<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Bunga SBR007 Lebih Rendah   </title><description>Kemenkeu resmi menerbitkan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel yakni Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR007</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/11/20/2077606/ini-alasan-bunga-sbr007-lebih-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/11/20/2077606/ini-alasan-bunga-sbr007-lebih-rendah"/><item><title>Ini Alasan Bunga SBR007 Lebih Rendah   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/11/20/2077606/ini-alasan-bunga-sbr007-lebih-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/11/20/2077606/ini-alasan-bunga-sbr007-lebih-rendah</guid><pubDate>Kamis 11 Juli 2019 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/11/20/2077606/ini-alasan-bunga-sbr007-lebih-rendah-H7k10AxHpv.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penerbitan SBR007 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/11/20/2077606/ini-alasan-bunga-sbr007-lebih-rendah-H7k10AxHpv.jpeg</image><title>Penerbitan SBR007 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel yakni Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR007. Investor domestik pun dapat berinvestasi dengan mendapatkan tingkat kupon sebesar 7,5%.
Tingkat imbal hasil yang ditawarkan itu memang lebih rendah dari seri sebelumnya, SBR006 yang terbitkan April 2019 lalu dengan tingkat kupon sebesar 7,95%.
Baca Juga: Pemerintah Tawarkan SBR007 dengan Tingkat Bunga 7,5%
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengakui, kupon atau tingkat bunga yang ditawarkan kali ini memang lebih rendah, hal itu berdasarkan beberapa pertimbangan. Di antaranya semakin rendahnya tingkat bunga surat utang (obligasi) negara.
&quot;Kalau penerbitan kupon itu sangat mudah kita lihat aja di secondary market-nya seperti apa, kalau dulu bisa 8% (kuponnya),&quot; katanya di Jakarta, Kamis (11/7/2019).
Baca Juga: Surat Utang Online Laku Rp4 Trilun, Didominasi Investor Milenial
Dia menjelaskan, penurunan bunga obligasi itu didukung dengan kenaikan rating utang Indonesia yang menjadi BBB dengan outlook stabil oleh lembaga pemeringkat internasional S&amp;amp;P pada Mei 2019.
Di sisi lain, kebijakan suku bunga acuan di sejumlah negara, khususnya Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, juga berdampak pada penurunan imbal hasil obligasi.&quot;Pernyataan The Fed (yang arah kebijakan monternya) dovish itu kan  mengakibatkan adanya penurunan suku bunga atau yield obligasi yang cukup  signifikan. Nah itu dia artinya kan harus kita sesuaikan juga,&quot;  terangnya.
Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko  (DJPPR) Kemenkeu Loto Srinaita Ginting menambahkan, saat ini imbal hasil  yang ditawarkan pemerintah dalam surat berharga negara masih di kisaran  7%.
Kendati demikian, jika imbal hasil SBN semakin turun, maka beban  bunga yang dibayarkan pemerintah juga bisa semakin turun, sehingga bisa  digunakan dalam pembangunan.
&quot;Jadi kalau biaya bunga tidak sebesar yang dianggarkan, maka dapat  digunakan untuk pembangunan dan pengeluaran non produktif, sehingga dari  sisi pemerintah jika imbal hasil turun, maka cost borrowing atau biaya  bunga yang dibayarkan pemerintah bisa berkurang dan  bisa digunakan  pembangunan lainnya&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel yakni Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR007. Investor domestik pun dapat berinvestasi dengan mendapatkan tingkat kupon sebesar 7,5%.
Tingkat imbal hasil yang ditawarkan itu memang lebih rendah dari seri sebelumnya, SBR006 yang terbitkan April 2019 lalu dengan tingkat kupon sebesar 7,95%.
Baca Juga: Pemerintah Tawarkan SBR007 dengan Tingkat Bunga 7,5%
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengakui, kupon atau tingkat bunga yang ditawarkan kali ini memang lebih rendah, hal itu berdasarkan beberapa pertimbangan. Di antaranya semakin rendahnya tingkat bunga surat utang (obligasi) negara.
&quot;Kalau penerbitan kupon itu sangat mudah kita lihat aja di secondary market-nya seperti apa, kalau dulu bisa 8% (kuponnya),&quot; katanya di Jakarta, Kamis (11/7/2019).
Baca Juga: Surat Utang Online Laku Rp4 Trilun, Didominasi Investor Milenial
Dia menjelaskan, penurunan bunga obligasi itu didukung dengan kenaikan rating utang Indonesia yang menjadi BBB dengan outlook stabil oleh lembaga pemeringkat internasional S&amp;amp;P pada Mei 2019.
Di sisi lain, kebijakan suku bunga acuan di sejumlah negara, khususnya Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, juga berdampak pada penurunan imbal hasil obligasi.&quot;Pernyataan The Fed (yang arah kebijakan monternya) dovish itu kan  mengakibatkan adanya penurunan suku bunga atau yield obligasi yang cukup  signifikan. Nah itu dia artinya kan harus kita sesuaikan juga,&quot;  terangnya.
Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko  (DJPPR) Kemenkeu Loto Srinaita Ginting menambahkan, saat ini imbal hasil  yang ditawarkan pemerintah dalam surat berharga negara masih di kisaran  7%.
Kendati demikian, jika imbal hasil SBN semakin turun, maka beban  bunga yang dibayarkan pemerintah juga bisa semakin turun, sehingga bisa  digunakan dalam pembangunan.
&quot;Jadi kalau biaya bunga tidak sebesar yang dianggarkan, maka dapat  digunakan untuk pembangunan dan pengeluaran non produktif, sehingga dari  sisi pemerintah jika imbal hasil turun, maka cost borrowing atau biaya  bunga yang dibayarkan pemerintah bisa berkurang dan  bisa digunakan  pembangunan lainnya&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
