<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kondektur Damri Masih Diperlukan?</title><description>Kementerian Perhubungan menegaskan tenaga helper atau kondektur Damri masih sangat diperlukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075403/kondektur-damri-masih-diperlukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075403/kondektur-damri-masih-diperlukan"/><item><title>Kondektur Damri Masih Diperlukan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075403/kondektur-damri-masih-diperlukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075403/kondektur-damri-masih-diperlukan</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2019 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/06/320/2075403/kondektur-damri-masih-diperlukan-GDmqLafmEN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/06/320/2075403/kondektur-damri-masih-diperlukan-GDmqLafmEN.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>YOGYAKARTA - Kementerian Perhubungan menegaskan tenaga helper atau kondektur Damri masih sangat diperlukan. Artinya tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tenaga helper ini.

Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan, tenaga helper ini untuk membantu penumpang yang membawa barang bawaan yang banyak.

&amp;ldquo;Helper masih dibutuhkan terutama untuk mengangkut bagasi, kalau mobilnya sedan mungkin tidak perlu. Kalau menurut saya masih perlu sementara ini di Bandara Soekarno-Hatta,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Yogyakarta, Sabtu (6/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sopir Damri Mogok Kerja, Kemenhub Turun Tangan
Menurut Yani, wacana pemutusan hubungan kerja untuk tenaga helper ini bermula dengan pemberlakuan e-ticketing. Namun hal tersebut seharusnya tidak dijadikan alasan untuk memutus hubungan kerja kepada para kondektur.

Justru seharusnya Perum Damri harus menyiapkan langkah-langkah lebih lanjut kepada mereka ini, sehingga ketika pemberlakuan E-ticketing, tenaga helper ini bisa tetap bekerja di divisi atau tempat yang disediakan.

&amp;ldquo;Mungkin ini karena e-ticketing, tapi tidak serta-merta memutus hubungan, itu harus disiapkan langkah-langkah ke depannya, tidak langsung memutuskan begitu saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Alasan Sopir Damri Trayek Bandara Soetta Mogok Kerja
Yani menambahkan, proses peralihan dari manual menjadi e-ticketing ini memang membutuhkan waktu dan juga penuh dengan kekurangan. Oleh karena itu perlu dikaji lebih baik agar penerapan tiket elektronik tersebut bisa berkelanjutan.

&amp;ldquo;Iya dia kan sudah siapkan mungkin masih perlu dikembangkan oleh sebab itu biasanya uji coba memang cukup lama. Sustainability itu perlu dan harus ditingkatkan kalau ada kekurangan,&amp;rdquo; ujarnya.
</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Kementerian Perhubungan menegaskan tenaga helper atau kondektur Damri masih sangat diperlukan. Artinya tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tenaga helper ini.

Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan, tenaga helper ini untuk membantu penumpang yang membawa barang bawaan yang banyak.

&amp;ldquo;Helper masih dibutuhkan terutama untuk mengangkut bagasi, kalau mobilnya sedan mungkin tidak perlu. Kalau menurut saya masih perlu sementara ini di Bandara Soekarno-Hatta,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Yogyakarta, Sabtu (6/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sopir Damri Mogok Kerja, Kemenhub Turun Tangan
Menurut Yani, wacana pemutusan hubungan kerja untuk tenaga helper ini bermula dengan pemberlakuan e-ticketing. Namun hal tersebut seharusnya tidak dijadikan alasan untuk memutus hubungan kerja kepada para kondektur.

Justru seharusnya Perum Damri harus menyiapkan langkah-langkah lebih lanjut kepada mereka ini, sehingga ketika pemberlakuan E-ticketing, tenaga helper ini bisa tetap bekerja di divisi atau tempat yang disediakan.

&amp;ldquo;Mungkin ini karena e-ticketing, tapi tidak serta-merta memutus hubungan, itu harus disiapkan langkah-langkah ke depannya, tidak langsung memutuskan begitu saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Alasan Sopir Damri Trayek Bandara Soetta Mogok Kerja
Yani menambahkan, proses peralihan dari manual menjadi e-ticketing ini memang membutuhkan waktu dan juga penuh dengan kekurangan. Oleh karena itu perlu dikaji lebih baik agar penerapan tiket elektronik tersebut bisa berkelanjutan.

&amp;ldquo;Iya dia kan sudah siapkan mungkin masih perlu dikembangkan oleh sebab itu biasanya uji coba memang cukup lama. Sustainability itu perlu dan harus ditingkatkan kalau ada kekurangan,&amp;rdquo; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
