<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Mei 2019 Turun 17% Jadi USD14,5 Miliar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data impor bulan Mei 2019 mencapai USD14,53 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/320/2070118/impor-mei-2019-turun-17-jadi-usd14-5-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/320/2070118/impor-mei-2019-turun-17-jadi-usd14-5-miliar"/><item><title>Impor Mei 2019 Turun 17% Jadi USD14,5 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/320/2070118/impor-mei-2019-turun-17-jadi-usd14-5-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/24/320/2070118/impor-mei-2019-turun-17-jadi-usd14-5-miliar</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2019 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/24/320/2070118/impor-mei-2019-turun-17-jadi-usd14-5-miliar-PBDTHeVxRV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pelabuhan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/24/320/2070118/impor-mei-2019-turun-17-jadi-usd14-5-miliar-PBDTHeVxRV.jpg</image><title>Ilustrasi Pelabuhan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data impor bulan Mei 2019 mencapai USD14,53 miliar. Laju impor mengalami penurunan 5,62% bila dibandingkan dengan April 2019 yang sebesar USD15,4 miliar.
Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada Mei 2018 yang sebesar USD17,66 miliar, maka terjadi penurunan sebesar 17,71%.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan,  penurunan dari laju impor ini didorong terjadinya penurunan impor pada migas maupun non migas. Di mana sektor migas turun sebesar 6,41%, yakni dari USD2,24 miliar pada April 2019 menjadi USD2,09 miliar pada Mei 2019. Lalu impor non migas menjadi sebesar USD12,44 miliar dari USD13,16 miliar dari April 2019.
Baca Juga: Buwas: Sebagian Besar Pangan Dalam Negeri Hasil Impor
&quot;Jadi baik impor migas maupun non migas mengalami penurunan, sehingga impor pada Mei 2019 menjadi USD1453 miliar,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (24/6/2019).
Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut  menyatakan, pada komoditas non migas yang mengalami penurunan impor terendah adalah mesin dan peralatan listrik sebesar USD158,5 juta, besi dan baja USD109,5 juta, mesin/pesawat mekanik USD85,1 juta, plastik dan barang dari plastik USD75,6 juta, serta perhiasan/permata USD58,1 juta.
Baca Juga: Perbaiki Neraca Dagang, Kontraktor Migas Dilarang Ekspor
Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan impor tertinggi yakni sayuran sebesar USD63,6 juta, bijih, kerak, dan abu logam USD66 juta, ampas/sisa industri makanan USD58,4 juta, kapal laut dna bangunan terapung USD31,5 juta, serta kayu, barang dari kayu USD25,3 juta.
&quot;Untuk kelompok sayuran, itu mencakup juga bawang putih. Memang bawnag putih ada peningkatan impor di Mei 2019 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan itu berasal dari China,&quot; jelasnya.
Adapun secara sepanjang Januari-Mei 2019 kinerja impor Indonesia tercatat mencapai USD70,60 miliar. Realisasi ini lebih rendah 9,23% dari periode Januari-Mei 2018 yang sebesar USD77,78 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data impor bulan Mei 2019 mencapai USD14,53 miliar. Laju impor mengalami penurunan 5,62% bila dibandingkan dengan April 2019 yang sebesar USD15,4 miliar.
Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada Mei 2018 yang sebesar USD17,66 miliar, maka terjadi penurunan sebesar 17,71%.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan,  penurunan dari laju impor ini didorong terjadinya penurunan impor pada migas maupun non migas. Di mana sektor migas turun sebesar 6,41%, yakni dari USD2,24 miliar pada April 2019 menjadi USD2,09 miliar pada Mei 2019. Lalu impor non migas menjadi sebesar USD12,44 miliar dari USD13,16 miliar dari April 2019.
Baca Juga: Buwas: Sebagian Besar Pangan Dalam Negeri Hasil Impor
&quot;Jadi baik impor migas maupun non migas mengalami penurunan, sehingga impor pada Mei 2019 menjadi USD1453 miliar,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (24/6/2019).
Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut  menyatakan, pada komoditas non migas yang mengalami penurunan impor terendah adalah mesin dan peralatan listrik sebesar USD158,5 juta, besi dan baja USD109,5 juta, mesin/pesawat mekanik USD85,1 juta, plastik dan barang dari plastik USD75,6 juta, serta perhiasan/permata USD58,1 juta.
Baca Juga: Perbaiki Neraca Dagang, Kontraktor Migas Dilarang Ekspor
Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan impor tertinggi yakni sayuran sebesar USD63,6 juta, bijih, kerak, dan abu logam USD66 juta, ampas/sisa industri makanan USD58,4 juta, kapal laut dna bangunan terapung USD31,5 juta, serta kayu, barang dari kayu USD25,3 juta.
&quot;Untuk kelompok sayuran, itu mencakup juga bawang putih. Memang bawnag putih ada peningkatan impor di Mei 2019 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan itu berasal dari China,&quot; jelasnya.
Adapun secara sepanjang Januari-Mei 2019 kinerja impor Indonesia tercatat mencapai USD70,60 miliar. Realisasi ini lebih rendah 9,23% dari periode Januari-Mei 2018 yang sebesar USD77,78 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
