<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanpa Kondektur, Pendapatan Damri Bandara Soetta Naik 40%</title><description>Damri menyebutkan tanpa menggunakan kondektur, pendapatan bus rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta naik hingga 40%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075426/tanpa-kondektur-pendapatan-damri-bandara-soetta-naik-40</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075426/tanpa-kondektur-pendapatan-damri-bandara-soetta-naik-40"/><item><title>Tanpa Kondektur, Pendapatan Damri Bandara Soetta Naik 40%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075426/tanpa-kondektur-pendapatan-damri-bandara-soetta-naik-40</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/06/320/2075426/tanpa-kondektur-pendapatan-damri-bandara-soetta-naik-40</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2019 13:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/06/320/2075426/tanpa-kondektur-pendapatan-damri-bandara-soetta-naik-40-peQsa4sx3W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Damri (Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/06/320/2075426/tanpa-kondektur-pendapatan-damri-bandara-soetta-naik-40-peQsa4sx3W.jpg</image><title>Foto: Damri (Antara)</title></images><description> 
YOGYAKARTA - Perum Damri menyebutkan tanpa menggunakan kondektur, pendapatan bus rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta naik hingga 40%.

&quot;Sistem tiket elektronik Damri merupakan kebijakan penting Damri untuk mengendalikan pendapatan. Ternyata tanpa helper on board (kondektur), pendapatan bus Bandara Soekarno-Hatta meningkat per harinya, bahkan hingga mencapai 40 persen,&quot; kata Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin seperti dikutip Antaranews, Sabtu (6/7/2019).

Pernyataan tersebut menyusul unjuk rasa pengemudi Damri Bandara Soekarno-Hatta yang berlangsung Jumat 5 Juli dengan tuntutan para kondektur lama diposisikan kembali di dalam bus.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sopir Mogok, Hanya 14 Damri Beroperasi di Bandara Soetta
Setia mengatakan dirinya langsung menemui mereka dengan maksud menjelaskan kebijakan perusahaan dan untuk mendapatkan titik temu.

Damri menetapkan kebijakan terkait kondektur sebagai berikut, yakni perusahaan sedang dan terus mengembangkan dan melaksanakan penggunaan sistem tiket elektronik (electronic ticketing system).

&quot;E-tiket bukan hanya merupakan pilihan tetapi suatu keharusan. Teristimewa di lokasi Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II sudah sedemikian gencar dengan digitalisasi, kebijakan Damri tentunya selaras dengan kebijakan AP II dan tuntutan zaman,&quot; kata Setia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Alasan Sopir Damri Trayek Bandara Soetta Mogok Kerja
Kedua, dengan sistem e-tiket, layanan kondektur di dalam bus (on board) sudah tidak diperlukan, namun perlu digarisbawahi bahwa layanan mereka tidak pernah dihilangkan.

Layanan kondektur dipindahkan dari dalam bus (on board) ke luar bus (off board).

&quot;Sesuai dengan fungsinya, para kondektur Damri disiagakan untuk membantu pelanggan Damri di titik-titik pemberangkatan dan titik-titik kedatangan. Dengan demikian tidak ada pengurangan layanan Damri dengan adanya perpindahan posisi kondektur,&quot; katanya.
Di lain pihak, lanjut Setia, Damri melakukan pembenahan status  kondektur dari kondisi tanpa ikatan kerja menjadi pegawai dengan status  sesuai aturan pemerintah, karena selama ini mereka direkrut oleh  pengemudi.

&quot;Setelah dilakukan tes terhadap sekitar 300 orang kondektur, hanya 90  orang yang lulus. Yang lulus tes seharusnya bisa langsung bekerja,  namun mereka mengundurkan diri, terprovokasi oleh rekan-rekannya yang  tidak lulus dan melakukan protes,&quot; katanya.

Agar layanan kondektur off board segera tersedia, Damri kemudian  bekerja sama dengan perusahaan outsourcing untuk segera menyediakan  kondektur sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Dengan demikian kondektur lama dapat bekerja kembali melalui perusahaan outsourcing apabila lolos persyaratan.

&quot;Titik temu antara manajemen Damri dengan pengemudi yang demo kemarin  sebenarnya sudah dicapai, yaitu jumlah helper off board akan ditambah,  dan untuk rute-rute sibuk akan diberikan helper on board,&quot; katanya.
</description><content:encoded> 
YOGYAKARTA - Perum Damri menyebutkan tanpa menggunakan kondektur, pendapatan bus rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta naik hingga 40%.

&quot;Sistem tiket elektronik Damri merupakan kebijakan penting Damri untuk mengendalikan pendapatan. Ternyata tanpa helper on board (kondektur), pendapatan bus Bandara Soekarno-Hatta meningkat per harinya, bahkan hingga mencapai 40 persen,&quot; kata Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin seperti dikutip Antaranews, Sabtu (6/7/2019).

Pernyataan tersebut menyusul unjuk rasa pengemudi Damri Bandara Soekarno-Hatta yang berlangsung Jumat 5 Juli dengan tuntutan para kondektur lama diposisikan kembali di dalam bus.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sopir Mogok, Hanya 14 Damri Beroperasi di Bandara Soetta
Setia mengatakan dirinya langsung menemui mereka dengan maksud menjelaskan kebijakan perusahaan dan untuk mendapatkan titik temu.

Damri menetapkan kebijakan terkait kondektur sebagai berikut, yakni perusahaan sedang dan terus mengembangkan dan melaksanakan penggunaan sistem tiket elektronik (electronic ticketing system).

&quot;E-tiket bukan hanya merupakan pilihan tetapi suatu keharusan. Teristimewa di lokasi Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II sudah sedemikian gencar dengan digitalisasi, kebijakan Damri tentunya selaras dengan kebijakan AP II dan tuntutan zaman,&quot; kata Setia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Alasan Sopir Damri Trayek Bandara Soetta Mogok Kerja
Kedua, dengan sistem e-tiket, layanan kondektur di dalam bus (on board) sudah tidak diperlukan, namun perlu digarisbawahi bahwa layanan mereka tidak pernah dihilangkan.

Layanan kondektur dipindahkan dari dalam bus (on board) ke luar bus (off board).

&quot;Sesuai dengan fungsinya, para kondektur Damri disiagakan untuk membantu pelanggan Damri di titik-titik pemberangkatan dan titik-titik kedatangan. Dengan demikian tidak ada pengurangan layanan Damri dengan adanya perpindahan posisi kondektur,&quot; katanya.
Di lain pihak, lanjut Setia, Damri melakukan pembenahan status  kondektur dari kondisi tanpa ikatan kerja menjadi pegawai dengan status  sesuai aturan pemerintah, karena selama ini mereka direkrut oleh  pengemudi.

&quot;Setelah dilakukan tes terhadap sekitar 300 orang kondektur, hanya 90  orang yang lulus. Yang lulus tes seharusnya bisa langsung bekerja,  namun mereka mengundurkan diri, terprovokasi oleh rekan-rekannya yang  tidak lulus dan melakukan protes,&quot; katanya.

Agar layanan kondektur off board segera tersedia, Damri kemudian  bekerja sama dengan perusahaan outsourcing untuk segera menyediakan  kondektur sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Dengan demikian kondektur lama dapat bekerja kembali melalui perusahaan outsourcing apabila lolos persyaratan.

&quot;Titik temu antara manajemen Damri dengan pengemudi yang demo kemarin  sebenarnya sudah dicapai, yaitu jumlah helper off board akan ditambah,  dan untuk rute-rute sibuk akan diberikan helper on board,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
