<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>World Bank: Indonesia Harus Waspada Perang Dagang AS-China</title><description>World Bank menyarankan agar pemerintah Indonesia mewaspadai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/25/320/2070769/world-bank-indonesia-harus-waspada-perang-dagang-as-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/25/320/2070769/world-bank-indonesia-harus-waspada-perang-dagang-as-china"/><item><title>World Bank: Indonesia Harus Waspada Perang Dagang AS-China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/25/320/2070769/world-bank-indonesia-harus-waspada-perang-dagang-as-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/25/320/2070769/world-bank-indonesia-harus-waspada-perang-dagang-as-china</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2019 17:41 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/25/320/2070769/world-bank-indonesia-harus-waspada-perang-dagang-as-china-vsijc8uN1v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/25/320/2070769/world-bank-indonesia-harus-waspada-perang-dagang-as-china-vsijc8uN1v.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Perwakilan Bank Dunia (World Bank) di Indonesia Rodrigo A Chaves menyarankan agar pemerintah Indonesia mewaspadai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang diibaratkan sebagai awan hitam yang menggelayut.

&quot;Kami rasa pemerintah perlu memperhatikan dengan seksama apa yang sedang terjadi di ekonomi global saat ini. Ada awan hitam yang menggelayut karena perang dagang. Semoga saja negosiasi antara dua negara kuat (AS-China) segera terjadi agar perang dagang tak berdampak semakin buruk untuk semua pihak,&quot; kata Rodrigo di lingkungan istana kepresidenan seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Senin (25/6/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Terima 5 Masukan tentang Pengelolaan Keuangan Negara dari Bank Dunia
Rodrigo A Chaves beserta tim dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Namun Rodrigo mengaku bahwa Bank Dunia tidak punya nasihat khusus untuk Pemerintah Indonesia dalam menyikapi perang dagang tersebut.

&quot;Kami masih perlu menunggu dan melihat dalam waktu ke depan untuk memastikan sejumlah hal,&quot; ungkap Rodrigo
&amp;nbsp;Baca Juga: Bos IMF: Perang Dagang AS-China Tak Menguntungkan Siapapun
Dalam pertemuan itu Rodrigo mengatakan juga melaporkan sejumlah program Bank Dunia di Indonesia kepada Presiden Joko Widodo.

&quot;Kita hanya melaporkan program kerja Bank Dunia di Indonesia selama satu tahun terakhir,&quot; tambah Rodrigo.


Program tersebut termasuk pinjaman yang sudah diberikan kepada Pemerintah Indonesia selama satu tahun terakhir.

&quot;Kami hanya melaporkan apa yang telah kami lakukan selama tahun  fiskal kemarin, pinjaman yg kami kucurkan. Perbincangan yang kami miliki  sangat informal,&quot; ungkap Rodrigo.

Pada 2018 lalu Bank Dunia tercatat memberikan pinjaman sebesar USD150  juta atau sekitar Rp 2,1 triliun (kurs Rp14.000) untuk program  Indonesian Supporting Primary Health Care Reform (I-SPHERE) yang  bertujuan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Pemerintah Indonesia  yaitu Program Indonesia Sehat.

Program ini akan berfokus kepada tiga provinsi tertinggal di  Indonesia Timur: Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua, yang saat ini  sedang menghadapi tantangan dalam ketidakmerataan pada hasil upaya  kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan primer yang bermutu,  khususnya angka kematian anak berusia di bawah lima tahun, malnutrisi  kronis, dan stunting.</description><content:encoded>JAKARTA - Perwakilan Bank Dunia (World Bank) di Indonesia Rodrigo A Chaves menyarankan agar pemerintah Indonesia mewaspadai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang diibaratkan sebagai awan hitam yang menggelayut.

&quot;Kami rasa pemerintah perlu memperhatikan dengan seksama apa yang sedang terjadi di ekonomi global saat ini. Ada awan hitam yang menggelayut karena perang dagang. Semoga saja negosiasi antara dua negara kuat (AS-China) segera terjadi agar perang dagang tak berdampak semakin buruk untuk semua pihak,&quot; kata Rodrigo di lingkungan istana kepresidenan seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Senin (25/6/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Terima 5 Masukan tentang Pengelolaan Keuangan Negara dari Bank Dunia
Rodrigo A Chaves beserta tim dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Namun Rodrigo mengaku bahwa Bank Dunia tidak punya nasihat khusus untuk Pemerintah Indonesia dalam menyikapi perang dagang tersebut.

&quot;Kami masih perlu menunggu dan melihat dalam waktu ke depan untuk memastikan sejumlah hal,&quot; ungkap Rodrigo
&amp;nbsp;Baca Juga: Bos IMF: Perang Dagang AS-China Tak Menguntungkan Siapapun
Dalam pertemuan itu Rodrigo mengatakan juga melaporkan sejumlah program Bank Dunia di Indonesia kepada Presiden Joko Widodo.

&quot;Kita hanya melaporkan program kerja Bank Dunia di Indonesia selama satu tahun terakhir,&quot; tambah Rodrigo.


Program tersebut termasuk pinjaman yang sudah diberikan kepada Pemerintah Indonesia selama satu tahun terakhir.

&quot;Kami hanya melaporkan apa yang telah kami lakukan selama tahun  fiskal kemarin, pinjaman yg kami kucurkan. Perbincangan yang kami miliki  sangat informal,&quot; ungkap Rodrigo.

Pada 2018 lalu Bank Dunia tercatat memberikan pinjaman sebesar USD150  juta atau sekitar Rp 2,1 triliun (kurs Rp14.000) untuk program  Indonesian Supporting Primary Health Care Reform (I-SPHERE) yang  bertujuan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Pemerintah Indonesia  yaitu Program Indonesia Sehat.

Program ini akan berfokus kepada tiga provinsi tertinggal di  Indonesia Timur: Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua, yang saat ini  sedang menghadapi tantangan dalam ketidakmerataan pada hasil upaya  kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan primer yang bermutu,  khususnya angka kematian anak berusia di bawah lima tahun, malnutrisi  kronis, dan stunting.</content:encoded></item></channel></rss>
