<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Startup Umrah Segera Dikembangkan, Simak Isi MoU Indonesia dan Arab Saudi soal Digital Ekonomi</title><description>Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan Arab Saudi dalam pengembangan ekonomi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/320/2074719/startup-umrah-segera-dikembangkan-simak-isi-mou-indonesia-dan-arab-saudi-soal-digital-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/320/2074719/startup-umrah-segera-dikembangkan-simak-isi-mou-indonesia-dan-arab-saudi-soal-digital-ekonomi"/><item><title>Startup Umrah Segera Dikembangkan, Simak Isi MoU Indonesia dan Arab Saudi soal Digital Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/320/2074719/startup-umrah-segera-dikembangkan-simak-isi-mou-indonesia-dan-arab-saudi-soal-digital-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/320/2074719/startup-umrah-segera-dikembangkan-simak-isi-mou-indonesia-dan-arab-saudi-soal-digital-ekonomi</guid><pubDate>Kamis 04 Juli 2019 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/04/320/2074719/startup-umrah-segera-dikembangkan-simak-isi-mou-indonesia-dan-arab-saudi-soal-digital-ekonomi-U7cVw9zJfR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/04/320/2074719/startup-umrah-segera-dikembangkan-simak-isi-mou-indonesia-dan-arab-saudi-soal-digital-ekonomi-U7cVw9zJfR.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan Arab Saudi dalam pengembangan ekonomi digital. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Kolaborasi Digital oleh Menteri Komunikasi dan Informatika dari kedua negara di Riyadh, Arab Saudi.
Dikutip dari instagram resmi Kementerian Perindustrian, Kamis (4/7/2019), ada 6 ruang lingkup dari kerjasama kedua negara ini. Pertama kerjasama menyebarluaskan pemahaman digital pada masyarakat atau literasi digital.
Kedua, memberdayakan wirausahawan teknologi digital untuk mencapai keuntungan ekonomi bersama. Ketiga, mengaktifkan peran akselerator dan inkubator di sektor teknologi digital.
Baca Juga: Startup Indonesia Bidik Pasar Amerika hingga Eropa
Kemudian keempat, mendirikan pusat inovasi digital bersama. Kelima, kerjasama pertukaran informasi tentang kebijakan, teknik, dan regulasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Serta terakhir, penelitian dan pengembangan teknologi digital.
&quot;Melalui kerjasama ini, bakal hadir program pengembangan wirausaha muda di bidang teknologi digital. Selain itu, berkolaborasi juga untuk mengembangkan riset Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), Robotika, Cloud Computing, Blockchain, dan lain-lain,&quot; demikian tertulis.Di samping itu, ada tiga manfaat yang didapatkan Indonesia dari  kerjasama ini. Pertama adanya pertukaran pengetahuan, sehingga dapat  menciptakan riset dan inovasi digital ekonomi.
Kemudian membuka peluang investasi Arab Saudi dalam pengembangan  digital di Indonesia. Terakhir, manfaat inovasi umrah digital, di mana  akan membuat peningkatan layanan umroh.
Lewat program pengembangan startup umroh dan ekosistem pendukung  lainnya, maka manfaat yang didapatkan Indonesia adalah transparansi  biaya Haji dan Umroh. Biaya Umroh jadi bisa dipantau secara online dan  memudahkan memilih travel yang terpercaya.
Baca Juga: Mengulik Startup Asli Indonesia, Ini Rahasia Bukalapak
Selain itu juga membuat persaingan sehat antara travel umrah, sebab  dengan transparansi menimbulkan persaingan sehat untuk layanan prima  Haji dan Umroh.
&quot;Serta membuat sistem terintegrasi, sehingga memberi kemudahan dalam  mengatur perjalanan umrah, baik soal administrasi, akomodasi, hingga  logistik,&quot; demikian tertera dalam keterangannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan Arab Saudi dalam pengembangan ekonomi digital. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Kolaborasi Digital oleh Menteri Komunikasi dan Informatika dari kedua negara di Riyadh, Arab Saudi.
Dikutip dari instagram resmi Kementerian Perindustrian, Kamis (4/7/2019), ada 6 ruang lingkup dari kerjasama kedua negara ini. Pertama kerjasama menyebarluaskan pemahaman digital pada masyarakat atau literasi digital.
Kedua, memberdayakan wirausahawan teknologi digital untuk mencapai keuntungan ekonomi bersama. Ketiga, mengaktifkan peran akselerator dan inkubator di sektor teknologi digital.
Baca Juga: Startup Indonesia Bidik Pasar Amerika hingga Eropa
Kemudian keempat, mendirikan pusat inovasi digital bersama. Kelima, kerjasama pertukaran informasi tentang kebijakan, teknik, dan regulasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Serta terakhir, penelitian dan pengembangan teknologi digital.
&quot;Melalui kerjasama ini, bakal hadir program pengembangan wirausaha muda di bidang teknologi digital. Selain itu, berkolaborasi juga untuk mengembangkan riset Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), Robotika, Cloud Computing, Blockchain, dan lain-lain,&quot; demikian tertulis.Di samping itu, ada tiga manfaat yang didapatkan Indonesia dari  kerjasama ini. Pertama adanya pertukaran pengetahuan, sehingga dapat  menciptakan riset dan inovasi digital ekonomi.
Kemudian membuka peluang investasi Arab Saudi dalam pengembangan  digital di Indonesia. Terakhir, manfaat inovasi umrah digital, di mana  akan membuat peningkatan layanan umroh.
Lewat program pengembangan startup umroh dan ekosistem pendukung  lainnya, maka manfaat yang didapatkan Indonesia adalah transparansi  biaya Haji dan Umroh. Biaya Umroh jadi bisa dipantau secara online dan  memudahkan memilih travel yang terpercaya.
Baca Juga: Mengulik Startup Asli Indonesia, Ini Rahasia Bukalapak
Selain itu juga membuat persaingan sehat antara travel umrah, sebab  dengan transparansi menimbulkan persaingan sehat untuk layanan prima  Haji dan Umroh.
&quot;Serta membuat sistem terintegrasi, sehingga memberi kemudahan dalam  mengatur perjalanan umrah, baik soal administrasi, akomodasi, hingga  logistik,&quot; demikian tertera dalam keterangannya.</content:encoded></item></channel></rss>
