<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bagaimana Rasanya Berkarier di Bidang Asuransi?</title><description>Asuransi adalah bidang kerja yang bisa dipilih oleh orang dari berbagai macam latar belakang pendidikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/29/320/2072127/bagaimana-rasanya-berkarier-di-bidang-asuransi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/06/29/320/2072127/bagaimana-rasanya-berkarier-di-bidang-asuransi"/><item><title>Bagaimana Rasanya Berkarier di Bidang Asuransi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/06/29/320/2072127/bagaimana-rasanya-berkarier-di-bidang-asuransi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/06/29/320/2072127/bagaimana-rasanya-berkarier-di-bidang-asuransi</guid><pubDate>Sabtu 29 Juni 2019 06:23 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/28/320/2072127/bagaimana-rasanya-berkarier-di-bidang-asuransi-TG0fE42o4l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/28/320/2072127/bagaimana-rasanya-berkarier-di-bidang-asuransi-TG0fE42o4l.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - Asuransi adalah bidang kerja yang bisa dipilih oleh orang dari berbagai macam latar belakang pendidikan. Sebagian orang melakoni kerja di bidang asuransi sebagai batu loncatan untuk mendapat pengalaman.

Bekal yang didapat dari pekerjaan ini memang bisa bermanfaat untuk karier di bidang lainnya. Namun, mereka berhenti di tengah jalan karena tidak bisa bekerja di bawah tekanan dan target yang ketat.

Sementara itu, ada pula orang yang kukuh bertahan bidang ini sampai sukses dalam karirnya. Orang yang berhasil di bidang asuransi memahami betul tentang arti penghasilan yang berproses, bukan kerja sebulan untuk menunggu gaji.

Maka, ia rela menginvestasikan waktu dan tenaga untuk bekerja dari nol sampai mendapat penghasilan tak terbatas. Jika Anda tertarik memulai karir di perusahaan asuransi, ada baiknya menyimak pengalaman kerja orang-orang yang menggeluti bidang ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: Punya Saingan di Tempat Kerja? Ini Manfaatnya
Berikut ungkapan perasaan para pekerja yang berkarier di bidang asuransi seperti dikutip laman Qerja, Jakarta, Sabtu (29/6/2019)

1. Banyak Mendapat Pelatihan

Berdasarkan review dari karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan asuransi, salah satu nilai positif berkarir di bidang ini adalah kesempatan mendapat pelatihan dan pengembangan diri. Perusahaan asuransi memang memahami pentingnya sumber daya manusia sebagai aset untuk menjual produknya.

Sehingga mereka mau berinvestasi besar untuk pelatihan dan pengembangan karyawan. Sebagai contoh, seorang karyawan di PT Asuransi Sinarmas mengaku sampai mendapat fasilitas bus dan apartemen saat pelatihan.

Pelatihan yang disiapkan mulai dari pengetahuan dasar hingga cara menjual produk yang baik untuk agen baru. Selain itu, karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan asuransi juga mendapat pelatihan untuk menggali potensi diri, pembentukan karakter, manajemen waktu, hingga mengasah kepemimpinan. Ada pula perusahaan asuransi yang menyelenggarakan workshop untuk meningkatkan keterampilan karyawan.

2. Penghasilan Menggiurkan

Banyak orang yang sukses berkarir di bidang asuransi mengaku mendapat penhasilan besar dari hasil kerjanya. Bahkan, agen pemula berpotensi mendapat Rp 20 juta sebulan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Resign dari Pekerjaan Setelah Lebaran, Tepatkah?
Menurut pengakuan seorang manajer yang bekerja di PT Asuransi Cigna, semua karyawan perusahaan mendapat gaji hingga 15 kali per tahun.  Penghasilan tersebut sudah termasuk Tunjangan Hari Raya Lebaran, THR akhir tahun dan tabungan pemilu. Khusus untuk karyawan dengan posisi manajer atau di atasnya, mendapat tambahan variabel bonus pada April.

Pernyataan tersebut di atas senada dengan seorang staf PT Asuransi Jiwasraya yang mengaku mendapat gaji tinggi serta bonus yang besar. Bahkan, menurut pekerja Jiwasraya, remunerasi bisa mencapai 20-24 kali gaji per tahun.

Sementara itu, seorang representative agent di PT Asuransi Astra Buana juga menyebutkan mudahnya mendapat fresh money jika sering menerbitkan polis.
&amp;nbsp;
 
3. Tunjangan

Perusahaan asuransi telah menyiapkan berbagai tunjangan untuk mendukung kehidupan para pekerjanya. Dengan begitu, karyawan yang berkarir di bidang asuransi tidak terbebani dengan biaya-biaya yang mungkin terjadi di luar tugas harian. Berbagai tunjangan dari perusahaan membuat karyawan merasa nyaman dalam bekerja.

Adapun menurut catatan seorang manajer dari PT Asuransi Cigna, tunjangan yang diberikan perusahaan antara lain THR, transportasi, makan, kendaraan, bahan bakar kendaraan, hingga komunikasi via telepon.


4. Jenjang Karier

Karir di bidang asuransi dimulai dari level agen. Jika seorang agen  ingin fokus pada penjualan pribadi, maka bisa berusaha untuk naik  tingkatan menjadi Senior Financial Planner hingga agen asuransi berskala  internasional. Sementara untuk agen yang tertarik mengembangkan tim,  bisa berusaha mencapai tahap unit manager, branch manager, district  manager, hingga sales director.

Meski jenjang karir terlihat jelas, namun untuk mencapai puncak  tidaklah mudah. Para pekerja di bidang asuransi memiliki komentar  beragam tentang jenjanng karir. Ada yang merasa puas dengan karir, dan  ada pula yang menganggap jenjang karir terlalu banyak dan kenaikan level  yang lambat karena organisasi perusahaan yang &amp;ldquo;gemuk&amp;rdquo; di tengah.  Bahkan, ada yang mengeluh kesulitan menaiki tangga karir karena  mengutamakan sistem karir yang tidak jelas di perusahaan.

5. Tekanan Tinggi
 
&amp;nbsp;
Salah satu ukuran kesuksesan pekerjaan di bidang asuransi adalah  keberhasilan menggaet klien sehingga bisa menerbitkan polis lebih  banyak. Bahkan, sebagian perusahaan tidak menerapkan sistem gaji  bulanan, melainkan membayar berdasarkan keberhasilan tersebut.

Sistem seperti ini membuat karyawan merasa tekanan pekerjaan di  bidang asuransi yang tinggi. Untuk menghadapi tantangan ini, seseorang  yang berkarir di bidang asuransi harus mempunyai mental baja.

6. Suasana Kerja Nyaman

Para pekerja di bidang asuransi yang menuliskan review-nya di Qerja  mengaku bahwa salah satu hal baik yang dirasakan adalah suasana kerja  yang nyaman, bersahabat, hubungan baik antara senior dan junior, hingga  kerja tim yang solid. Pengakuan ini diungkapkan oleh karyawan dari  berbagai posisi, divisi, dan bahkan berbeda perusahaan sekali pun.

Artinya, perusahaan-perusahaan asuransi yang ada di Indonesia telah  berhasil menciptakan budaya kerja yang baik untuk karyawannya.  Lingkungan kerja yang nyaman bisa membuat pekerja lebih produktif.
&amp;nbsp;
 
7. Work Life Balance

Banyak karyawan perusahaan asuransi yang menuliskan review di Qerja  mengaku merasakan work life balance selama menekuni bidang ini. Sejumlah  agen yang bergabung dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia  mengungkapkan salah satu keuntungan bekerja di perusahaan tersebut yaitu  jam kerja fleksibel.

Dengan begitu, pekerja bisa menentukan jam kerja dan meluangkan waktu  untuk kehidupan pribadi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Meski  begitu, terkadang jam kerja fleksibel justru tidak bisa mendorong  terciptanya work life balance. Hal ini mungkin terjadi bila karyawan  tidak bisa mengatur waktu dan disiplin mematuhi jadwal.

Semua pekerjaan memiliki tantangan tersendiri. Jika Anda tekun  bekerja dan bisa melewati segala rintangan, maka akan mendapat hasil  yang memuaskan

</description><content:encoded> 
JAKARTA - Asuransi adalah bidang kerja yang bisa dipilih oleh orang dari berbagai macam latar belakang pendidikan. Sebagian orang melakoni kerja di bidang asuransi sebagai batu loncatan untuk mendapat pengalaman.

Bekal yang didapat dari pekerjaan ini memang bisa bermanfaat untuk karier di bidang lainnya. Namun, mereka berhenti di tengah jalan karena tidak bisa bekerja di bawah tekanan dan target yang ketat.

Sementara itu, ada pula orang yang kukuh bertahan bidang ini sampai sukses dalam karirnya. Orang yang berhasil di bidang asuransi memahami betul tentang arti penghasilan yang berproses, bukan kerja sebulan untuk menunggu gaji.

Maka, ia rela menginvestasikan waktu dan tenaga untuk bekerja dari nol sampai mendapat penghasilan tak terbatas. Jika Anda tertarik memulai karir di perusahaan asuransi, ada baiknya menyimak pengalaman kerja orang-orang yang menggeluti bidang ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: Punya Saingan di Tempat Kerja? Ini Manfaatnya
Berikut ungkapan perasaan para pekerja yang berkarier di bidang asuransi seperti dikutip laman Qerja, Jakarta, Sabtu (29/6/2019)

1. Banyak Mendapat Pelatihan

Berdasarkan review dari karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan asuransi, salah satu nilai positif berkarir di bidang ini adalah kesempatan mendapat pelatihan dan pengembangan diri. Perusahaan asuransi memang memahami pentingnya sumber daya manusia sebagai aset untuk menjual produknya.

Sehingga mereka mau berinvestasi besar untuk pelatihan dan pengembangan karyawan. Sebagai contoh, seorang karyawan di PT Asuransi Sinarmas mengaku sampai mendapat fasilitas bus dan apartemen saat pelatihan.

Pelatihan yang disiapkan mulai dari pengetahuan dasar hingga cara menjual produk yang baik untuk agen baru. Selain itu, karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan asuransi juga mendapat pelatihan untuk menggali potensi diri, pembentukan karakter, manajemen waktu, hingga mengasah kepemimpinan. Ada pula perusahaan asuransi yang menyelenggarakan workshop untuk meningkatkan keterampilan karyawan.

2. Penghasilan Menggiurkan

Banyak orang yang sukses berkarir di bidang asuransi mengaku mendapat penhasilan besar dari hasil kerjanya. Bahkan, agen pemula berpotensi mendapat Rp 20 juta sebulan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Resign dari Pekerjaan Setelah Lebaran, Tepatkah?
Menurut pengakuan seorang manajer yang bekerja di PT Asuransi Cigna, semua karyawan perusahaan mendapat gaji hingga 15 kali per tahun.  Penghasilan tersebut sudah termasuk Tunjangan Hari Raya Lebaran, THR akhir tahun dan tabungan pemilu. Khusus untuk karyawan dengan posisi manajer atau di atasnya, mendapat tambahan variabel bonus pada April.

Pernyataan tersebut di atas senada dengan seorang staf PT Asuransi Jiwasraya yang mengaku mendapat gaji tinggi serta bonus yang besar. Bahkan, menurut pekerja Jiwasraya, remunerasi bisa mencapai 20-24 kali gaji per tahun.

Sementara itu, seorang representative agent di PT Asuransi Astra Buana juga menyebutkan mudahnya mendapat fresh money jika sering menerbitkan polis.
&amp;nbsp;
 
3. Tunjangan

Perusahaan asuransi telah menyiapkan berbagai tunjangan untuk mendukung kehidupan para pekerjanya. Dengan begitu, karyawan yang berkarir di bidang asuransi tidak terbebani dengan biaya-biaya yang mungkin terjadi di luar tugas harian. Berbagai tunjangan dari perusahaan membuat karyawan merasa nyaman dalam bekerja.

Adapun menurut catatan seorang manajer dari PT Asuransi Cigna, tunjangan yang diberikan perusahaan antara lain THR, transportasi, makan, kendaraan, bahan bakar kendaraan, hingga komunikasi via telepon.


4. Jenjang Karier

Karir di bidang asuransi dimulai dari level agen. Jika seorang agen  ingin fokus pada penjualan pribadi, maka bisa berusaha untuk naik  tingkatan menjadi Senior Financial Planner hingga agen asuransi berskala  internasional. Sementara untuk agen yang tertarik mengembangkan tim,  bisa berusaha mencapai tahap unit manager, branch manager, district  manager, hingga sales director.

Meski jenjang karir terlihat jelas, namun untuk mencapai puncak  tidaklah mudah. Para pekerja di bidang asuransi memiliki komentar  beragam tentang jenjanng karir. Ada yang merasa puas dengan karir, dan  ada pula yang menganggap jenjang karir terlalu banyak dan kenaikan level  yang lambat karena organisasi perusahaan yang &amp;ldquo;gemuk&amp;rdquo; di tengah.  Bahkan, ada yang mengeluh kesulitan menaiki tangga karir karena  mengutamakan sistem karir yang tidak jelas di perusahaan.

5. Tekanan Tinggi
 
&amp;nbsp;
Salah satu ukuran kesuksesan pekerjaan di bidang asuransi adalah  keberhasilan menggaet klien sehingga bisa menerbitkan polis lebih  banyak. Bahkan, sebagian perusahaan tidak menerapkan sistem gaji  bulanan, melainkan membayar berdasarkan keberhasilan tersebut.

Sistem seperti ini membuat karyawan merasa tekanan pekerjaan di  bidang asuransi yang tinggi. Untuk menghadapi tantangan ini, seseorang  yang berkarir di bidang asuransi harus mempunyai mental baja.

6. Suasana Kerja Nyaman

Para pekerja di bidang asuransi yang menuliskan review-nya di Qerja  mengaku bahwa salah satu hal baik yang dirasakan adalah suasana kerja  yang nyaman, bersahabat, hubungan baik antara senior dan junior, hingga  kerja tim yang solid. Pengakuan ini diungkapkan oleh karyawan dari  berbagai posisi, divisi, dan bahkan berbeda perusahaan sekali pun.

Artinya, perusahaan-perusahaan asuransi yang ada di Indonesia telah  berhasil menciptakan budaya kerja yang baik untuk karyawannya.  Lingkungan kerja yang nyaman bisa membuat pekerja lebih produktif.
&amp;nbsp;
 
7. Work Life Balance

Banyak karyawan perusahaan asuransi yang menuliskan review di Qerja  mengaku merasakan work life balance selama menekuni bidang ini. Sejumlah  agen yang bergabung dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia  mengungkapkan salah satu keuntungan bekerja di perusahaan tersebut yaitu  jam kerja fleksibel.

Dengan begitu, pekerja bisa menentukan jam kerja dan meluangkan waktu  untuk kehidupan pribadi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Meski  begitu, terkadang jam kerja fleksibel justru tidak bisa mendorong  terciptanya work life balance. Hal ini mungkin terjadi bila karyawan  tidak bisa mengatur waktu dan disiplin mematuhi jadwal.

Semua pekerjaan memiliki tantangan tersendiri. Jika Anda tekun  bekerja dan bisa melewati segala rintangan, maka akan mendapat hasil  yang memuaskan

</content:encoded></item></channel></rss>
