<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fintech Pertama Tercatat di BEI, Saham Hensel Davest Naik 49,52%</title><description>Saham HDIT menjadi perusahaan fintech pertama yang tercatat di BEI, sekaligus menjadi menjadi emiten ke-32 di 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/12/278/2077930/fintech-pertama-tercatat-di-bei-saham-hensel-davest-naik-49-52</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/12/278/2077930/fintech-pertama-tercatat-di-bei-saham-hensel-davest-naik-49-52"/><item><title>Fintech Pertama Tercatat di BEI, Saham Hensel Davest Naik 49,52%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/12/278/2077930/fintech-pertama-tercatat-di-bei-saham-hensel-davest-naik-49-52</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/12/278/2077930/fintech-pertama-tercatat-di-bei-saham-hensel-davest-naik-49-52</guid><pubDate>Jum'at 12 Juli 2019 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/12/278/2077930/fintech-pertama-tercatat-di-bei-saham-hensel-davest-naik-49-52-b64vJSAqju.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pencatatan Saham Perdana di Bursa Efek Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/12/278/2077930/fintech-pertama-tercatat-di-bei-saham-hensel-davest-naik-49-52-b64vJSAqju.jpg</image><title>Foto: Pencatatan Saham Perdana di Bursa Efek Indonesia</title></images><description>JAKARTA - PT Hensel Davest Indonesia Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), pada perdagangan hari ini. Dengan demikian emiten berkode saham HDIT tersebut, menjadi perusahaan fintech pertama yang tercatat di BEI, sekaligus menjadi menjadi emiten ke-32 di 2019.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas sebanyak 381,17 juta lembar saham ke publik atau setara tersebut 25% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Adapun harga yang ditawarkan sebesar Rp525 per saham. Dengan demikian perseroan bakal mengantongi dana segar hasil IPO sebesar Rp200,11 miliar. Perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Baca Juga: Incar Dana Rp200,11 Miliar, Hensel Davest Indonesia Melantai di Bursa Hari Ini
Pada pembukaan perdagangan, saham HDIT langsung menyentuh titik auto-rejection atas, atau naik 49,52% yakni 260 poin ke posisi Rp785 per saham dari harga IPO Rp525 per saham.
Saham HDIT ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume transaksi 10 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp785 ribu.
&quot;Harapan BEI setelah menjadi perusahaan publik bisa mulai lakukan realisasi dana hasil IPO atas apa yang dijanjikan. Juga bisa terus tingkatkan performa dan tata kelola perusahaan yang baik. Diharapkan juga bisa membantu mendorong inklusi keuangan khususnya di daerah Indonesia Timur yang memang banyak masih unbankable,&quot; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (12/7/2019).
Baca Juga: Perdana di Bursa, Saham SMKL Naik 69% langsung Autoreject
Sementara itu, Direktur Utama Hensel Davest Indonesia Hendra David menyatakan, sebagai perusahaan fintech pertama yang masuk pasar modal diharapkan bisa semakin memperluas bisnis. Juga semakin meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik.
&quot;Ini batu loncatan yang besar dan awal bagi perseroan untuk terus mengembangkan usaha. Dengan de perkembangan infrastruktur teknologi yang semakin inovatif dan banyaknya UMKM di dalam negeri, berharap perseroan juga dapat semakin meningkatkan inklusi keuangan nasional,&quot; ungkapnya.Dia menjelaskan, rencananya seluruh dana hasil dari aksi korporasi  ini, akan dialokasikan sekitar 65% untuk peningkatan modal kerja.  Perseroan akan melakukan beberapa pengembangan produk seperti davestpay  untuk akuisisi marchant berupa UMKM (warung) dan Individu, pembelian  persediaan barang dagang, uang muka persediaan barang dagang dan  pembiayaan piutang usaha kepada pelanggan.
Kemudian sekitar 10% akan digunakan untuk meningkatkan teknologi  komunikasi informasi, serta pengembangan SDM Perusahaan. Sedangkan  sekitar 25% sisanya akan digunakan untuk pembelian bangunan untuk  operasional perusahaan.
Saat ini, kegiatan usaha utama HDIT adalah distribusi produk digital,  perdagangan online (e-commerce) dan teknologi dengan fokus market di  Indonesia Timur. Produk HDIT bernama DavestPay, DavestMoney, Emposh,  MoTransfer, Doeku dan BiroPay.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Hensel Davest Indonesia Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), pada perdagangan hari ini. Dengan demikian emiten berkode saham HDIT tersebut, menjadi perusahaan fintech pertama yang tercatat di BEI, sekaligus menjadi menjadi emiten ke-32 di 2019.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas sebanyak 381,17 juta lembar saham ke publik atau setara tersebut 25% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Adapun harga yang ditawarkan sebesar Rp525 per saham. Dengan demikian perseroan bakal mengantongi dana segar hasil IPO sebesar Rp200,11 miliar. Perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Baca Juga: Incar Dana Rp200,11 Miliar, Hensel Davest Indonesia Melantai di Bursa Hari Ini
Pada pembukaan perdagangan, saham HDIT langsung menyentuh titik auto-rejection atas, atau naik 49,52% yakni 260 poin ke posisi Rp785 per saham dari harga IPO Rp525 per saham.
Saham HDIT ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume transaksi 10 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp785 ribu.
&quot;Harapan BEI setelah menjadi perusahaan publik bisa mulai lakukan realisasi dana hasil IPO atas apa yang dijanjikan. Juga bisa terus tingkatkan performa dan tata kelola perusahaan yang baik. Diharapkan juga bisa membantu mendorong inklusi keuangan khususnya di daerah Indonesia Timur yang memang banyak masih unbankable,&quot; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (12/7/2019).
Baca Juga: Perdana di Bursa, Saham SMKL Naik 69% langsung Autoreject
Sementara itu, Direktur Utama Hensel Davest Indonesia Hendra David menyatakan, sebagai perusahaan fintech pertama yang masuk pasar modal diharapkan bisa semakin memperluas bisnis. Juga semakin meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik.
&quot;Ini batu loncatan yang besar dan awal bagi perseroan untuk terus mengembangkan usaha. Dengan de perkembangan infrastruktur teknologi yang semakin inovatif dan banyaknya UMKM di dalam negeri, berharap perseroan juga dapat semakin meningkatkan inklusi keuangan nasional,&quot; ungkapnya.Dia menjelaskan, rencananya seluruh dana hasil dari aksi korporasi  ini, akan dialokasikan sekitar 65% untuk peningkatan modal kerja.  Perseroan akan melakukan beberapa pengembangan produk seperti davestpay  untuk akuisisi marchant berupa UMKM (warung) dan Individu, pembelian  persediaan barang dagang, uang muka persediaan barang dagang dan  pembiayaan piutang usaha kepada pelanggan.
Kemudian sekitar 10% akan digunakan untuk meningkatkan teknologi  komunikasi informasi, serta pengembangan SDM Perusahaan. Sedangkan  sekitar 25% sisanya akan digunakan untuk pembelian bangunan untuk  operasional perusahaan.
Saat ini, kegiatan usaha utama HDIT adalah distribusi produk digital,  perdagangan online (e-commerce) dan teknologi dengan fokus market di  Indonesia Timur. Produk HDIT bernama DavestPay, DavestMoney, Emposh,  MoTransfer, Doeku dan BiroPay.</content:encoded></item></channel></rss>
