<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dukung Penerbangan Murah, AP II Berikan Insentif untuk LCC</title><description>PT Angkasa Pura II (persero) atau AP II berkomitmen memberikan insentif jasa kebandarudaraan untuk meringankan biaya operasional maskapai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/03/320/2073974/dukung-penerbangan-murah-ap-ii-berikan-insentif-untuk-lcc</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/03/320/2073974/dukung-penerbangan-murah-ap-ii-berikan-insentif-untuk-lcc"/><item><title>Dukung Penerbangan Murah, AP II Berikan Insentif untuk LCC</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/03/320/2073974/dukung-penerbangan-murah-ap-ii-berikan-insentif-untuk-lcc</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/03/320/2073974/dukung-penerbangan-murah-ap-ii-berikan-insentif-untuk-lcc</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2019 09:46 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/03/320/2073974/dukung-penerbangan-murah-ap-ii-berikan-insentif-untuk-lcc-QEtqcsW7Cy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/03/320/2073974/dukung-penerbangan-murah-ap-ii-berikan-insentif-untuk-lcc-QEtqcsW7Cy.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Angkasa Pura II (persero) atau AP II berkomitmen memberikan insentif jasa kebandarudaraan untuk meringankan biaya operasional maskapai, yang mana perseroan merupakan bagian dari stakeholder utama industri aviasi yang memberi dukungan insentif bersama dengan PT Angkasa Pura I (persero), PT Pertamina (persero), Airnav Indonesia beserta para maskapai bertarif rendah atau low cost carrier (LCC), setelah disepakati pada rapat koordinasi lanjutan di Kemenko Perekonomian.

Insentif diberikan hingga Desember 2019 dan dimungkinkan untuk dievaluasi kembali agar tiket maskapai penerbangan berbiaya hemat atau LCC dapat ditekan hingga 50% dari tarif batas atas pada Senin, Kamis, dan Sabtu, pukul 10.00- 14.00 WIB di mana hal ini sesuai dengan hasil rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian pada Senin 1 Juli 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menhub: Penerbangan Murah untuk Semua Rute
President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, insentif yang diberikan tersebut berdampak langsung terhadap penurunan biaya operasional maskapai.

&amp;ldquo;Konsep insentif kali ini merupakan operation incentive yang memang akan langsung menurunkan biaya operasional maskapai sehingga kami berharap tarif tiket penerbangan LCC juga akan lebih terjangkau,&amp;rdquo; ujar Muhammad Awaluddin di Jakarta kemarin.

Adapun diberikannya insentif pada jam tertentu yakni pada pukul 10.00-14.00 WIB bertujuan agar jadwal penerbangan dapat terbagi rata di seluruh jam operasional bandara sehingga penggunaan slot penerbangan di masing-masing bandara menjadi lebih efektif dan efisien.

&amp;ldquo;Pemberian insentif di jam tertentu itu agar penerbangan tidak menumpuk hanya pada golden time di pagi dan sore hari. Dengan demikian, operasional maskapai dan bandara dapat lebih optimal meningkatkan utilisasi alat produksinya dalam melayani masyarakat,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Diskon 50%, Penerbangan Murah Setiap Selasa, Kamis dan Sabtu
Operation incentive ini merupakan insentif kedua yang me rupakan insentif jasa pelayanan pesawat di bandara, yaitu jasa pendaratan dan penempatan pesawat udara yang di berikan AP II kepada maskapai, setelah sebelumnya perseroan telah menawarkan marketing incentive kepada maskapai yang masih diberikan AP II sampai dengan saat ini yaitu New Route Incentives, New Airlines Entrance Incentives, Red Eye Incentives, dan Unschedule Flight Incentives dengan metode cash back.

AP II berharap maskapai dapat memanfaatkan atau mengombinasikan antara marketing incentive dan operation incentive agar biaya operasional da pat ditekan sehingga harga tiket penerbangan semakin terjangkau.
Sementara itu, pemerintah berniat membuka pasar avtur kepada pemain  asing sebagai upaya meringankan beban ope rasional maskapai, yang pada  akhirnya diharapkan ber dampak terhadap penurunan harga tiket pesawat.

Diketahui tiket pesawat murah ditargetkan bisa terwujud pekan ini,  dengan diskon mencapai 50% dari tarif batas atas (TBA). Menteri  Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan  menjelaskan, efisiensi dari biaya operasional maskapai menjadi kunci  untuk menekan tarif tiket pesawat.

Seperti dengan membatasi tingkat impor bahan bakar avtur, yang mana  monopoli Pertamina sebagai distributor avtur untuk maskapai di Indonesia  menurut Luhut sudah seha rusnya dihentikan.

&amp;ldquo;Kita harus mau membuka pasar avtur untuk pesaing dari luar negeri,  agar harga avtur yang dibeli oleh maskapai bisa lebih kompetitif. Kan  saat ini ada AKR dan Shell,&amp;rdquo; ujar Menko Luhut.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Angkasa Pura II (persero) atau AP II berkomitmen memberikan insentif jasa kebandarudaraan untuk meringankan biaya operasional maskapai, yang mana perseroan merupakan bagian dari stakeholder utama industri aviasi yang memberi dukungan insentif bersama dengan PT Angkasa Pura I (persero), PT Pertamina (persero), Airnav Indonesia beserta para maskapai bertarif rendah atau low cost carrier (LCC), setelah disepakati pada rapat koordinasi lanjutan di Kemenko Perekonomian.

Insentif diberikan hingga Desember 2019 dan dimungkinkan untuk dievaluasi kembali agar tiket maskapai penerbangan berbiaya hemat atau LCC dapat ditekan hingga 50% dari tarif batas atas pada Senin, Kamis, dan Sabtu, pukul 10.00- 14.00 WIB di mana hal ini sesuai dengan hasil rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian pada Senin 1 Juli 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menhub: Penerbangan Murah untuk Semua Rute
President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, insentif yang diberikan tersebut berdampak langsung terhadap penurunan biaya operasional maskapai.

&amp;ldquo;Konsep insentif kali ini merupakan operation incentive yang memang akan langsung menurunkan biaya operasional maskapai sehingga kami berharap tarif tiket penerbangan LCC juga akan lebih terjangkau,&amp;rdquo; ujar Muhammad Awaluddin di Jakarta kemarin.

Adapun diberikannya insentif pada jam tertentu yakni pada pukul 10.00-14.00 WIB bertujuan agar jadwal penerbangan dapat terbagi rata di seluruh jam operasional bandara sehingga penggunaan slot penerbangan di masing-masing bandara menjadi lebih efektif dan efisien.

&amp;ldquo;Pemberian insentif di jam tertentu itu agar penerbangan tidak menumpuk hanya pada golden time di pagi dan sore hari. Dengan demikian, operasional maskapai dan bandara dapat lebih optimal meningkatkan utilisasi alat produksinya dalam melayani masyarakat,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Diskon 50%, Penerbangan Murah Setiap Selasa, Kamis dan Sabtu
Operation incentive ini merupakan insentif kedua yang me rupakan insentif jasa pelayanan pesawat di bandara, yaitu jasa pendaratan dan penempatan pesawat udara yang di berikan AP II kepada maskapai, setelah sebelumnya perseroan telah menawarkan marketing incentive kepada maskapai yang masih diberikan AP II sampai dengan saat ini yaitu New Route Incentives, New Airlines Entrance Incentives, Red Eye Incentives, dan Unschedule Flight Incentives dengan metode cash back.

AP II berharap maskapai dapat memanfaatkan atau mengombinasikan antara marketing incentive dan operation incentive agar biaya operasional da pat ditekan sehingga harga tiket penerbangan semakin terjangkau.
Sementara itu, pemerintah berniat membuka pasar avtur kepada pemain  asing sebagai upaya meringankan beban ope rasional maskapai, yang pada  akhirnya diharapkan ber dampak terhadap penurunan harga tiket pesawat.

Diketahui tiket pesawat murah ditargetkan bisa terwujud pekan ini,  dengan diskon mencapai 50% dari tarif batas atas (TBA). Menteri  Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan  menjelaskan, efisiensi dari biaya operasional maskapai menjadi kunci  untuk menekan tarif tiket pesawat.

Seperti dengan membatasi tingkat impor bahan bakar avtur, yang mana  monopoli Pertamina sebagai distributor avtur untuk maskapai di Indonesia  menurut Luhut sudah seha rusnya dihentikan.

&amp;ldquo;Kita harus mau membuka pasar avtur untuk pesaing dari luar negeri,  agar harga avtur yang dibeli oleh maskapai bisa lebih kompetitif. Kan  saat ini ada AKR dan Shell,&amp;rdquo; ujar Menko Luhut.
</content:encoded></item></channel></rss>
