<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diskon Tiket Pesawat Dinilai Tak Efektif, Ternyata Ada Kelemahannya</title><description>Pemberian diskon sebesar 50% untuk penerbangan berbiaya murah dengan hari dan jam tertentu dinilai kurang efektif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/10/320/2076962/diskon-tiket-pesawat-dinilai-tak-efektif-ternyata-ada-kelemahannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/10/320/2076962/diskon-tiket-pesawat-dinilai-tak-efektif-ternyata-ada-kelemahannya"/><item><title>Diskon Tiket Pesawat Dinilai Tak Efektif, Ternyata Ada Kelemahannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/10/320/2076962/diskon-tiket-pesawat-dinilai-tak-efektif-ternyata-ada-kelemahannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/10/320/2076962/diskon-tiket-pesawat-dinilai-tak-efektif-ternyata-ada-kelemahannya</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2019 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/10/320/2076962/diskon-tiket-pesawat-dinilai-tak-efektif-ternyata-ada-kelemahannya-lhD9Ot8BEJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Penumpang Pesawat di Bandara (AP II)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/10/320/2076962/diskon-tiket-pesawat-dinilai-tak-efektif-ternyata-ada-kelemahannya-lhD9Ot8BEJ.jpg</image><title>Foto: Penumpang Pesawat di Bandara (AP II)</title></images><description>JAKARTA - Pemberian diskon sebesar 50% untuk penerbangan berbiaya murah dengan hari dan jam tertentu dinilai kurang efektif. Harga tiket pesawat terjangkau tersebut hanya sedikit penumpang yang menikmatinya.
Asal tahu saja, diskon tiket pesawat akan diberikan pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Adapun jam diberikannya diskon pada pukul 10.00-14.00.
Baca Juga: Siap-Siap, 11.626 Tiket Murah Akan Disediakan 2 Maskapai Ini
Pengamat Penerbangan Gatot Raharjo menilai, penerbangan pada pukul 10.00 hingga 14.00 memang jam dengan sepi penumpang. Pada jam tersebut biasa dilakukan untuk penumpang berlibur atau yang tidak dikejar kepentingan tertentu.
Padahal, lanjutnya, prinsip penerbangan itu kecepatan. Penumpang pesawat akan melihat waktu kedatangan di tempat tujuan, bukan waktu keberangkata.
&quot;Jadi yang paling ramai itu ya pagi dan sore. Jam 05.00 atau 06.00 sampai jam 10.00 atau di mana orang berangkat mau ada urusan bisnis atau kerja dan sore di atas jam pulang kerja. Karena mereka lihat pesawat itu cepat, jadi kalau berangkat jam 06.00 bisa sampai jam 08.00 dan bisa langsung kerja,&quot; ujarnya kepada Okezone, Rabu (10/7/2019).
Baca Juga: Butuh Penyesuaian, Diskon 50% Tiket Pesawat Penerbangan Murah Dimulai Lusa!
&quot;Kalau berangkat jam 10.00 sampai tujuan jam 12.00 mau ngapain? Makan siang?&quot; guraunya.
Di samping itu, penerbangan berbiaya murah biasanya menggunakan waktu terbang sekira 2-3 jam. Kemudian, fasilitas yang didapat pasti tidak ada makanan.&quot;Di atas (waktu penerbangan)  sebenarnya masyarakat sudah jarang yang  naik, karena lama dan tidak ada makanan. Kalau yang jauh umpamanya ke  Indonesia timur, berangkatnya lebih banyak malam hari, sampai tujuan  pagi. Jadi tidak capek,&quot; turunya.
Oleh karena itu, penerapan kebijakan yang baru dikeluarkan pemerintah  dirasa kurang efektif. Apalagi harga diskon dan kursinya terbatas.
Selain itu, pengawasan pemerintah terhadap pemberian diskon juga  masih dipertanyakan. Bagaimana pemerintah tahu bahwa maskapai sudah  menjual tiket sebanyak yang disyaratkan?
&amp;ldquo;Ini kan sifat penjualan tiket itu dinamis. Biasanya yang dijual yang  termahal baru turun-turun pakai sub-classes. Lalu bagaimana cara  pemerintah mengawasi penjualannya? Jadi intervensi Pemerintah dalam hal  ini  kurang tepat tepat dan rawan dimanipulasi,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemberian diskon sebesar 50% untuk penerbangan berbiaya murah dengan hari dan jam tertentu dinilai kurang efektif. Harga tiket pesawat terjangkau tersebut hanya sedikit penumpang yang menikmatinya.
Asal tahu saja, diskon tiket pesawat akan diberikan pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Adapun jam diberikannya diskon pada pukul 10.00-14.00.
Baca Juga: Siap-Siap, 11.626 Tiket Murah Akan Disediakan 2 Maskapai Ini
Pengamat Penerbangan Gatot Raharjo menilai, penerbangan pada pukul 10.00 hingga 14.00 memang jam dengan sepi penumpang. Pada jam tersebut biasa dilakukan untuk penumpang berlibur atau yang tidak dikejar kepentingan tertentu.
Padahal, lanjutnya, prinsip penerbangan itu kecepatan. Penumpang pesawat akan melihat waktu kedatangan di tempat tujuan, bukan waktu keberangkata.
&quot;Jadi yang paling ramai itu ya pagi dan sore. Jam 05.00 atau 06.00 sampai jam 10.00 atau di mana orang berangkat mau ada urusan bisnis atau kerja dan sore di atas jam pulang kerja. Karena mereka lihat pesawat itu cepat, jadi kalau berangkat jam 06.00 bisa sampai jam 08.00 dan bisa langsung kerja,&quot; ujarnya kepada Okezone, Rabu (10/7/2019).
Baca Juga: Butuh Penyesuaian, Diskon 50% Tiket Pesawat Penerbangan Murah Dimulai Lusa!
&quot;Kalau berangkat jam 10.00 sampai tujuan jam 12.00 mau ngapain? Makan siang?&quot; guraunya.
Di samping itu, penerbangan berbiaya murah biasanya menggunakan waktu terbang sekira 2-3 jam. Kemudian, fasilitas yang didapat pasti tidak ada makanan.&quot;Di atas (waktu penerbangan)  sebenarnya masyarakat sudah jarang yang  naik, karena lama dan tidak ada makanan. Kalau yang jauh umpamanya ke  Indonesia timur, berangkatnya lebih banyak malam hari, sampai tujuan  pagi. Jadi tidak capek,&quot; turunya.
Oleh karena itu, penerapan kebijakan yang baru dikeluarkan pemerintah  dirasa kurang efektif. Apalagi harga diskon dan kursinya terbatas.
Selain itu, pengawasan pemerintah terhadap pemberian diskon juga  masih dipertanyakan. Bagaimana pemerintah tahu bahwa maskapai sudah  menjual tiket sebanyak yang disyaratkan?
&amp;ldquo;Ini kan sifat penjualan tiket itu dinamis. Biasanya yang dijual yang  termahal baru turun-turun pakai sub-classes. Lalu bagaimana cara  pemerintah mengawasi penjualannya? Jadi intervensi Pemerintah dalam hal  ini  kurang tepat tepat dan rawan dimanipulasi,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
