<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Anjlok, Harga Ayam Potong di Peternak Mulai Naik ke Rp18.000/Kg</title><description>&amp;ldquo;Sudah naik (harga), di tingkat peternak barusan di Jawa Tengah harga Rp17.000 sampai Rp18.000.&quot;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/01/320/2073243/sempat-anjlok-harga-ayam-potong-di-peternak-mulai-naik-ke-rp18-000-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/01/320/2073243/sempat-anjlok-harga-ayam-potong-di-peternak-mulai-naik-ke-rp18-000-kg"/><item><title>Sempat Anjlok, Harga Ayam Potong di Peternak Mulai Naik ke Rp18.000/Kg</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/01/320/2073243/sempat-anjlok-harga-ayam-potong-di-peternak-mulai-naik-ke-rp18-000-kg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/01/320/2073243/sempat-anjlok-harga-ayam-potong-di-peternak-mulai-naik-ke-rp18-000-kg</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2019 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/01/320/2073243/sempat-anjlok-harga-ayam-potong-di-peternak-mulai-naik-ke-rp18-000-kg-4DXngXGw7x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peternakan Ayam (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/01/320/2073243/sempat-anjlok-harga-ayam-potong-di-peternak-mulai-naik-ke-rp18-000-kg-4DXngXGw7x.jpg</image><title>Peternakan Ayam (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim harga ayam potong di tingkat peternak sudah mengalami kenaikan. Sebelumnya harga ayam peternak anjlok hingga Rp8.000 per kilogram (Kg). Namun sekarang sudah Rp17.000 hingga Rp18.000 per kg.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, kenaikan tentunya positif untuk kesejahteraan peternak. Secara psikologis juga kenaikan harga ini cukup baik untuk menggenjot produksi.
Baca Juga: Harga Ayam Berangsur Naik, Peternak Keluhkan Pakan Ternak Mahal
&amp;ldquo;Sudah naik (harga), di tingkat peternak barusan di Jawa Tengah harga Rp17.000 sampai Rp18.000. Saya kira semua ada efek psikologisnya,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (1/7/2019).
Ketut menyebut dampak peningkatan harga memang langsung terasa di tingkat perernak. Apalagi setelah beberapa integrator atau perusahaan peternak besar melakukan pengurangan produksi bibit ayam.
&amp;ldquo;Yang penting peternak saya tidak bangkrut, peternak mandiri loh,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Harga Anjlok, Sultan: Peternak Bisa Tolak jika Ayam Dibeli Murah
Ke depan pihaknya akan mewajibkan adanya analisa kebutuhan bagi perusahaan-perusahaan peternakan besar atau integrator. Hal ini dilakukan agar produksi serta impor yang dilakukan tidak melebihi kebutuhan atau kemampuan tampung cold storage perusahaan.
&quot;Maka itu kami ingin catat mereka. Broker (middleman) itu harus resmi. Dengan begitu, ketika di kemudian hari terjadi lagi penurunan harga, pemerintah akan lebih mudah melakukan penelusuran untuk menemukan sumber penyebabnya,&quot; jelas Ketut.Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku telah menurunkan  satgas pangan di seluruh sentra industri untuk menyelidiki anjloknya  harga daging ayam,  yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung. Dia  mengakui, ada persoalan disparitas harga, antara peternak dengan harga  di konsumen.
Bagaimana tidak, harga di tingkat peternak di kisaran Rp8.000. Sementara harga di konsumen Rp32.000, Rp35.000 hingga Rp40.000.
Dari laporan sementara yang diterimanya, disparitas harga ayam ini  dikarenakan adanya broker yang mempermainkan harga. Untuk itu, dia  menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang dianggap  bertanggungjawab terkait dengan persoalan tersebut.
&quot;Laporan sementara memang ada yang bermain-main (harga), ada broker.  Kami akan tindak tegas nanti. Mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa  normal, itu target kita,&quot; kata Amran beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim harga ayam potong di tingkat peternak sudah mengalami kenaikan. Sebelumnya harga ayam peternak anjlok hingga Rp8.000 per kilogram (Kg). Namun sekarang sudah Rp17.000 hingga Rp18.000 per kg.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, kenaikan tentunya positif untuk kesejahteraan peternak. Secara psikologis juga kenaikan harga ini cukup baik untuk menggenjot produksi.
Baca Juga: Harga Ayam Berangsur Naik, Peternak Keluhkan Pakan Ternak Mahal
&amp;ldquo;Sudah naik (harga), di tingkat peternak barusan di Jawa Tengah harga Rp17.000 sampai Rp18.000. Saya kira semua ada efek psikologisnya,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (1/7/2019).
Ketut menyebut dampak peningkatan harga memang langsung terasa di tingkat perernak. Apalagi setelah beberapa integrator atau perusahaan peternak besar melakukan pengurangan produksi bibit ayam.
&amp;ldquo;Yang penting peternak saya tidak bangkrut, peternak mandiri loh,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Harga Anjlok, Sultan: Peternak Bisa Tolak jika Ayam Dibeli Murah
Ke depan pihaknya akan mewajibkan adanya analisa kebutuhan bagi perusahaan-perusahaan peternakan besar atau integrator. Hal ini dilakukan agar produksi serta impor yang dilakukan tidak melebihi kebutuhan atau kemampuan tampung cold storage perusahaan.
&quot;Maka itu kami ingin catat mereka. Broker (middleman) itu harus resmi. Dengan begitu, ketika di kemudian hari terjadi lagi penurunan harga, pemerintah akan lebih mudah melakukan penelusuran untuk menemukan sumber penyebabnya,&quot; jelas Ketut.Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku telah menurunkan  satgas pangan di seluruh sentra industri untuk menyelidiki anjloknya  harga daging ayam,  yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung. Dia  mengakui, ada persoalan disparitas harga, antara peternak dengan harga  di konsumen.
Bagaimana tidak, harga di tingkat peternak di kisaran Rp8.000. Sementara harga di konsumen Rp32.000, Rp35.000 hingga Rp40.000.
Dari laporan sementara yang diterimanya, disparitas harga ayam ini  dikarenakan adanya broker yang mempermainkan harga. Untuk itu, dia  menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang dianggap  bertanggungjawab terkait dengan persoalan tersebut.
&quot;Laporan sementara memang ada yang bermain-main (harga), ada broker.  Kami akan tindak tegas nanti. Mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa  normal, itu target kita,&quot; kata Amran beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
