<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dilanda Kekeringan, Bulog Pastikan Cadangan Beras Aman</title><description>Perum Bulog memastikan pasokan beras dalam kondisi yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika terjadi kekeringan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/10/320/2077213/dilanda-kekeringan-bulog-pastikan-cadangan-beras-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/10/320/2077213/dilanda-kekeringan-bulog-pastikan-cadangan-beras-aman"/><item><title>Dilanda Kekeringan, Bulog Pastikan Cadangan Beras Aman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/10/320/2077213/dilanda-kekeringan-bulog-pastikan-cadangan-beras-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/10/320/2077213/dilanda-kekeringan-bulog-pastikan-cadangan-beras-aman</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2019 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/10/320/2077213/dilanda-kekeringan-bulog-pastikan-cadangan-beras-aman-8UJ9FIn5e5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/10/320/2077213/dilanda-kekeringan-bulog-pastikan-cadangan-beras-aman-8UJ9FIn5e5.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Perum Bulog memastikan pasokan beras dalam kondisi yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika terjadi kekeringan, akibat musim kemarau berkepanjangan yang tengah terjadi.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, cadangan beras di gudang Bulog dalam kondisi cukup. Data Bulog menunjukkan pasokan beras saat ini sebesar 2,4 juta ton, terdiri dari cadangan beras pemerintah sebanyak 2,2 juta ton dan 143 beras komersil.

&quot;Kalau bidang kami yah sudah siap (antisipasi kekeringan), sekarang beras sudah melebihi, itu sudah aman,&quot; ungkap dia ditemui di Gedung Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tugas Kementan Jamin Stok Pangan saat Kemarau, Bukan Kendalikan Harga
Dia menyatakan, dalam mengantisipasi dampak kekeringan, maka cadangan beras pemerintah sebanyak 1,5 juta ton yang memang untuk program kebencanaan seperti kemarau dan juga stabilisasi harga melalui operasi pasar siap digelontorkan.

&quot;Untuk sampai Desember sudah aman, prediksi ke depan masih punya. Kalau 1,5 juta ton berarti aman, jangan sampai khawatir. Pasokan musim kemarau cukup,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Inflasi akibat Kemarau Panjang Masuk 'Radar' Pemerintah
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menambahkan, pasokan beras memang memadai jadi bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Justru, perhatian lebih yang perlu diberikan pada pasokan komoditas pangan lainnya.

&quot;Beras sejauh ini kalau cadangan di Bulog masih relatif aman. Justru harusnya komoditas selain beras (yang perlu jadi perhatian),&quot; katanya dalam kesempatan yang sama.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  menyampaikan adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di  sejumlah wilayah di Indonesia. Wilayah itu memasuki status awas yang  telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 61 hari dan prakiraan  curah hujan rendah kurang  20 mm dalam 10 hari mendatang dengan peluang  lebih dari 70%.

Wilayah itu di antaranya, Jawa Barat yaitu Bekasi, Karawang dan  Indramayu, lalu Jawa Tengah terdiri dari Karanganyar, Klaten, Magelang,  Purworejo, Rembang, Semarang, Semarang, dan Wonogiri, dan sebagian besar  Jawa Timur.

Kemudian di DI Yogyakarta terdiri Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo,  dan Sleman. Lalu Bali di Buleleng, Nusa Tenggara Timur (NTT) terdiri  dari Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Belu.  Serta Nusa Tenggara Barat (NTB) terdiri dari Bima, Kota Bima, Lombok  Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Timur.</description><content:encoded>
JAKARTA - Perum Bulog memastikan pasokan beras dalam kondisi yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika terjadi kekeringan, akibat musim kemarau berkepanjangan yang tengah terjadi.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, cadangan beras di gudang Bulog dalam kondisi cukup. Data Bulog menunjukkan pasokan beras saat ini sebesar 2,4 juta ton, terdiri dari cadangan beras pemerintah sebanyak 2,2 juta ton dan 143 beras komersil.

&quot;Kalau bidang kami yah sudah siap (antisipasi kekeringan), sekarang beras sudah melebihi, itu sudah aman,&quot; ungkap dia ditemui di Gedung Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tugas Kementan Jamin Stok Pangan saat Kemarau, Bukan Kendalikan Harga
Dia menyatakan, dalam mengantisipasi dampak kekeringan, maka cadangan beras pemerintah sebanyak 1,5 juta ton yang memang untuk program kebencanaan seperti kemarau dan juga stabilisasi harga melalui operasi pasar siap digelontorkan.

&quot;Untuk sampai Desember sudah aman, prediksi ke depan masih punya. Kalau 1,5 juta ton berarti aman, jangan sampai khawatir. Pasokan musim kemarau cukup,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Inflasi akibat Kemarau Panjang Masuk 'Radar' Pemerintah
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menambahkan, pasokan beras memang memadai jadi bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Justru, perhatian lebih yang perlu diberikan pada pasokan komoditas pangan lainnya.

&quot;Beras sejauh ini kalau cadangan di Bulog masih relatif aman. Justru harusnya komoditas selain beras (yang perlu jadi perhatian),&quot; katanya dalam kesempatan yang sama.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  menyampaikan adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di  sejumlah wilayah di Indonesia. Wilayah itu memasuki status awas yang  telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 61 hari dan prakiraan  curah hujan rendah kurang  20 mm dalam 10 hari mendatang dengan peluang  lebih dari 70%.

Wilayah itu di antaranya, Jawa Barat yaitu Bekasi, Karawang dan  Indramayu, lalu Jawa Tengah terdiri dari Karanganyar, Klaten, Magelang,  Purworejo, Rembang, Semarang, Semarang, dan Wonogiri, dan sebagian besar  Jawa Timur.

Kemudian di DI Yogyakarta terdiri Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo,  dan Sleman. Lalu Bali di Buleleng, Nusa Tenggara Timur (NTT) terdiri  dari Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Belu.  Serta Nusa Tenggara Barat (NTB) terdiri dari Bima, Kota Bima, Lombok  Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Timur.</content:encoded></item></channel></rss>
