<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Prediksi Inflasi Juni 0,45%</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga Minggu keempat Juni 2019 terjadi inflasi sebesar 0,45% (month to month/mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/28/20/2072122/bi-prediksi-inflasi-juni-0-45</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/28/20/2072122/bi-prediksi-inflasi-juni-0-45"/><item><title>BI Prediksi Inflasi Juni 0,45%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/28/20/2072122/bi-prediksi-inflasi-juni-0-45</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/28/20/2072122/bi-prediksi-inflasi-juni-0-45</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2019 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/28/20/2072122/bi-prediksi-inflasi-juni-0-45-LomXuBClnv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/28/20/2072122/bi-prediksi-inflasi-juni-0-45-LomXuBClnv.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga Minggu keempat Juni 2019 terjadi inflasi sebesar 0,45% (month to month/mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.

&quot;Survei pemantauan harga sampai Minggu ketiga, kami perkirakan pada Juni ini inflasinya turun menjadi 0,45% mtm dan secara tahunan 3,21%,&quot; ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/6/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Survei BI: Inflasi Juni 0,53%, Cabai Merah Pemicunya
Oleh karena itu, inflasi masih cukup terjaga. Beberapa penyebab inflasi masih terbawa dari bulan lalu seperti cabai, angkutan dalam kota.

&quot;Tapi, semuanya ke arah tren menurun. BI cukup optimis bahwa inflasi sampai akhir tahun akan masuk dalam range kita bahkan di bawah target 3,5%. Itu yang pertama. Artinya tetap terjaga daya beli masyarakat. Inflasinya juga terjaga,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Cabai Merah hingga Tiket Pesawat Jadi Biang Kerok Inflasi Mei 0,68%
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2019 sebesar 0,68% (month to month/mtm). Inflasi ini tinggi dari tingkat inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,44% mtm.

Peningkatan inflasi didorong kenaikan harga pada komoditas kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, hingga kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di bulan Ramadan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga Minggu keempat Juni 2019 terjadi inflasi sebesar 0,45% (month to month/mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.

&quot;Survei pemantauan harga sampai Minggu ketiga, kami perkirakan pada Juni ini inflasinya turun menjadi 0,45% mtm dan secara tahunan 3,21%,&quot; ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/6/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Survei BI: Inflasi Juni 0,53%, Cabai Merah Pemicunya
Oleh karena itu, inflasi masih cukup terjaga. Beberapa penyebab inflasi masih terbawa dari bulan lalu seperti cabai, angkutan dalam kota.

&quot;Tapi, semuanya ke arah tren menurun. BI cukup optimis bahwa inflasi sampai akhir tahun akan masuk dalam range kita bahkan di bawah target 3,5%. Itu yang pertama. Artinya tetap terjaga daya beli masyarakat. Inflasinya juga terjaga,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Cabai Merah hingga Tiket Pesawat Jadi Biang Kerok Inflasi Mei 0,68%
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2019 sebesar 0,68% (month to month/mtm). Inflasi ini tinggi dari tingkat inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,44% mtm.

Peningkatan inflasi didorong kenaikan harga pada komoditas kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, hingga kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di bulan Ramadan.</content:encoded></item></channel></rss>
