<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Minta Klarifikasi Jababeka soal Potensi Gagal Bayar Utang</title><description>PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dalam kondisi keuangan yang terancam tidak mampu membayar utang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/278/2076147/bei-minta-klarifikasi-jababeka-soal-potensi-gagal-bayar-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/278/2076147/bei-minta-klarifikasi-jababeka-soal-potensi-gagal-bayar-utang"/><item><title>BEI Minta Klarifikasi Jababeka soal Potensi Gagal Bayar Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/278/2076147/bei-minta-klarifikasi-jababeka-soal-potensi-gagal-bayar-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/278/2076147/bei-minta-klarifikasi-jababeka-soal-potensi-gagal-bayar-utang</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2019 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/08/278/2076147/bei-minta-klarifikasi-jababeka-soal-potensi-gagal-bayar-utang-CtPyZZMa7I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/08/278/2076147/bei-minta-klarifikasi-jababeka-soal-potensi-gagal-bayar-utang-CtPyZZMa7I.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dalam kondisi keuangan yang terancam tidak mampu membayar utang. Hal tersebut usai terjadi perubahan komposisi pemegang saham.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya hingga kini masih menunggu penjelasan dari manajemen KIJA. Hal ini untuk mengetahui secara pasti kondisi keuangan perusahaan.

&quot;Pertama yang dilihat materialitasnya, secara umum kami lakukan permintaan penjelasan (dari KIJA), kami ingin ada klarifikasi berita tersebut. Setelah itu kami masuk ke substansi untuk penyelesaian masalah,&quot; kata Nyoman ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Berpotensi Default, BEI Suspensi Saham Jababeka
Dia menyatakan, setelah ada penjelasan dari pihak KIJA maka BEI akan melihat substansi permasalahan, dan peluang perusahaan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Nyoman pun menegaskan, pihaknya meminta manajemen KIJA untuk segera memberikan pernyataan lengkap pada publik.

&quot;Kami minta perusahaan responsif berikan klarifikasi sehingga publik bisa mencerna dengan merata tentang apa yang terjadi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jababeka Terancam Gagal Bayar UtangNyoman pun tidak menampik jika pihak BEI menemukan adanya indikasi  arus keuangan perusahaan sedang terganggu. Namun, kondisi tersebut belum  dapat dipastikan hingga KIJA memberikan penjelasan pada pihak otoritas  maupun publik.

&quot;Biarkan ada kesempatan mereka (KIJA) untuk klarifikasi dahulu,&quot; katanya

Menurut Nyoman, setelah ada klarifikasi dari KIJA, maka pihak BEI  akan melakukan  dengar pendapat antara direksi dengan pihak yang  berhubungan dalam transaksi.

&quot;Kalau perlu hal komprehensif akan ada dengar pendapat antara tim  direksi dengan mereka yang berhubungan transaksi tersebut. Jangan  berandai, biarkan mereka (KIJA) berikan klarifikasi dulu,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dalam kondisi keuangan yang terancam tidak mampu membayar utang. Hal tersebut usai terjadi perubahan komposisi pemegang saham.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya hingga kini masih menunggu penjelasan dari manajemen KIJA. Hal ini untuk mengetahui secara pasti kondisi keuangan perusahaan.

&quot;Pertama yang dilihat materialitasnya, secara umum kami lakukan permintaan penjelasan (dari KIJA), kami ingin ada klarifikasi berita tersebut. Setelah itu kami masuk ke substansi untuk penyelesaian masalah,&quot; kata Nyoman ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Berpotensi Default, BEI Suspensi Saham Jababeka
Dia menyatakan, setelah ada penjelasan dari pihak KIJA maka BEI akan melihat substansi permasalahan, dan peluang perusahaan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Nyoman pun menegaskan, pihaknya meminta manajemen KIJA untuk segera memberikan pernyataan lengkap pada publik.

&quot;Kami minta perusahaan responsif berikan klarifikasi sehingga publik bisa mencerna dengan merata tentang apa yang terjadi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jababeka Terancam Gagal Bayar UtangNyoman pun tidak menampik jika pihak BEI menemukan adanya indikasi  arus keuangan perusahaan sedang terganggu. Namun, kondisi tersebut belum  dapat dipastikan hingga KIJA memberikan penjelasan pada pihak otoritas  maupun publik.

&quot;Biarkan ada kesempatan mereka (KIJA) untuk klarifikasi dahulu,&quot; katanya

Menurut Nyoman, setelah ada klarifikasi dari KIJA, maka pihak BEI  akan melakukan  dengar pendapat antara direksi dengan pihak yang  berhubungan dalam transaksi.

&quot;Kalau perlu hal komprehensif akan ada dengar pendapat antara tim  direksi dengan mereka yang berhubungan transaksi tersebut. Jangan  berandai, biarkan mereka (KIJA) berikan klarifikasi dulu,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
