<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Jokowi: Berikan Izin Usaha Berorientasi Ekspor Secepat-cepatnya</title><description>Presiden Joko Widodo mendesak para menterinya untuk dapat mempercepat izin usaha bagi industri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/320/2076133/jokowi-berikan-izin-usaha-berorientasi-ekspor-secepat-cepatnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/320/2076133/jokowi-berikan-izin-usaha-berorientasi-ekspor-secepat-cepatnya"/><item><title>      Jokowi: Berikan Izin Usaha Berorientasi Ekspor Secepat-cepatnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/320/2076133/jokowi-berikan-izin-usaha-berorientasi-ekspor-secepat-cepatnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/08/320/2076133/jokowi-berikan-izin-usaha-berorientasi-ekspor-secepat-cepatnya</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2019 16:17 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/08/320/2076133/jokowi-berikan-izin-usaha-berorientasi-ekspor-secepat-cepatnya-2f5odbvQCD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jokowi (Antaranews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/08/320/2076133/jokowi-berikan-izin-usaha-berorientasi-ekspor-secepat-cepatnya-2f5odbvQCD.jpg</image><title>Foto: Jokowi (Antaranews)</title></images><description>BOGOR - Presiden Joko Widodo mendesak para menterinya untuk dapat mempercepat izin usaha bagi industri berorientasi ekspor.

&quot;Berkaitan dengan investasi, mungkin sudah berapa puluh kali kita sampaikan. Investasi yang berkaitan dengan ekspor, berkaitan dengan barang-barang substitusi impor tutup mata berikan izin secepat-cepatnya tapi kejadian di lapangan tidak seperti itu,&quot; kata Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna di ruang Garuda, Istana Bogor seperti dikutip Antaranews, Senin (8/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit Neraca Dagang, Jokowi ke Menteri: Kenapa Impornya Sangat Tinggi?
Hadir dalam sidang kabinet paripurna tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri koordinator dan menteri kabinet Indonesia Kerja.

&quot;Dari kementerian kehutanan misalnya masih lama, ini urusan lahan. Ini Pak wapres biar bercerita mengenai petrochemical yang kita perlukan tapi sudah berhenti setahun lebih gara-gara yang berkaitan dengan lahan. Urusan kecil tapi ya ini menghambat,&quot; tambah Presiden lagi.

Dia juga mencontohkan dari hasil kunjungan kerjanya di Manado, Sulawesi Utara pada 4-5 Juli 2019, juga menemukan izin yang terkendala urusan tata ruang.

&quot;Kemarin kita ke Manado, sama. Hotel sudah berbondong-bondong (ingin masuk ke Manado). Kita kurang hotel, hotel sudah berbondong-bondong mau bikin, urusan yang berkaitan dengan tata ruang sebetulnya dari menteri BPN (Badan Pertanahan Nasional) bisa menyelesaikan dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan,&quot; ungkap Presiden.
&amp;nbsp;Baca Juga: Impor Migas Tinggi, Presiden Jokowi Minta Menteri Jonan dan Rini Hati-Hati
Presiden juga minta para menterinya tidak terbelit dengan rutinitas sehingga tidak bisa menyelesaikan tantangan nyata.

&quot;Semua hal seperti ini kalau kita hanya terbelit dengan rutinitas tapi kalau kita tidak berani melihat problem, melihat tantangan-tantangan riil yang kita hadapi ya kita akan sampai kapan pun kita tidak akan bisa mengatasi tantangan yang ada,&quot; tambahnya.
Presiden juga meminta para menteri kabinetnya berhati-hati terhadap  defisit neraca perdagangan senilai 2,14 miliar dolar AS pada Januari-Mei  2019.

&quot;Perlu melihat betul dengan hati-hati angka-angka yang ditampilkan  BPS. Ekspor Januari sampai Mei 2019 'year on year' turun 8,6 (persen)  sedangkan impor Januari-Mei juga turun 9,2 (persen). Hati-hati terhadap  ini, artinya neraca perdagangan kita Januari-Mei ada defisit 2,14 miliar  dolar AS,&quot; ungkap Presiden.

Apalagi menurut Presiden, angka defisit neraca perdagangan itu banyak berasal dari impor migas.

&quot;Coba dicermati angka-angka ini dari mana? Kenapa impor jadi sangat  tinggi? Kalau didetailkan lagi migasnya ini naiknya gede sekali.  Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, Bu  menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena 'ratenya' yang paling  banyak ada di situ,&quot; tambah Presiden.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik, impor migas Januari-Mei 2019  adalah 9,088 miliar dolar AS sedangkan ekspor Januari-Mei 2019 adalah  5,341 miliar dolar AS. Sedangkan total impor Indonesia Januari-Mei 2019  adalah senilai 70,6 miliar dolar AS dan ekspor adalah 68,46 miliar dolar  AS sehingga mengalami defisit 2,14 miliar dolar AS.</description><content:encoded>BOGOR - Presiden Joko Widodo mendesak para menterinya untuk dapat mempercepat izin usaha bagi industri berorientasi ekspor.

&quot;Berkaitan dengan investasi, mungkin sudah berapa puluh kali kita sampaikan. Investasi yang berkaitan dengan ekspor, berkaitan dengan barang-barang substitusi impor tutup mata berikan izin secepat-cepatnya tapi kejadian di lapangan tidak seperti itu,&quot; kata Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna di ruang Garuda, Istana Bogor seperti dikutip Antaranews, Senin (8/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit Neraca Dagang, Jokowi ke Menteri: Kenapa Impornya Sangat Tinggi?
Hadir dalam sidang kabinet paripurna tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri koordinator dan menteri kabinet Indonesia Kerja.

&quot;Dari kementerian kehutanan misalnya masih lama, ini urusan lahan. Ini Pak wapres biar bercerita mengenai petrochemical yang kita perlukan tapi sudah berhenti setahun lebih gara-gara yang berkaitan dengan lahan. Urusan kecil tapi ya ini menghambat,&quot; tambah Presiden lagi.

Dia juga mencontohkan dari hasil kunjungan kerjanya di Manado, Sulawesi Utara pada 4-5 Juli 2019, juga menemukan izin yang terkendala urusan tata ruang.

&quot;Kemarin kita ke Manado, sama. Hotel sudah berbondong-bondong (ingin masuk ke Manado). Kita kurang hotel, hotel sudah berbondong-bondong mau bikin, urusan yang berkaitan dengan tata ruang sebetulnya dari menteri BPN (Badan Pertanahan Nasional) bisa menyelesaikan dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan,&quot; ungkap Presiden.
&amp;nbsp;Baca Juga: Impor Migas Tinggi, Presiden Jokowi Minta Menteri Jonan dan Rini Hati-Hati
Presiden juga minta para menterinya tidak terbelit dengan rutinitas sehingga tidak bisa menyelesaikan tantangan nyata.

&quot;Semua hal seperti ini kalau kita hanya terbelit dengan rutinitas tapi kalau kita tidak berani melihat problem, melihat tantangan-tantangan riil yang kita hadapi ya kita akan sampai kapan pun kita tidak akan bisa mengatasi tantangan yang ada,&quot; tambahnya.
Presiden juga meminta para menteri kabinetnya berhati-hati terhadap  defisit neraca perdagangan senilai 2,14 miliar dolar AS pada Januari-Mei  2019.

&quot;Perlu melihat betul dengan hati-hati angka-angka yang ditampilkan  BPS. Ekspor Januari sampai Mei 2019 'year on year' turun 8,6 (persen)  sedangkan impor Januari-Mei juga turun 9,2 (persen). Hati-hati terhadap  ini, artinya neraca perdagangan kita Januari-Mei ada defisit 2,14 miliar  dolar AS,&quot; ungkap Presiden.

Apalagi menurut Presiden, angka defisit neraca perdagangan itu banyak berasal dari impor migas.

&quot;Coba dicermati angka-angka ini dari mana? Kenapa impor jadi sangat  tinggi? Kalau didetailkan lagi migasnya ini naiknya gede sekali.  Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, Bu  menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena 'ratenya' yang paling  banyak ada di situ,&quot; tambah Presiden.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik, impor migas Januari-Mei 2019  adalah 9,088 miliar dolar AS sedangkan ekspor Januari-Mei 2019 adalah  5,341 miliar dolar AS. Sedangkan total impor Indonesia Januari-Mei 2019  adalah senilai 70,6 miliar dolar AS dan ekspor adalah 68,46 miliar dolar  AS sehingga mengalami defisit 2,14 miliar dolar AS.</content:encoded></item></channel></rss>
