<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Giant Tutup karena Kalah Saing dengan Alfamart dan Indomaret?</title><description>Banyaknya ritel yang berguguran belakangan ini disebabkan kurang berkembangnya dari pelaku usaha ritel itu sendiri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/03/320/2074155/giant-tutup-karena-kalah-saing-dengan-alfamart-dan-indomaret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/03/320/2074155/giant-tutup-karena-kalah-saing-dengan-alfamart-dan-indomaret"/><item><title>Giant Tutup karena Kalah Saing dengan Alfamart dan Indomaret?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/03/320/2074155/giant-tutup-karena-kalah-saing-dengan-alfamart-dan-indomaret</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/03/320/2074155/giant-tutup-karena-kalah-saing-dengan-alfamart-dan-indomaret</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2019 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/03/320/2074155/giant-tutup-karena-kalah-saing-dengan-alfamart-dan-indomaret-t1DAm909ZC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Giant Mampang yang Akan Segera Ditutup (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/03/320/2074155/giant-tutup-karena-kalah-saing-dengan-alfamart-dan-indomaret-t1DAm909ZC.jpg</image><title>Foto: Giant Mampang yang Akan Segera Ditutup (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Banyaknya ritel yang berguguran belakangan ini disebabkan kurang berkembangnya dari pelaku usaha ritel itu sendiri. Salah satu yang terbaru adalah akan tutupnya enam gerai Giant pada 28 Juli 2019.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, beberapa peritel ini kurang berkembang sehingga kalah bersaing dengan minimarket. Apalagi minimarket ini jumlahnya sudah semakin banyak dan letaknya yang berdekatan dengan pemukiman warga, seperti Indomaret dan Alfamart.

&amp;ldquo;Masyarakat cenderung untuk belanja ke supermarket terdekat,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (3/7/2019).
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Giant Tutup 6 Toko di Jabodetabek
Selain itu, peritel besar ini juga kalah bersaing dengan belanja online. Apalagi sekarang banyak sekali marketplace yang menawarkan kebutuhan sehari-hari.

&amp;ldquo;Atau melalui online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,&quot; ucapnya.

Menurut Ferry Salanto, kinerja peritel pada saat ini umumnya tidak banyak pergerakan. Apalagi para peritel ini tidak melakukan inovasi yang menarik masyarakat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Fakta di Balik Runtuhnya Bisnis Giant
Selain itu lanjut Ferry, masyarakat juga cenderung ingin belanja yang praktis. Sehingga masyarakat cenderung belanja di toko kecil dan online yang tidak perlu pergi jauh.

&quot;Orang lebih banyak melihat dari sisi kepraktisan. Misalnya kita malas ke toko ritel besar karena waktunya lama, cari parkir susah, dan pilihannya lebih banyak,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyaknya ritel yang berguguran belakangan ini disebabkan kurang berkembangnya dari pelaku usaha ritel itu sendiri. Salah satu yang terbaru adalah akan tutupnya enam gerai Giant pada 28 Juli 2019.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, beberapa peritel ini kurang berkembang sehingga kalah bersaing dengan minimarket. Apalagi minimarket ini jumlahnya sudah semakin banyak dan letaknya yang berdekatan dengan pemukiman warga, seperti Indomaret dan Alfamart.

&amp;ldquo;Masyarakat cenderung untuk belanja ke supermarket terdekat,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (3/7/2019).
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Giant Tutup 6 Toko di Jabodetabek
Selain itu, peritel besar ini juga kalah bersaing dengan belanja online. Apalagi sekarang banyak sekali marketplace yang menawarkan kebutuhan sehari-hari.

&amp;ldquo;Atau melalui online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,&quot; ucapnya.

Menurut Ferry Salanto, kinerja peritel pada saat ini umumnya tidak banyak pergerakan. Apalagi para peritel ini tidak melakukan inovasi yang menarik masyarakat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Fakta di Balik Runtuhnya Bisnis Giant
Selain itu lanjut Ferry, masyarakat juga cenderung ingin belanja yang praktis. Sehingga masyarakat cenderung belanja di toko kecil dan online yang tidak perlu pergi jauh.

&quot;Orang lebih banyak melihat dari sisi kepraktisan. Misalnya kita malas ke toko ritel besar karena waktunya lama, cari parkir susah, dan pilihannya lebih banyak,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
