<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Rusak, Bulog Lepas 50.000 Ton Beras Cadangan Pemerintah</title><description>50.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) akan dilepas karena kondisi beras yang sudah rusak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/02/320/2073525/rusak-bulog-lepas-50-000-ton-beras-cadangan-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/02/320/2073525/rusak-bulog-lepas-50-000-ton-beras-cadangan-pemerintah"/><item><title>   Rusak, Bulog Lepas 50.000 Ton Beras Cadangan Pemerintah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/02/320/2073525/rusak-bulog-lepas-50-000-ton-beras-cadangan-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/02/320/2073525/rusak-bulog-lepas-50-000-ton-beras-cadangan-pemerintah</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2019 11:33 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/02/320/2073525/rusak-bulog-lepas-50-000-ton-beras-cadangan-pemerintah-kIg5KWTIhc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/02/320/2073525/rusak-bulog-lepas-50-000-ton-beras-cadangan-pemerintah-kIg5KWTIhc.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar menyebutkan setidaknya 50.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) akan dilepas karena kondisi beras yang sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi.

&quot;Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan stok. Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual, ada sekitar 50.000 ton,&quot; kata Bachtiar seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (2/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman
Bahctiar menjelaskan pelepasan stok CBP akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa pelepasan CBP dilakukan apabila CBP telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit 4 bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kelebihan Beras, Menko Darmin Perpanjang Tugas Bulog Operasi Pasar
Bachtiar menyebutkan bahwa 50.000 ton beras yang akan dilepas memang merupakan bagian dari pengadaan impor beberapa tahun lalu, bahkan sejak 2015-2017.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa beras yang mengalami penurunan  mutu tersebut dan tidak mungkin bisa dikonsumsi, bukan berarti tidak  bisa dimanfaatkan.

&quot;Kalau masih bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan, contohnya bisa jadi  MSG, jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang.  Tapi untuk dikonsumsi sudah tidak mungkin,&quot; katanya.

Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton, terdiri  dari 2,2 juta CBP dan 143.000 ton beras komersial. Untuk  mendistribusikan stok beras CBP dan menghindari kerusakan beras di  gudang, Bulog melakukan berbagai upaya hilirisasi, seperti program  Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial  lewat Rumah Pangan Kita (RPK) dan melalui program Bantuan Pangan Non  Tunai (BPNT).

Lewat program KPSH atau operasi pasar, Bulog akan menggelontorkan  beras medium sebanyak 1,48 juta ton hingga akhir Desember tahun ini.  Sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program KPSH hingga  akhir Desember 2019.

Tercatat hingga akhir Mei 2019, Bulog telah menyalurkan beras melalui  program KPSH sebesar 225.000 ton dan 2.000 ton untuk bantuan bencana  alam.
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar menyebutkan setidaknya 50.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) akan dilepas karena kondisi beras yang sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi.

&quot;Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan stok. Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual, ada sekitar 50.000 ton,&quot; kata Bachtiar seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (2/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman
Bahctiar menjelaskan pelepasan stok CBP akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa pelepasan CBP dilakukan apabila CBP telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit 4 bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kelebihan Beras, Menko Darmin Perpanjang Tugas Bulog Operasi Pasar
Bachtiar menyebutkan bahwa 50.000 ton beras yang akan dilepas memang merupakan bagian dari pengadaan impor beberapa tahun lalu, bahkan sejak 2015-2017.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa beras yang mengalami penurunan  mutu tersebut dan tidak mungkin bisa dikonsumsi, bukan berarti tidak  bisa dimanfaatkan.

&quot;Kalau masih bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan, contohnya bisa jadi  MSG, jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang.  Tapi untuk dikonsumsi sudah tidak mungkin,&quot; katanya.

Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton, terdiri  dari 2,2 juta CBP dan 143.000 ton beras komersial. Untuk  mendistribusikan stok beras CBP dan menghindari kerusakan beras di  gudang, Bulog melakukan berbagai upaya hilirisasi, seperti program  Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial  lewat Rumah Pangan Kita (RPK) dan melalui program Bantuan Pangan Non  Tunai (BPNT).

Lewat program KPSH atau operasi pasar, Bulog akan menggelontorkan  beras medium sebanyak 1,48 juta ton hingga akhir Desember tahun ini.  Sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program KPSH hingga  akhir Desember 2019.

Tercatat hingga akhir Mei 2019, Bulog telah menyalurkan beras melalui  program KPSH sebesar 225.000 ton dan 2.000 ton untuk bantuan bencana  alam.
</content:encoded></item></channel></rss>
