<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Bidik Investasi USD5 Miliar dari Uni Emirat Arab</title><description>Ignasius Jonan menargetkan perkiraan investasi sebesar USD5 miliar dari potensi kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075409/ri-bidik-investasi-usd5-miliar-dari-uni-emirat-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075409/ri-bidik-investasi-usd5-miliar-dari-uni-emirat-arab"/><item><title>RI Bidik Investasi USD5 Miliar dari Uni Emirat Arab</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075409/ri-bidik-investasi-usd5-miliar-dari-uni-emirat-arab</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075409/ri-bidik-investasi-usd5-miliar-dari-uni-emirat-arab</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2019 18:40 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/06/320/2075409/ri-bidik-investasi-usd5-miliar-dari-uni-emirat-arab-kY5JNSzT5y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/06/320/2075409/ri-bidik-investasi-usd5-miliar-dari-uni-emirat-arab-kY5JNSzT5y.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menargetkan perkiraan investasi sebesar USD5 miliar dari potensi kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Potensi kerja sama tersebut didapat usai Menteri Jonan dan Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei melakukan pertemuan di Kementerian ESDM, Jakarta berdasarkan informasi yang dihimpun.

&quot;Sesuai arahan Presiden menginginkan investasi dari Uni Emirates Arab khususnya dan Timur Tengah, adanya investasi yang besar tidak hanya dari sektor migas saja, tapi sektor yang lain. Kira-kira targetnya total mencapai di atas USD5 miliar. Ini sedang dibicarakan,&quot; kata Jonan seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Butuh 500 SPBU di Daerah, Jonan Tawarkan UEA Berinvestasi
Menurut Jonan, UEA juga berminat untuk menjajaki kerja sama di sektor lain. Adapun sektor yang disasar selain energi, antara lain infrastruktur, keuangan hingga pariwisata. Langkah ini diklaim dapat membantu upaya pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

&quot;Kerja samanya kita coba tingkatkan. Tidak harus di bidang migas dan pertambangan. Misalnya infrastruktur, sektor keuangan, pariwisata atau pembiayaan UKM,&quot; katanya.

Respons senada juga ditunjukkan Pemerintah UEA yang menunjukkan keseriusannya berinvestasi di Indonesia. &quot;Kami tidak melihat untuk investasi yang kecil di sini, kami kumpulkan investasi bersama dikombinasikan dalam sebuah rencana aksi nilainya hingga multi billion dollar untuk investasi UEA ke Indonesia,&quot; tutur Menteri Suhail.
&amp;nbsp;Baca Juga: Arab Saudi Siap Guyur Investasi Rp99 Triliun di Indonesia
Pemerintah UEA, ungkap Menteri Suhail, mengungkapkan Indonesia punya potensi perekonomian luar biasa. &quot;Indonesia masuk sebagai 16 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Bahkan berpotensi menjadi 10 besar dunia,&quot; ungkap Menteri Suhail.
&amp;nbsp;.Salah satu potensi kerja sama yang bisa digarap adalah di sektor hulu  minyak dan gas (migas). Terutama dengan Pertamina dalam rangka  meningkatkan produksi migas Indonesia.

&quot;Persatuan Emirat Arab berharap berdiskusi dengan Pertamina tentang  peningkatan investasi dan mengembangkan lebih banyak lapangan migas demi  meningkatkan produksi migas,&quot; ujar Menteri Suhail.

Selain itu, UEA juga menunjukkan ketertarikan menjalankan bisnis di  sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Apalagi Uni Emirat Arab memiliki  perusahaan yang bergerak di industri EBT, yaitu Masdar.

&quot;Kami memiliki perusahaan bernama Masdar, yang telah berinvestasi di  banyak negara, mereka adalah pemimpin dan mempunyai kemampuan untuk  menekan biaya energi terbarukan,&quot; katanya</description><content:encoded> 
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menargetkan perkiraan investasi sebesar USD5 miliar dari potensi kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Potensi kerja sama tersebut didapat usai Menteri Jonan dan Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei melakukan pertemuan di Kementerian ESDM, Jakarta berdasarkan informasi yang dihimpun.

&quot;Sesuai arahan Presiden menginginkan investasi dari Uni Emirates Arab khususnya dan Timur Tengah, adanya investasi yang besar tidak hanya dari sektor migas saja, tapi sektor yang lain. Kira-kira targetnya total mencapai di atas USD5 miliar. Ini sedang dibicarakan,&quot; kata Jonan seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Butuh 500 SPBU di Daerah, Jonan Tawarkan UEA Berinvestasi
Menurut Jonan, UEA juga berminat untuk menjajaki kerja sama di sektor lain. Adapun sektor yang disasar selain energi, antara lain infrastruktur, keuangan hingga pariwisata. Langkah ini diklaim dapat membantu upaya pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

&quot;Kerja samanya kita coba tingkatkan. Tidak harus di bidang migas dan pertambangan. Misalnya infrastruktur, sektor keuangan, pariwisata atau pembiayaan UKM,&quot; katanya.

Respons senada juga ditunjukkan Pemerintah UEA yang menunjukkan keseriusannya berinvestasi di Indonesia. &quot;Kami tidak melihat untuk investasi yang kecil di sini, kami kumpulkan investasi bersama dikombinasikan dalam sebuah rencana aksi nilainya hingga multi billion dollar untuk investasi UEA ke Indonesia,&quot; tutur Menteri Suhail.
&amp;nbsp;Baca Juga: Arab Saudi Siap Guyur Investasi Rp99 Triliun di Indonesia
Pemerintah UEA, ungkap Menteri Suhail, mengungkapkan Indonesia punya potensi perekonomian luar biasa. &quot;Indonesia masuk sebagai 16 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Bahkan berpotensi menjadi 10 besar dunia,&quot; ungkap Menteri Suhail.
&amp;nbsp;.Salah satu potensi kerja sama yang bisa digarap adalah di sektor hulu  minyak dan gas (migas). Terutama dengan Pertamina dalam rangka  meningkatkan produksi migas Indonesia.

&quot;Persatuan Emirat Arab berharap berdiskusi dengan Pertamina tentang  peningkatan investasi dan mengembangkan lebih banyak lapangan migas demi  meningkatkan produksi migas,&quot; ujar Menteri Suhail.

Selain itu, UEA juga menunjukkan ketertarikan menjalankan bisnis di  sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Apalagi Uni Emirat Arab memiliki  perusahaan yang bergerak di industri EBT, yaitu Masdar.

&quot;Kami memiliki perusahaan bernama Masdar, yang telah berinvestasi di  banyak negara, mereka adalah pemimpin dan mempunyai kemampuan untuk  menekan biaya energi terbarukan,&quot; katanya</content:encoded></item></channel></rss>
