foto: Pelindo I)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Mei 2019 mencapai USD14,74 miliar. Realisasi ini mengalami peningkatan 12,42% dari bulan April 2019 yang sebesar USD13,11 miliar.
Namun, bila dibandingkan dengan laju ekspor pada Mei 2018 yang mencapai USD16,20 miliar, tercatat terjadi penurunan sebesar 8,99%.
&quot;Pada Mei 2019 memang terjadi peningkatan ekspor pada migas maupun non migas,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (24/6/2019).
Baca Juga: Atasi Defisit Neraca Dagang? Begini Caranya
Dia menjelaskan, laju ekspor komoditas  migas tercatat naik signifikan yakni 50,19%. Di mana menjadi USD1,11 miliar pada Mei 2019 dari USD70 juta di April 2019.
Kemudian pada komoditas non migas terjadi peningkatan sebesar 10,16%. Di mana menjadi USD13,63 miliar di Mei 2019 dari sebelumnya USD12,37 miliar di April 2019.
Secara rinci, komoditas non migas yang mengalami peningkatan ekspor tertinggi yakni lemak dan hewan/nabati sebesar USD178 juta, perhiasan/permata USD129,6 juta, bahan bakar mineral USD112 juta, kendaraan dan bagiannya USD97,8 juta, serta mesin/peralatan listrik USD97,2 juta.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Diproyeksi Masih Defisit hingga USD1,2 Miliar
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan ekspor terendah yakni bijih, kerak, dan abu logam sebesar USD131,1 juta, bubur kayu/pulp USD41,4 juta, berbagai produk kimia USD33,4 juta, lokomotif dan peralatan kereta api USD7,7 juta, dan kapal laut USD6,7 juta.
Adapun secara sepanjang Januari-Mei 2019 kinerja ekspor Indonesia tercatat mencapai USD68,46 miliar. Realisasi ini lebih rendah 8,61% dari periode Januari-Mei 2018 yang sebesar USD74,91 miliar.
&quot;Upaya menggenjot ekspor ini memang dihadapkan tantangan. Banyak negara tujuan alami perlambatan ekonomi, misalnya seperti China alami perlambatan ekonomi di kuartal I 2019, harga komoditas juga masih fluktuatif. Di dalam negeri juga ada kendala yang memang perlu dipecahkan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Mei 2019 mencapai USD14,74 miliar. Realisasi ini mengalami peningkatan 12,42% dari bulan April 2019 yang sebesar USD13,11 miliar.
Namun, bila dibandingkan dengan laju ekspor pada Mei 2018 yang mencapai USD16,20 miliar, tercatat terjadi penurunan sebesar 8,99%.
&quot;Pada Mei 2019 memang terjadi peningkatan ekspor pada migas maupun non migas,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (24/6/2019).
Baca Juga: Atasi Defisit Neraca Dagang? Begini Caranya
Dia menjelaskan, laju ekspor komoditas  migas tercatat naik signifikan yakni 50,19%. Di mana menjadi USD1,11 miliar pada Mei 2019 dari USD70 juta di April 2019.
Kemudian pada komoditas non migas terjadi peningkatan sebesar 10,16%. Di mana menjadi USD13,63 miliar di Mei 2019 dari sebelumnya USD12,37 miliar di April 2019.
Secara rinci, komoditas non migas yang mengalami peningkatan ekspor tertinggi yakni lemak dan hewan/nabati sebesar USD178 juta, perhiasan/permata USD129,6 juta, bahan bakar mineral USD112 juta, kendaraan dan bagiannya USD97,8 juta, serta mesin/peralatan listrik USD97,2 juta.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Diproyeksi Masih Defisit hingga USD1,2 Miliar
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan ekspor terendah yakni bijih, kerak, dan abu logam sebesar USD131,1 juta, bubur kayu/pulp USD41,4 juta, berbagai produk kimia USD33,4 juta, lokomotif dan peralatan kereta api USD7,7 juta, dan kapal laut USD6,7 juta.
Adapun secara sepanjang Januari-Mei 2019 kinerja ekspor Indonesia tercatat mencapai USD68,46 miliar. Realisasi ini lebih rendah 8,61% dari periode Januari-Mei 2018 yang sebesar USD74,91 miliar.
&quot;Upaya menggenjot ekspor ini memang dihadapkan tantangan. Banyak negara tujuan alami perlambatan ekonomi, misalnya seperti China alami perlambatan ekonomi di kuartal I 2019, harga komoditas juga masih fluktuatif. Di dalam negeri juga ada kendala yang memang perlu dipecahkan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
