<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Ingin Tol Manado-Bitung Selesai April 2020</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Jalan Tol Manado &amp;ndash; Bitung (Mabit) bisa selesai April 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075359/presiden-jokowi-ingin-tol-manado-bitung-selesai-april-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075359/presiden-jokowi-ingin-tol-manado-bitung-selesai-april-2020"/><item><title>Presiden Jokowi Ingin Tol Manado-Bitung Selesai April 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075359/presiden-jokowi-ingin-tol-manado-bitung-selesai-april-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075359/presiden-jokowi-ingin-tol-manado-bitung-selesai-april-2020</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2019 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/06/320/2075359/presiden-jokowi-ingin-tol-manado-bitung-selesai-april-2020-ev9KEVlnvS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok. Kementerian PUPR</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/06/320/2075359/presiden-jokowi-ingin-tol-manado-bitung-selesai-april-2020-ev9KEVlnvS.jpg</image><title>Foto: Dok. Kementerian PUPR</title></images><description>JAKARTA - Setelah sempat terkendala oleh proses pembebasan lahan sepanjang 13 kilometer (km), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Jalan Tol Manado &amp;ndash; Bitung (Mabit) yang awalnya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019, diharapkan bisa selesai April 2020.

Presiden berharap, pembangunan Jalan Tol Manado &amp;ndash; Bitung itu diharapkan tidak hanya memudahkan akses barang dan jasa ke Pelabuhan Internasional Bitung salah satu pintu ekspor impor bagi kawasan Indonesia bagian timur, namun juga mendukung sektor Pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Pulau Lembeh.

&amp;ldquo;(Tol Mabit) Akan mendukung keduanya, pariwisata dan industri. Pariwisata baru di Pulau Lembeh dan mendukung industri terutama industri perikanan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebagai akses Pelabuhan. Ini akan men-trigger perekonomian di Bitung berkembang,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi seperti dikutip laman setkab, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi: Jalan Tol Manado-Bitung Masih Kurang 13 Kilometer
Hal ini dikatakan Jokowi saat meninjau pembangunan Tol Mabit sepanjang 39,9 km tepatnya, di Simpang Susun Airmadidi, Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 5 Juli 2019.

Dibangun Jembatan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang menampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan itu secara terpisahh mengatakan, untuk mendukung pariwisata di Pulau Lembeh, akan dibangun jembatan ke Pulau tersebut yang akan dimulai tahun 2020.

&amp;ldquo;Nantinya, Tol ini tidak hanya terkoneksi untuk pelabuhan dan KEK Bitung dan Tanjung Pulisan &amp;ndash; Likupang saja akan tetapi juga untuk kawasan pariwisata Pulau Lembeh, yang dapat di akses melalui pelabuhan Bitung,&amp;rdquo; kata Basuki.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tol Manado-Bitung Ruas Seksi IA Dioperasikan Oktober 2019
Akses tersebut, lanjut Menteri PUPR, berupa dibangunnya jembatan penghubung dari Pelabuhan Bitung ke Pulau Lembeh dengan panjang sekitar 1 km dengan kebutuhan anggaran Rp500 miliar untuk dimulai konstruksinya pada tahun 2020.
Tol Manado-Bitung dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan  Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi total Rp6,19 triliun.  Kehadiran tol pertama di Sulawesi Utara ini akan memangkas waktu tempuh  Manado ke Bitung dan sebaliknya dari saat ini sekitar 90-120 menit,  menjadi sekitar 30 menit. Selain itu, juga dapat mengurangi risiko  kecelakaan lalu lintas di jalan arteri yang sudah mulai mengalami  kepadatan.

Jalan Tol Manado-Bitung memiliki dua seksi. Seksi 1 Ring Road  Manado-Sukur-Air Madidi (14 km) dikerjakan oleh Kementerian PUPR dengan  progres Seksi 1A (7 km) sudah mencapai 90,65% dan ditargetkan bisa  selesai pada Oktober 2019 dan Seksi 1B (7 km) sudah rampung 100% dan  ditargetkan beroperasi pada Oktober 2019.

Pendanaan pemerintah untuk konstruksi Seksi 1 sebesar Rp3 triliun,  merupakan dukungan pemerintah untuk meningkatkan tingkat kelayakan  investasi jalan tol Mabit.

Sedangkan Seksi 2 Air Madidi &amp;ndash; Bitung (25 km) dikerjakan oleh Badan  Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung yang terbagi Seksi 2A  Air Madidi &amp;ndash; Danowudu (11,5 km) progresnya 87,23% dan Seksi 2B Danowudo  &amp;ndash; Bitung (13,5 km) progresnya 19,37%. Jalan tol ini memiliki lima  Simpang Susun (SS) yaitu, SS Manado SS Air Madidi, SS Kauditan, SS  Danowudu dan SS Bitung.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam peninjauan  ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri  Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya  Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna  Laoly, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah sempat terkendala oleh proses pembebasan lahan sepanjang 13 kilometer (km), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Jalan Tol Manado &amp;ndash; Bitung (Mabit) yang awalnya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019, diharapkan bisa selesai April 2020.

Presiden berharap, pembangunan Jalan Tol Manado &amp;ndash; Bitung itu diharapkan tidak hanya memudahkan akses barang dan jasa ke Pelabuhan Internasional Bitung salah satu pintu ekspor impor bagi kawasan Indonesia bagian timur, namun juga mendukung sektor Pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Pulau Lembeh.

&amp;ldquo;(Tol Mabit) Akan mendukung keduanya, pariwisata dan industri. Pariwisata baru di Pulau Lembeh dan mendukung industri terutama industri perikanan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebagai akses Pelabuhan. Ini akan men-trigger perekonomian di Bitung berkembang,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi seperti dikutip laman setkab, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi: Jalan Tol Manado-Bitung Masih Kurang 13 Kilometer
Hal ini dikatakan Jokowi saat meninjau pembangunan Tol Mabit sepanjang 39,9 km tepatnya, di Simpang Susun Airmadidi, Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 5 Juli 2019.

Dibangun Jembatan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang menampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan itu secara terpisahh mengatakan, untuk mendukung pariwisata di Pulau Lembeh, akan dibangun jembatan ke Pulau tersebut yang akan dimulai tahun 2020.

&amp;ldquo;Nantinya, Tol ini tidak hanya terkoneksi untuk pelabuhan dan KEK Bitung dan Tanjung Pulisan &amp;ndash; Likupang saja akan tetapi juga untuk kawasan pariwisata Pulau Lembeh, yang dapat di akses melalui pelabuhan Bitung,&amp;rdquo; kata Basuki.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tol Manado-Bitung Ruas Seksi IA Dioperasikan Oktober 2019
Akses tersebut, lanjut Menteri PUPR, berupa dibangunnya jembatan penghubung dari Pelabuhan Bitung ke Pulau Lembeh dengan panjang sekitar 1 km dengan kebutuhan anggaran Rp500 miliar untuk dimulai konstruksinya pada tahun 2020.
Tol Manado-Bitung dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan  Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi total Rp6,19 triliun.  Kehadiran tol pertama di Sulawesi Utara ini akan memangkas waktu tempuh  Manado ke Bitung dan sebaliknya dari saat ini sekitar 90-120 menit,  menjadi sekitar 30 menit. Selain itu, juga dapat mengurangi risiko  kecelakaan lalu lintas di jalan arteri yang sudah mulai mengalami  kepadatan.

Jalan Tol Manado-Bitung memiliki dua seksi. Seksi 1 Ring Road  Manado-Sukur-Air Madidi (14 km) dikerjakan oleh Kementerian PUPR dengan  progres Seksi 1A (7 km) sudah mencapai 90,65% dan ditargetkan bisa  selesai pada Oktober 2019 dan Seksi 1B (7 km) sudah rampung 100% dan  ditargetkan beroperasi pada Oktober 2019.

Pendanaan pemerintah untuk konstruksi Seksi 1 sebesar Rp3 triliun,  merupakan dukungan pemerintah untuk meningkatkan tingkat kelayakan  investasi jalan tol Mabit.

Sedangkan Seksi 2 Air Madidi &amp;ndash; Bitung (25 km) dikerjakan oleh Badan  Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung yang terbagi Seksi 2A  Air Madidi &amp;ndash; Danowudu (11,5 km) progresnya 87,23% dan Seksi 2B Danowudo  &amp;ndash; Bitung (13,5 km) progresnya 19,37%. Jalan tol ini memiliki lima  Simpang Susun (SS) yaitu, SS Manado SS Air Madidi, SS Kauditan, SS  Danowudu dan SS Bitung.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam peninjauan  ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri  Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya  Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna  Laoly, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.</content:encoded></item></channel></rss>
