<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menpan-RB Unjuk Gigi Soal Perkembangan Pelayanan Publik Indonesia di PBB</title><description>Indonesia memegang komitmen meningkatkan pelayanan publik dengan mewujudkan agenda Sustainable Development Goals</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/25/320/2070694/menpan-rb-unjuk-gigi-soal-perkembangan-pelayanan-publik-indonesia-di-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/25/320/2070694/menpan-rb-unjuk-gigi-soal-perkembangan-pelayanan-publik-indonesia-di-pbb"/><item><title>Menpan-RB Unjuk Gigi Soal Perkembangan Pelayanan Publik Indonesia di PBB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/25/320/2070694/menpan-rb-unjuk-gigi-soal-perkembangan-pelayanan-publik-indonesia-di-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/25/320/2070694/menpan-rb-unjuk-gigi-soal-perkembangan-pelayanan-publik-indonesia-di-pbb</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2019 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/25/320/2070694/menpan-rb-unjuk-gigi-soal-perkembangan-pelayanan-publik-indonesia-di-pbb-pQxubnGWcC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menpan Jadi Pembicara di Acara PBB (Foto: Kemenpan RB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/25/320/2070694/menpan-rb-unjuk-gigi-soal-perkembangan-pelayanan-publik-indonesia-di-pbb-pQxubnGWcC.jpeg</image><title>Menpan Jadi Pembicara di Acara PBB (Foto: Kemenpan RB)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menghadiri acara United  Nations Public Service Award (UNPSA) 2019 yang diadakan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pada acara tersebut, Syafruddin unjuk gigi soal perkembangan pelayanan publik di Indonesia.
Indonesia memegang komitmen meningkatkan pelayanan publik dengan mewujudkan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 melalui Gerakan Indonesia Melayani. Pemerintah gencar menggaungkan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, membangun institusi pemerintah yang efektif dan akuntabel, serta mengurangi kesenjangan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga: Upaya Pemerintah Ciptakan Sistem Birokrasi Efektif dan Efisien
&amp;ldquo;Semua itu diwujudkan dengan sebuah gerakan nasional yang dinamakan Gerakan Indonesia Melayani,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan tertulisnya, saat menjadi keynote speaker pada acara UNPSA 2019, Selasa (25/6/2019).
Syafruddin mengatakan, di era globalisasi ini, tentu kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai negara adalah hal yang cukup penting untuk optimalisasi pelayanan publik. &amp;ldquo;Kami juga membuka kesempatan luas untuk kolaborasi dengan mitra kerja internasional, guna mewujudkan kontribusi signifikan bagi agenda 2030,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga: Pemerintah Mulai Modern dengan Sistem Kearsipan Elektronik
Menurutnya, layanan publik di Indonesia saat ini sangat berkembang. Di mana PBB memberikan penghargaan pada inovasi pelayanan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Inovasi ini menjadi juara pada kategori Memastikan Pendekatan Terintegrasi di Lembaga Sektor Publik.
&quot;Terima kasih PBB. Indonesia berkomitmen mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Ini untuk Indonesia dan juga untuk dunia. Indonesia Melayani, Indonesia serves the world,&quot; ujarnya.Dijelaskan, latar belakang lahirnya inovasi PetaBencana.id adalah  cuaca ekstrem  dan tak menentu yang terjadi di Indonesia. &amp;ldquo;Inovasi peta  bencana memberi akses informasi bencana secara real time, gratis dan  mudah bagi publik, untuk memantau serta membaginya melalui berbagai   platform media sosial,&amp;rdquo; ujarnya.
Melalui inovasi ini, meski dalam keterbatasan, masyarakat, unit  swasta, dan pemerintah dapat berkontribusi optimal untuk menyikapi  bencana secara simultan dan komprehensif. Peta bencana mampu  mengumpulkan, menyortir, dan memvisualisasikan informasi dari media  sosial ke dalam bentuk peta.
Penggunaan platform media sosial ini tentu sejalan dengan Sistem  Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Melalui Forum UNPSA, Syafruddin  membagikan pengalaman Indonesia dalam merespon perubahan global dan  revolusi industri 4.0.
Adaptasi pelayanan publik ke bentuk digital dan virtual, mendorong  reformasi birokrasi, proses, dan tata kelola pemerintahan yang  strategis. Dengan perubahan itu, pemerintah menghadirkan pelayanan  publik yang berkualitas, menopang pembangunan berkelanjutan, serta  menjawab harapan masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menghadiri acara United  Nations Public Service Award (UNPSA) 2019 yang diadakan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pada acara tersebut, Syafruddin unjuk gigi soal perkembangan pelayanan publik di Indonesia.
Indonesia memegang komitmen meningkatkan pelayanan publik dengan mewujudkan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 melalui Gerakan Indonesia Melayani. Pemerintah gencar menggaungkan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, membangun institusi pemerintah yang efektif dan akuntabel, serta mengurangi kesenjangan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga: Upaya Pemerintah Ciptakan Sistem Birokrasi Efektif dan Efisien
&amp;ldquo;Semua itu diwujudkan dengan sebuah gerakan nasional yang dinamakan Gerakan Indonesia Melayani,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan tertulisnya, saat menjadi keynote speaker pada acara UNPSA 2019, Selasa (25/6/2019).
Syafruddin mengatakan, di era globalisasi ini, tentu kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai negara adalah hal yang cukup penting untuk optimalisasi pelayanan publik. &amp;ldquo;Kami juga membuka kesempatan luas untuk kolaborasi dengan mitra kerja internasional, guna mewujudkan kontribusi signifikan bagi agenda 2030,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga: Pemerintah Mulai Modern dengan Sistem Kearsipan Elektronik
Menurutnya, layanan publik di Indonesia saat ini sangat berkembang. Di mana PBB memberikan penghargaan pada inovasi pelayanan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Inovasi ini menjadi juara pada kategori Memastikan Pendekatan Terintegrasi di Lembaga Sektor Publik.
&quot;Terima kasih PBB. Indonesia berkomitmen mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Ini untuk Indonesia dan juga untuk dunia. Indonesia Melayani, Indonesia serves the world,&quot; ujarnya.Dijelaskan, latar belakang lahirnya inovasi PetaBencana.id adalah  cuaca ekstrem  dan tak menentu yang terjadi di Indonesia. &amp;ldquo;Inovasi peta  bencana memberi akses informasi bencana secara real time, gratis dan  mudah bagi publik, untuk memantau serta membaginya melalui berbagai   platform media sosial,&amp;rdquo; ujarnya.
Melalui inovasi ini, meski dalam keterbatasan, masyarakat, unit  swasta, dan pemerintah dapat berkontribusi optimal untuk menyikapi  bencana secara simultan dan komprehensif. Peta bencana mampu  mengumpulkan, menyortir, dan memvisualisasikan informasi dari media  sosial ke dalam bentuk peta.
Penggunaan platform media sosial ini tentu sejalan dengan Sistem  Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Melalui Forum UNPSA, Syafruddin  membagikan pengalaman Indonesia dalam merespon perubahan global dan  revolusi industri 4.0.
Adaptasi pelayanan publik ke bentuk digital dan virtual, mendorong  reformasi birokrasi, proses, dan tata kelola pemerintahan yang  strategis. Dengan perubahan itu, pemerintah menghadirkan pelayanan  publik yang berkualitas, menopang pembangunan berkelanjutan, serta  menjawab harapan masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
