<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Gembira, Produksi Ponsel Made in Indonesia Melonjak Sejak 2014</title><description>Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan produksi ponsel dalam negeri meningkat pesat dalam lima tahun terakhir</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/320/2076032/kabar-gembira-produksi-ponsel-made-in-indonesia-melonjak-sejak-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/320/2076032/kabar-gembira-produksi-ponsel-made-in-indonesia-melonjak-sejak-2014"/><item><title>Kabar Gembira, Produksi Ponsel Made in Indonesia Melonjak Sejak 2014</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/320/2076032/kabar-gembira-produksi-ponsel-made-in-indonesia-melonjak-sejak-2014</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/320/2076032/kabar-gembira-produksi-ponsel-made-in-indonesia-melonjak-sejak-2014</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2019 13:38 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/08/320/2076032/kabar-gembira-produksi-ponsel-made-in-indonesia-melonjak-sejak-2014-DEMJ49wJNP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ponsel (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/08/320/2076032/kabar-gembira-produksi-ponsel-made-in-indonesia-melonjak-sejak-2014-DEMJ49wJNP.jpg</image><title>Ilustrasi Ponsel (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan produksi ponsel dalam negeri meningkat pesat dalam lima tahun terakhir yang tidak terlepas dari upaya pemerintah memacu pengembangan sektor telekomunikasi dan informatika (telematika) tersebut.
&amp;ldquo;Meningkatnya produksi ponsel di Indonesia, antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Senin (8/7/2019).
Baca Juga: Kualitas 16 Produk Diperbaiki untuk Ekspor ke Jepang
Menperin mengatakan berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada tahun 2013, impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai sebesar Rp42,4 triliun. Sedangkan, produksi dalam negeri sekitar 105 ribu untuk dua merek lokal.
Pemerintah akhirnya mengeluarkan regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produktivitas di dalam negeri. Catatan Kemenperin pada 2014 menunjukkan impor ponsel mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit.
Baca Juga: Awasi 6.803 Produk Beredar , Ini Hasil Pengawasan Kemendag
Kemudian, tahun 2015, produk impor merosot hingga 40% dari tahun sebelumnya, menjadi 37 juta unit dengan nilai Rp32,5 triliun. Sedangkan, produksi ponsel di dalam negeri semakin meningkat sebesar 700%  dari tahun 2014, menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.Pada tahun 2016, produk impor ponsel menurun kembali sekitar 36% dari  tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai Rp10,96 triliun.  Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat sebesar 36% dari tahun  2015, menjadi 68 juta unit.
&amp;ldquo;Dan, tahun 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit,  sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek,  sebelas di antaranya adalah merek lokal,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Menperin mengatakan merek ponsel lokal saat ini telah memiliki citra  yang kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke  atas.
Airlangga menilai, semakin meningkatnya kemampuan daya saing ponsel  nasional, akan menguatkan citra positif dan popularitas produk tersebut  di mata konsumen domestik dan internasional.
&amp;ldquo;Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita patut bangga terhadap  produk ponsel yang dihasilkan industri dalam negeri,&amp;rdquo; tegas Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan produksi ponsel dalam negeri meningkat pesat dalam lima tahun terakhir yang tidak terlepas dari upaya pemerintah memacu pengembangan sektor telekomunikasi dan informatika (telematika) tersebut.
&amp;ldquo;Meningkatnya produksi ponsel di Indonesia, antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Senin (8/7/2019).
Baca Juga: Kualitas 16 Produk Diperbaiki untuk Ekspor ke Jepang
Menperin mengatakan berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada tahun 2013, impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai sebesar Rp42,4 triliun. Sedangkan, produksi dalam negeri sekitar 105 ribu untuk dua merek lokal.
Pemerintah akhirnya mengeluarkan regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produktivitas di dalam negeri. Catatan Kemenperin pada 2014 menunjukkan impor ponsel mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit.
Baca Juga: Awasi 6.803 Produk Beredar , Ini Hasil Pengawasan Kemendag
Kemudian, tahun 2015, produk impor merosot hingga 40% dari tahun sebelumnya, menjadi 37 juta unit dengan nilai Rp32,5 triliun. Sedangkan, produksi ponsel di dalam negeri semakin meningkat sebesar 700%  dari tahun 2014, menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.Pada tahun 2016, produk impor ponsel menurun kembali sekitar 36% dari  tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai Rp10,96 triliun.  Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat sebesar 36% dari tahun  2015, menjadi 68 juta unit.
&amp;ldquo;Dan, tahun 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit,  sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek,  sebelas di antaranya adalah merek lokal,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Menperin mengatakan merek ponsel lokal saat ini telah memiliki citra  yang kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke  atas.
Airlangga menilai, semakin meningkatnya kemampuan daya saing ponsel  nasional, akan menguatkan citra positif dan popularitas produk tersebut  di mata konsumen domestik dan internasional.
&amp;ldquo;Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita patut bangga terhadap  produk ponsel yang dihasilkan industri dalam negeri,&amp;rdquo; tegas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
