<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos AirAsia: Saya Benci Kartel Tapi Suka Berkompetisi!</title><description>KPPU menilai ada indikasi  permainan harga atau kartel terkait kenaikan tarif pesawat terbang di  Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/320/2074727/bos-airasia-saya-benci-kartel-tapi-suka-berkompetisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/320/2074727/bos-airasia-saya-benci-kartel-tapi-suka-berkompetisi"/><item><title>Bos AirAsia: Saya Benci Kartel Tapi Suka Berkompetisi!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/320/2074727/bos-airasia-saya-benci-kartel-tapi-suka-berkompetisi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/320/2074727/bos-airasia-saya-benci-kartel-tapi-suka-berkompetisi</guid><pubDate>Kamis 04 Juli 2019 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/04/320/2074727/bos-airasia-saya-benci-kartel-tapi-suka-berkompetisi-WlX0Z6bwIV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tony Fernandes (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/04/320/2074727/bos-airasia-saya-benci-kartel-tapi-suka-berkompetisi-WlX0Z6bwIV.jpg</image><title>Tony Fernandes (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai ada indikasi permainan harga atau kartel terkait kenaikan tarif pesawat terbang di Indonesia. Hal tersebut dinilai membuat penerbangan menjadi mahal di beberapa waktu ini.

Terkait hal itu, CEO AirAsia Tony Fernandes mengatakan bahwa dirinya sangat membenci adanya kartel maskapai penerbangan di Indonesia. Karena hal itu yang menyebabkan harga tiket pesawat melambung tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
&amp;nbsp;Baca juga: KPPU Cium Adanya Kartel oleh Lion Air dan Garuda Indonesia
&quot;Saya benci kartel, saya suka berkompetisi. Dan tidak suka ada kartel dan monopoli. Tapi ingat ya, bukannya saya menuduh ada kartel di Indonesia, saya tidak bilang itu,&quot; ujar dia di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan pihaknya tidak tahu ada kartel atau tidak di Indonesia. Namun yang jelas dirinya tidak menyetujui praktik tersebut. &quot;Saya pro terhadap kompetisi terhadap konsumen. Janganlah ofensif, jadilah lebih baik,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Tiket Akan Diturunkan Pemerintah, Saran Bos AirAsia: Jangan Terlalu Mengatur!
Dia menambahkan persaingan bisnis seharusnya berjalan sehat. Di mana maskapai pasti bisa menjalankan usaha dengan strategi-strategi khusus termasuk soal menutup biaya operasional dengan tidak memberatkan pelanggan.

&quot;Kami juga mempunyai strategi sendiri untuk mempertahankan harga di level terjangkau. Contohnya membuat lini bisnis baru, seperti hotel, makanan dan lainnya,&quot; ungkap dia.Lalu, lanjut dia, dirinya, saat ini pihaknya fokus dalam menjaga  penyediaan tiket pesawat murah bagi pelanggan di saat maskapai lain di  Indonesia menerapkan harga tinggi.

&quot;Saya tidak bisa komentar soal maskapai lain. Tapi yang penting tugas  kami adalah menyediakan harga tiket terbaik untuk konsumen,&quot; pungkas  dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai ada indikasi permainan harga atau kartel terkait kenaikan tarif pesawat terbang di Indonesia. Hal tersebut dinilai membuat penerbangan menjadi mahal di beberapa waktu ini.

Terkait hal itu, CEO AirAsia Tony Fernandes mengatakan bahwa dirinya sangat membenci adanya kartel maskapai penerbangan di Indonesia. Karena hal itu yang menyebabkan harga tiket pesawat melambung tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
&amp;nbsp;Baca juga: KPPU Cium Adanya Kartel oleh Lion Air dan Garuda Indonesia
&quot;Saya benci kartel, saya suka berkompetisi. Dan tidak suka ada kartel dan monopoli. Tapi ingat ya, bukannya saya menuduh ada kartel di Indonesia, saya tidak bilang itu,&quot; ujar dia di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan pihaknya tidak tahu ada kartel atau tidak di Indonesia. Namun yang jelas dirinya tidak menyetujui praktik tersebut. &quot;Saya pro terhadap kompetisi terhadap konsumen. Janganlah ofensif, jadilah lebih baik,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Tiket Akan Diturunkan Pemerintah, Saran Bos AirAsia: Jangan Terlalu Mengatur!
Dia menambahkan persaingan bisnis seharusnya berjalan sehat. Di mana maskapai pasti bisa menjalankan usaha dengan strategi-strategi khusus termasuk soal menutup biaya operasional dengan tidak memberatkan pelanggan.

&quot;Kami juga mempunyai strategi sendiri untuk mempertahankan harga di level terjangkau. Contohnya membuat lini bisnis baru, seperti hotel, makanan dan lainnya,&quot; ungkap dia.Lalu, lanjut dia, dirinya, saat ini pihaknya fokus dalam menjaga  penyediaan tiket pesawat murah bagi pelanggan di saat maskapai lain di  Indonesia menerapkan harga tinggi.

&quot;Saya tidak bisa komentar soal maskapai lain. Tapi yang penting tugas  kami adalah menyediakan harga tiket terbaik untuk konsumen,&quot; pungkas  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
