<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demam Mobil Listrik Buatan Indonesia, tapi PLN Belum Diajak Ngobrol soal SPLU</title><description>PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan memberikan dukungan penuh terhadap program mobil listrik pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/07/320/2075675/demam-mobil-listrik-buatan-indonesia-tapi-pln-belum-diajak-ngobrol-soal-splu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/07/320/2075675/demam-mobil-listrik-buatan-indonesia-tapi-pln-belum-diajak-ngobrol-soal-splu"/><item><title>Demam Mobil Listrik Buatan Indonesia, tapi PLN Belum Diajak Ngobrol soal SPLU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/07/320/2075675/demam-mobil-listrik-buatan-indonesia-tapi-pln-belum-diajak-ngobrol-soal-splu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/07/320/2075675/demam-mobil-listrik-buatan-indonesia-tapi-pln-belum-diajak-ngobrol-soal-splu</guid><pubDate>Minggu 07 Juli 2019 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/07/320/2075675/demam-mobil-listrik-buatan-indonesia-tapi-pln-belum-diajak-ngobrol-soal-splu-5JDVrf558x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil Listrik ITS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/07/320/2075675/demam-mobil-listrik-buatan-indonesia-tapi-pln-belum-diajak-ngobrol-soal-splu-5JDVrf558x.jpg</image><title>Mobil Listrik ITS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan memberikan dukungan penuh terhadap program mobil listrik pemerintah. Bahkan PLN telah melakukan riset mobil listrik bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Di beberapa wilayah distribusi, sebagian mobil operasional PLN sudah menggunakan mobil listrik. Riset terus dilakukan, termasuk riset pengembangan mobil jenis multipurpose vehicle (MPV) dan sport utility vehicle (SUV) yang dilakukan anak perusahaan PLN.
&amp;ldquo;Tentu kami mendukung penuh program pemerintah tersebut,&amp;rdquo; tegas Vice President Corporate Communication PT PLN Dwi Suryo Abdullah tadi malam.
Mengenai infrastruktur stasiun pengisian listrik umum (SPLU) yang kerap dijadikan alasan belum jelasnya program mobil listrik, Dwi menegaskan, PLN belum pernah diajak diskusi terkait pengembangan infrastruktur pengisian mobil listrik.
&amp;ldquo;Jadi persoalannya adalah koordinasi. Kami belum diajak bicara membahas itu. Mobil listrik akan terealisasi jika ada kolaborasi dari semua stakeholder,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga: Toyota Siapkan Rp28,3 Triliun untuk Investasi Mobil Listrik di Indonesia
Dia memberikan contoh, tipe baterai dan tipe charging tools standar pabrikan auto-motif belum pernah diungkapkan kepada PLN.&amp;ldquo;Jangan sampai mobilnya ada lalu tak bisa di-charge karena colokan atau tipe kabelnya tidak cocok,&amp;rdquo; cetusnya.
Terpenting, aturan mobil listrik dari pemerintah harus jelas dan tegas sehingga bisa menjadi panduan bagi para pihak yang terlibat di dalamnya dalam mempersiapkan infrastruktur. &amp;ldquo;Sekarang regulasinya belum jelas,&amp;rdquo; sebutnya.
Dimulai dari Daerah
Indonesia kini memang harus mengikuti perkembangan zaman. Seiring dengan perkembangan revolusi industri 4.0, Indonesia dalam waktu 10 tahun ke depan diprediksi mampu menghadirkan kendaraan dengan energi listrik yang dimulai dari daerah.
Meski peraturan presiden (perpres) tentang kendaraan listrik masih digodok, saat ini pemerintah daerah (pemda) diyakini mampu untuk memulai transformasi transportasi dari energi bahan bakar fosil ke energi listrik.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Tembus Rekor, Saham Tesla Meroket hingga 7%
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan, pemda akan siap bila pemerintah telah menetapkan sejumlah aturan tentang kendaraan listrik, termasuk sejumlah insentif kepada para produsen dan konsumen.
&amp;ldquo;Seperti di Agats ibu kota kabupaten Asmat, Papua, yang seluruh masyarakatnya menggunakan kendaraan listrik mulai sepeda, motor hingga mobil kecil yang digunakan sebagai ambulans dan mobil polisi. Kendaraan listriknya diimpor dari China melalui Surabaya,&amp;rdquo; tutur Djoko.
Apa yang dimulai oleh Pemda Agats ini dapat dijadikan contoh oleh daerahdaerah lain yang infrastrukturnya telah siap. Djoko mengungkapkan, setiap masyarakat pasti akan siap menggunakan kendaraan listrik bila kepala daerah mampu membuat kebijakan yang meringankan para pengguna kendaraan listrik.Selain itu pemda juga harus mulai mengganti angkutan umum dengan  kendaraan listrik. Perpres dan aturan perpajakan tentang mobil listrik  sampai saat ini masih dalam pembahasan di kementerian terkait, tetapi  diharapkan aturan yang diterbitkan kelak dapat menguntungkan semua  pihak, terutama masyarakat.
Pemerintah melalui Kementerian  Perindustrian (Kemenperin) masih terus berupaya merampungkan aturan ini  dan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Kementerian Hukum dan HAM,  dan Kementerian Keuangan.
Melihat kesiapan negara untuk  mengenalkan mobil listrik kepada masyarakat, pengamat automotif Indra  Prabowo meyakini dalam kurun waktu lima tahun ke depan Indonesia dapat  mulai memproduksi mobil listrik sendiri. Adapun penggunaan mobil listrik  secara menyeluruh paling tidak dapat terwujud dalam sepuluh tahun ke  depan.
&amp;ldquo;Mayoritas masyarakat yang mampu membeli mobil rata-rata  mereka membeli mobil sejenis Mobilio dan Avanza. Kalau nanti mobil  listrik bisa seharga itu, tentu masyarakat akan tertarik untuk segera  memilikinya,&amp;rdquo; ujar Indra.
Baca Juga: Perpres Kendaraan Listrik Segera Terbit, Cek di Sini
Dan hal tersebut akan terwujud jika  pemerintah memberikan insentif berupa tax holiday terhadap pabrik  komponen mobil listrik agar harga mobil listrik lebih terjangkau. Indra  mencontohkan Pemerintah Taiwan yang sangat aktif mengimbau agar  masyarakatnya lebih memilih untuk menggunakan skuter listrik.
Ketua  I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie G  Sugiarto berharap, semua jenis mobil listrik diatur dalam kebijakan  pemerintah. Persiapan hadirnya mobil listrik bagi Jongkie harus sudah  dihadirkan sebelum kebijakan keluar karena terkait dengan tempat  pengisian baterai listrik.
&amp;ldquo;Bagi saya ketika semua siap lalu  kebijakan keluar, tentu semua dapat mengikuti. Karena sudah pasti di  Indonesia akan ada mobil yang full electric sehingga pemerintah sudah  seharusnya mem bangun charging station di banyak tempat,&amp;rdquo; tutur Jongkie  yang juga meyakini bahwa infrastruktur dibangun industri juga dapat  dengan mudah memasarkan mobil listrik.Executive General Manager  PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus  Soerjopranoto mengharapkan,  pemerintah memberikan insentif khusus bagi  masyarakat agar semakin  tertarik menggunakan mobil listrik. Insentif  tersebut antara lain berupa  memberikan harga khusus saat masuk jalan  tol, bebas dari aturan ganjil  genap, dan keistimewaan lain yang didapat  oleh para pengendara mobil  listrik.
Kelebihan tersebut dapat dilakukan dengan bekerja sama  dengan Jasa  Marga agar mobil listrik bisa dikenai biaya lebih murah.  Soerjo  menyebut seperti yang terjadi di beberapa negara bagian di  Amerika  Serikat.
Saat jam sibuk yang memberlakukan sistem ganjil  genap, bagi mobil  listrik termasuk untuk mobil hibrida dapat menggunakan  jalur khusus.  Menurut dia, pemerintah harus lebih terbuka dan lebih  luas berpikir.
Untuk menarik minat pembeli, bukan cuma pajak  karena banyak aspek  yang dilihat. Masyarakat Indonesia sudah peduli  terhadap isu go green.
&amp;ldquo;Keuntungan-keuntungan tersebut akan  menjadi pertimbangan konsumen  yang ingin memiliki mobil listrik. Mereka  akan dapat kendaraan murah,  masuk jalan tol ada potongan, bebas dari  ganjil genap, bahkan taksi  online juga akan beralih untuk menggunakan  mobil listrik karena mereka  akan tetap beroperasi setiap hari dan lebih  hemat,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Setelah Mobil, Kini Giliran Pesawat Listrik Siap Dobrak Pasar Dunia
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia  (MMKSI) menyambut  era elektrifikasi di Indonesia dengan menghadirkan  mobil hibrida  Mitsubishi Outlander PHEV di ajang Gaikindo Indonesia  International  Auto Show (GIIAS) 2019 nanti.
Meski pihak MMKSI  belum mengonfirmasi kehadiran mobil tersebut,  sinyalemen hadirnya mobil  itu sudah mengemuka lewat statemen Presiden  Direktur PT MMKSI saat  meresmikan dealer baru mereka di kawasan Cempaka  Putih, Jakarta Pusat,  pada Rabu (3/7/2019) lalu.
&amp;ldquo;Seperti diketahui, industri automotif saat ini sedang dalam   perubahan. Mobilmobil nantinya tak hanya bermesin pembakaran dalam   (internal combustion engine/ ICE), tapi ada yang memiliki sistem   penggerak listrik, mobil otonom, dan lain-lain. Tentu Mitsubishi Motors   di Indonesia ingin menjadi pionir bagi pengembangan bisnis di sektor   baru ini. Jadi pada 18 Juli dalam GIIAS 2019 kami akan memperkenalkan   sesuatu yang baru,&amp;rdquo; paparnya.
(Anton/Ananda Nararya/Wahyu Sibarani)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan memberikan dukungan penuh terhadap program mobil listrik pemerintah. Bahkan PLN telah melakukan riset mobil listrik bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Di beberapa wilayah distribusi, sebagian mobil operasional PLN sudah menggunakan mobil listrik. Riset terus dilakukan, termasuk riset pengembangan mobil jenis multipurpose vehicle (MPV) dan sport utility vehicle (SUV) yang dilakukan anak perusahaan PLN.
&amp;ldquo;Tentu kami mendukung penuh program pemerintah tersebut,&amp;rdquo; tegas Vice President Corporate Communication PT PLN Dwi Suryo Abdullah tadi malam.
Mengenai infrastruktur stasiun pengisian listrik umum (SPLU) yang kerap dijadikan alasan belum jelasnya program mobil listrik, Dwi menegaskan, PLN belum pernah diajak diskusi terkait pengembangan infrastruktur pengisian mobil listrik.
&amp;ldquo;Jadi persoalannya adalah koordinasi. Kami belum diajak bicara membahas itu. Mobil listrik akan terealisasi jika ada kolaborasi dari semua stakeholder,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga: Toyota Siapkan Rp28,3 Triliun untuk Investasi Mobil Listrik di Indonesia
Dia memberikan contoh, tipe baterai dan tipe charging tools standar pabrikan auto-motif belum pernah diungkapkan kepada PLN.&amp;ldquo;Jangan sampai mobilnya ada lalu tak bisa di-charge karena colokan atau tipe kabelnya tidak cocok,&amp;rdquo; cetusnya.
Terpenting, aturan mobil listrik dari pemerintah harus jelas dan tegas sehingga bisa menjadi panduan bagi para pihak yang terlibat di dalamnya dalam mempersiapkan infrastruktur. &amp;ldquo;Sekarang regulasinya belum jelas,&amp;rdquo; sebutnya.
Dimulai dari Daerah
Indonesia kini memang harus mengikuti perkembangan zaman. Seiring dengan perkembangan revolusi industri 4.0, Indonesia dalam waktu 10 tahun ke depan diprediksi mampu menghadirkan kendaraan dengan energi listrik yang dimulai dari daerah.
Meski peraturan presiden (perpres) tentang kendaraan listrik masih digodok, saat ini pemerintah daerah (pemda) diyakini mampu untuk memulai transformasi transportasi dari energi bahan bakar fosil ke energi listrik.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Tembus Rekor, Saham Tesla Meroket hingga 7%
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan, pemda akan siap bila pemerintah telah menetapkan sejumlah aturan tentang kendaraan listrik, termasuk sejumlah insentif kepada para produsen dan konsumen.
&amp;ldquo;Seperti di Agats ibu kota kabupaten Asmat, Papua, yang seluruh masyarakatnya menggunakan kendaraan listrik mulai sepeda, motor hingga mobil kecil yang digunakan sebagai ambulans dan mobil polisi. Kendaraan listriknya diimpor dari China melalui Surabaya,&amp;rdquo; tutur Djoko.
Apa yang dimulai oleh Pemda Agats ini dapat dijadikan contoh oleh daerahdaerah lain yang infrastrukturnya telah siap. Djoko mengungkapkan, setiap masyarakat pasti akan siap menggunakan kendaraan listrik bila kepala daerah mampu membuat kebijakan yang meringankan para pengguna kendaraan listrik.Selain itu pemda juga harus mulai mengganti angkutan umum dengan  kendaraan listrik. Perpres dan aturan perpajakan tentang mobil listrik  sampai saat ini masih dalam pembahasan di kementerian terkait, tetapi  diharapkan aturan yang diterbitkan kelak dapat menguntungkan semua  pihak, terutama masyarakat.
Pemerintah melalui Kementerian  Perindustrian (Kemenperin) masih terus berupaya merampungkan aturan ini  dan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Kementerian Hukum dan HAM,  dan Kementerian Keuangan.
Melihat kesiapan negara untuk  mengenalkan mobil listrik kepada masyarakat, pengamat automotif Indra  Prabowo meyakini dalam kurun waktu lima tahun ke depan Indonesia dapat  mulai memproduksi mobil listrik sendiri. Adapun penggunaan mobil listrik  secara menyeluruh paling tidak dapat terwujud dalam sepuluh tahun ke  depan.
&amp;ldquo;Mayoritas masyarakat yang mampu membeli mobil rata-rata  mereka membeli mobil sejenis Mobilio dan Avanza. Kalau nanti mobil  listrik bisa seharga itu, tentu masyarakat akan tertarik untuk segera  memilikinya,&amp;rdquo; ujar Indra.
Baca Juga: Perpres Kendaraan Listrik Segera Terbit, Cek di Sini
Dan hal tersebut akan terwujud jika  pemerintah memberikan insentif berupa tax holiday terhadap pabrik  komponen mobil listrik agar harga mobil listrik lebih terjangkau. Indra  mencontohkan Pemerintah Taiwan yang sangat aktif mengimbau agar  masyarakatnya lebih memilih untuk menggunakan skuter listrik.
Ketua  I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie G  Sugiarto berharap, semua jenis mobil listrik diatur dalam kebijakan  pemerintah. Persiapan hadirnya mobil listrik bagi Jongkie harus sudah  dihadirkan sebelum kebijakan keluar karena terkait dengan tempat  pengisian baterai listrik.
&amp;ldquo;Bagi saya ketika semua siap lalu  kebijakan keluar, tentu semua dapat mengikuti. Karena sudah pasti di  Indonesia akan ada mobil yang full electric sehingga pemerintah sudah  seharusnya mem bangun charging station di banyak tempat,&amp;rdquo; tutur Jongkie  yang juga meyakini bahwa infrastruktur dibangun industri juga dapat  dengan mudah memasarkan mobil listrik.Executive General Manager  PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus  Soerjopranoto mengharapkan,  pemerintah memberikan insentif khusus bagi  masyarakat agar semakin  tertarik menggunakan mobil listrik. Insentif  tersebut antara lain berupa  memberikan harga khusus saat masuk jalan  tol, bebas dari aturan ganjil  genap, dan keistimewaan lain yang didapat  oleh para pengendara mobil  listrik.
Kelebihan tersebut dapat dilakukan dengan bekerja sama  dengan Jasa  Marga agar mobil listrik bisa dikenai biaya lebih murah.  Soerjo  menyebut seperti yang terjadi di beberapa negara bagian di  Amerika  Serikat.
Saat jam sibuk yang memberlakukan sistem ganjil  genap, bagi mobil  listrik termasuk untuk mobil hibrida dapat menggunakan  jalur khusus.  Menurut dia, pemerintah harus lebih terbuka dan lebih  luas berpikir.
Untuk menarik minat pembeli, bukan cuma pajak  karena banyak aspek  yang dilihat. Masyarakat Indonesia sudah peduli  terhadap isu go green.
&amp;ldquo;Keuntungan-keuntungan tersebut akan  menjadi pertimbangan konsumen  yang ingin memiliki mobil listrik. Mereka  akan dapat kendaraan murah,  masuk jalan tol ada potongan, bebas dari  ganjil genap, bahkan taksi  online juga akan beralih untuk menggunakan  mobil listrik karena mereka  akan tetap beroperasi setiap hari dan lebih  hemat,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Setelah Mobil, Kini Giliran Pesawat Listrik Siap Dobrak Pasar Dunia
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia  (MMKSI) menyambut  era elektrifikasi di Indonesia dengan menghadirkan  mobil hibrida  Mitsubishi Outlander PHEV di ajang Gaikindo Indonesia  International  Auto Show (GIIAS) 2019 nanti.
Meski pihak MMKSI  belum mengonfirmasi kehadiran mobil tersebut,  sinyalemen hadirnya mobil  itu sudah mengemuka lewat statemen Presiden  Direktur PT MMKSI saat  meresmikan dealer baru mereka di kawasan Cempaka  Putih, Jakarta Pusat,  pada Rabu (3/7/2019) lalu.
&amp;ldquo;Seperti diketahui, industri automotif saat ini sedang dalam   perubahan. Mobilmobil nantinya tak hanya bermesin pembakaran dalam   (internal combustion engine/ ICE), tapi ada yang memiliki sistem   penggerak listrik, mobil otonom, dan lain-lain. Tentu Mitsubishi Motors   di Indonesia ingin menjadi pionir bagi pengembangan bisnis di sektor   baru ini. Jadi pada 18 Juli dalam GIIAS 2019 kami akan memperkenalkan   sesuatu yang baru,&amp;rdquo; paparnya.
(Anton/Ananda Nararya/Wahyu Sibarani)</content:encoded></item></channel></rss>
